
Setelah selesai jalan-jalan pagi dan berbincang dengan Juna, Dio mengajak Mei pulang saat tiba di rumah wajah Mei terlihat aneh karena sering mengernyit.
"Sayang are you ok" tanya Dio membuat Mei tersenyum.
"I'm ok bang" jawab nya, Mei langsung berjalan menuju sofa dan duduk ia merasakan perut nya sakit hilang sakit hilang.
"Kenapa" tanya Dio khawatir karena melihat Mei yang berkeringat.
"Gak apa-apa, Mei mau mandi" jawab nya, sempat-sempat nya meskipun merasakan sakit Mei malah minta mandi.
Dio mengantar Mei ke kamarnya untuk mandi, Mei pun segera membersihkan diri nya dengan menahan sakit yang tiba-tiba muncul dan tiba-tiba hilang.
Setelah Mei selesai mandi kini giliran Dio, Mei berjalan ke ruang ganti mengambil pakaian untuk suaminya itu.
Setelah nya Mei langsung turun ke lantai satu dan duduk kembali di sofa, Mei merasa gelisah ia pun memutuskan untuk menghubungi sang bunda.
****Panggilan telepon*
Mei**: hallo assalamualaikum bunda. (sedikit meringis).
Sisil: walaikumsalam sayang, eh kamu kenapa nak? (Panik).
Mei: i_ini perut Mei kok sakit hilang sakit hilang.
Sisil: kamu kontraksi ya.
Mei: nggak tau ini kenapa kok sakit ya (lirih).
Sisil: ini kenapa kamu baru bilang bunda si Mei yaampun, kenapa gak bilang dari seminggu yang lalu gitu biar bunda bisa pulang. (Khawatir).
Mei: ya maaf bunda Mei gak inget, aduh bunda gimana. (Takut).
Sisil: kamu tenang bunda mau nelpon mbak alin biar kesitu ya, nanti kalo mbak alin udah disitu kamu langsung minta ke rumah sakit sama Abang. sore ini bunda langsung urus penerbangan kesana*.
Ucap Sisil yang langsung mematikan telpon nya, Mei terus berusaha untuk tenang ia tidak ingin membuat suaminya itu khawatir.
Lima belas menit kemudian mami alin pun datang dengan wajah panik nya, Mei bersyukur karena mertua Dea ini begitu baik dan perhatian kepadanya.
Wajar si memang dari dulu mami alin meminta Dea menjadi menantunya, dan hal itu di wujudkan oleh mama Rio hingga membuat mami alin begitu menyayangi keluarga Dea tanpa membeda-bedakan nya.
"Mei sayang" teriak nya membuat Mei menyahut dengan senyuman.
"Mei disini mi" jawab Mei, saat mami alin menghampiri ia terkejut karena ketuban Mei sudah pecah namun Mei terlihat tenang.
__ADS_1
"Meitha" teriak mami alin membuat Dio yang menuruni anak tangga langsung berlari, ia menghampiri Mei dan mami alin.
Mei yang merasa di bentak pun akhirnya menangis, sebenarnya ia ingin menangis sejak tadi namun ia tahan karena tidak ingin Dio khawatir.
"Mami hiks...kaget aku" ucap Mei membuat memi alin langsung menyuruh Dio mengangkat tubuh Mei.
"Bang angkat Mei buruan" ucap mami alin, wanita itu langsung menyuruh pelayan mengambil perlengkapan Mei.
Setelah semuanya siap Dio dan mami alin langsung membawa Mei ke rumah sakit, dengan cepat mereka tiba di rumah sakit keluarga Artadinata.
Mei langsung di bawa ke ruang bersalin namun dokter tiba-tiba keluar, karena tidak memungkinkan jika Mei melahirkan bayi secara normal.
"Tuan maaf nona tidak bisa melahirkan secara normal" ucap dokter itu.
"Loh kenapa" tanya Dio dan mami alin.
"Begini tuan keadaan nona sudah begitu lemah, dan nona mengandung bayi kembar jadi itu tidak memungkinkan untuk nona melahirkan normal" ucap nya membuat mami alin terkejut.
"Kembar" tanya mami alin.
"Iya Bu" jawab dokter itu.
"Dio enggak ada pilihan lain Mei harus melakukan operasi sesar" ucap mami alin.
"Dio kamu harus pilih menyelamatkan istri dan kedua anak kamu, atau kamu harus kehilangan salah satunya" ucap mami alin membuat Dio bingung.
"Lama banget yaampun, buruan itu dokter mau keluarin anak kamu dari sarang nya" kesal mami alin, dan mau tidak mau Dio pun menyetujui jika Mei akan melahirkan sesar.
Dio masuk ke dalam ruangan itu ia melihat Mei yang menangis, Dio tahu jika Mei sedih karena tidak bisa melahirkan secara normal.
"Sayang" panggil Dio, lelaki itu memegang tangan Mei dan menciumi wajah istrinya itu.
"Maafin Mei bang, Mei gak bisa jadi ibu yang baik" lirih nya membuat Dio meneteskan air mata.
"Kamu sudah menjadi yang terbaik untuk kami hmmmmm, jangan berbicara seperti itu lagi. tersenyum lah karena kita akan segera melihat anak-anak kita" ucap Dio, lelaki itu terus menyemangati Mei. ya mungkin Mei ingin melahirkan seperti Mae dan Dea yang normal.
"Baby nya twins kan" jawab Mei membuat Dio tersenyum.
"Dua anak aja sudah cukup oke, Abang gak mau liat kamu sedih dan kesakitan kaya gini lagi" ucap Dio, hingga percakapan keduanya terhenti saat dua bayi dengan jenis kelamin yang sama itu mengeluarkan suara tangis nya.
"Tuan selamat bayi laki-laki dan sangat tampan" ucap dokter itu membuat Dio tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur, ia bersyukur karena kedua anak nya selamat begitupun dengan mei.
Dio langsung menerima bayi nya dan mengadzani nya satu persatu, setelah itu ia kembali menciumi wajah istrinya yang terlihat pucat dan lelah.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Mei udah lahiran gaes ya baby nya twins jagoan semua ini 😂
N: penerus Artadinata sama keluarga Pratama gak tuh 🤣
A: woy lah penerus keluarga Artadinata dan Pradanta kan keluarga emak bapak nya 😂
N: oiya 😂 keluarga Artadinata sama Pratama mah kan Dio, Dea sama Dena ya 🤣
A: nah cakep Uun 😂*
***N**: bibit unggul gak nih 😂
A: super UN bukan unggul lagi 🤣🤣
N: asiiikkk 🤣*
__ADS_1