Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 155


__ADS_3

Dio dan Dea tengah duduk di ruang tengah dengan baby Dena, dea menemani baby Dena yang sekarang sudah mulai aktif pergerakan nya.


iseng-iseng Dea membuat video dengan dan adik, Dio yang saat itu merasa senang dekat dengan Dea pun tidak menyia-nyiakan nya. ya karena mereka sangat jarang untuk dekat berdua.


"Dio...Dio" panggil Dea mengarahkan kamera nya.


"apa" sahut Dio


"Dea cantik gak Dio" tanya Dea membuat Dio mengernyitkan keningnya.


"ya cantik lah... cantik banget malah" jawab Dio


"Dea mau nanya boleh nggak?" tanya nya lagi


"ya silahkan" jawab Dio menyender di bahu Dea


"oke... Dio kenapa Dio harus jadi kembaran nya Dea?" tanya Dea kembali membuat Dio mengernyitkan dahinya.


"kenapa memang nya?" bukannya menjawab Dio malah balik bertanya.


"Dea kan suka sama Dio" ucapnya bercanda.


"hah?! gila Lo ya" ujar Dio membuat Dea tertawa.


"hahaha.....ihhh Dio mah" rengek nya saat Dio malah menyender lebih memberatkan Dea.


tak mau kalah Dio pun membalas perlakuan Dea.


"Dea" panggil dio


"kenapa" sahut Dea masih dengan kamera yang menyala.


"tau gak Dea kalo cinta itu gak bisa di paksain" ucap Dio


"iya tau. terus apa hubungannya sama Dea?" ujar Dea.


"ya ada lah hubungan nya sama Dea" ucapnya lagi. kali ini Dea yang di buat bingung.


"apa?" tanya Dea.


"karena Dea yang bikin Dio menjomblo" jawab nya santai.


"kenapa bisa gitu?" tanya Dea


"ya karena Dio sayang sama Dea lah, memang nya apalagi?" jawab Dio membuat Dea kaget.


"hah?!" ucap Dea membuat Dio menahan tawa nya.


"Karena Dea itu wanita kedua yang bikin Dio bersyukur terlahir di dunia ini. karena Dea hari-hari nya Dio berwarna, dan Dio sangat berterima kasih kepada Tuhan karena sudah memberikan takdir terbaik dengan adanya Dea sebagai kakak nya Dio. Dio sayang banget sama Dea sengeselin apapun Dea tapi Dea tetap cinta pertama nya Dio setelah bunda. terimakasih kakak ku tersayang" ucap Dio mengecup kening Dea. dan hal itu membuat Dea terharu.


"aaaaaaaa... Mansyur mimpi apa aku semalam? bisa denger kamu bikin aku terharu" ujar Dea memeluk Dio.


"mimpi makan cilok Abang botak kan" ucap Dio membuat Dea melepaskan pelukannya.


"kok tahu?" tanya Dea.

__ADS_1


"ya kan tadi Dea cerita gimana sii" jawab Dio membuat Dea menyengir kuda.


"oiya lupa hehe" ucapnya.


tanpa mereka sadari Sisil dan Rio memperhatikan kedekatan Dea dan Dio, merekalah yang selalu membuat keadaan rumah hidup dan ramai. Dea yang bawel di tambah juga dengan mei yang tak kalah bawel. bahkan sekarang ada gadis kecil yang akan menambah keramaian rumah itu....


...


pagi hari Dea pergi ke sekolah seperti biasa mereka menggunakan mobil nya masing-masing. tanpa Dea ketahui bahwa Dio sering memperhatikan Nina sahabat Dea.


setibanya di sekolah Dea segera menuju kelas, sepanjang perjalanan Dea selalu menjadi pusat perhatian.


"deaaaaaaaaaaaaa" teriak Nina menghampiri Dea.


"berisik Mumun" ucap Dea menutup telinga nya.


"Dea Dea... oh my God! oh my oh my" heboh Nina.


"cih.. Lo kenapa Mumun" tanya Dea bingung.


"gue yakin sii Lo kalo tau bakal sama terkejutnya sama gue" jawab Nina yang semakin membuat Dea penasaran.


"terserah Lo Uun ah" ucap Dea.


"Mumun ah Lo mah. Lo kan udah ganti panggilan Mumun bukan Uun" tawar Nina yang membuat Dea tertawa.


"haha...perasaan sama aja yaampun" ucap Dea


"nggak mau ah" tolaknya.


"oiya kan hampir lupa... Lo tau de perusahaan terbesar disini" tanya nina


"yang mana ya" jawab Dea pura-pura tidak tahu.


"gak usah akting pura-pura oon gitu apa. gue tau Lo gak selemot kartu tanpa sinyal" ujar Nina yang membuat Dea tertawa


"iyaiya kenapa Mumun ku tersayang, terbawel tersegalanya lah yang riweh-riweh itu elo" ucap Dea.


"deaaaa... Lo tau selama ini gue itu pengen banget ketemu Presdir Mega Groups. yang katanya ganteng gak ketulungan itu kan ya meskipun udah punya tiga anak sekarang" ucap Nina membuat Dea terbelalak.


(Astagfirullah. ayah Dea itumah ya kenapa si Nina pake bahas soal itu sii? sebegitu nya apa ya. Dea aja yang anak nya biasa aja ya meskipun memang ayah yang terbaik dari yang lain) batin nya.


"o..ohh gitu" balas Dea terbata.


"iya Lo tau gak de" tanya Nina.


"nggak" jawab Dea cepat.


"Dea Anggita" geram Nina.


"iyaiya Mun kenapa?" ucap Dea mengalah.


"hari ini Presdir Mega Groups akan ke sekolah kita de, yaampun kebayang gak sii dia bakal ke sekolah bersama istri nya yang super cantik dan anak bontot nya de. yaampun gue bakal ketemu tuan muda Rio Artadinata de bayangin de bayangin" ujar Nina kembali membuat Dea terbelalak. bahkan membuka mulutnya.


(apa? ayah Sama bunda mau kesini? kenapa ayah sama bunda gak ngasi tau sii! iya tau ayah itu penanam saham terbesar di sekolah ini. araaagghhh ayah punya saham di setiap sekolahan kan. ah peduli amat kalo semuanya harus tahu sekarang udah nasib gue mungkin) kesal nya.

__ADS_1


"de kenapa Lo bengong sii?" tanya Nina.


"e..ehhh nggak kok gue gak apa-apa" jawab Dea gugup. dan Nina pun terheran dengan Tingkah Dea yang terlihat aneh.


...


benar saja tidak lama di halaman sekolah pun sudah sangat ramai karena datang nya sebuah mobil yang super mewah. ya itu adalah mobil yang di tumpangi Rio dan Sisil. semua siswa di giring ke aula sekolah yang sangat luas.


Dea yang sangat penasaran dengan ramai-ramai itu menerobos untuk melihat siapa yang berada di tengah kerumunan itu, saat tengah berhasil nampak lah kedua orangtuanya juga Dena adik nya yang berceloteh saat melihat Dea. Dena yang berada dalam gendongan Sisil pun tidak bisa diam dan terus bergerak.


"tata tea tata" celoteh dena. Dea yang melihat itu menutup mukanya dengan kedua tangan.


"apa-apaan ini. ayah bunda kalian berhutang penjelasan padaku... tidak aku tidak mungkin menanyakan nya. hah biarkan saja lah" gumam nya.


bukan hanya Dea Dio pun merasa terkejut dengan kedatangan kedua orangtuanya. apalagi saat banyak yang berkata bahwa wajah Dio sangat mirip dengan Rio ayah nya.


"Dio muka Lo kenapa mirip amat sama tuan muda yak? jadi kaya pinang di belah dua" ucap Juna membuat Dio gelagapan.


"mana ada? beda lah" ujar Dio.


"bentaran tapi muka istrinya tuan muda kenapa mirip sama si bohay?(Dea). mirip banget apalagi anak kecil yang di gendongan nona muda. kalian malah kaya keluarga" ucap Juna lagi yang membuat Dio semakin pasrah.


"bukan kaya lagi tapi emang keluarga Junot. tuan dan nona muda yang Lo maksud itu ayah sama bunda gue yaampun" lirih Dio yang tidak di dengar oleh Juna.


semua siswa dan siswi sdah berada di dalam aula, hanya Dea Nina juga Dio dan kawan-kawan yang belum berada di aula. namun saat Sisil dan Rio sudah duduk di hadapan para penghuni sekolah tak lama Dea dan Dio juga kawan nya masuk.


Dea menunduk dalam karena saat kedatangan kedua orangtuanya, banyak siswa yang mengatakan bahwa dirinya sangat mirip dengan keluarga Artadinata.


Dea mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk di belakang namun sayang ia tidak menemukan nya, dan itu membuat Dea harus duduk di barisan terdepan bersama Nina.


.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


N**: dikit-dikit amat ngirit ya Lo๐Ÿ˜’


A: Mon maap aku lagi sakit๐Ÿ˜ญ


N: oh pantes. cepet sembuh dah ya Thor๐Ÿค—


A: iya maaciw ya ๐Ÿ˜Š*

__ADS_1


__ADS_2