
Pagi hari Dea dan Mae sudah di buat heboh oleh mami alin, mengingat kandungan kedua menantunya sudah besar mami alin memutuskan untuk kembali ke rumah nya.
Ia membangunkan Dea dan Mae yang masih terlelap, bukan hanya Dea dan Mae yang terbangun tapi kedua anak nya pun Julian dan Justin ikut terbangun.
Tok...tok...tok... "Mae bangun Mae" teriak mami alin.
"Maesaroh bangunan" teriak nya lagi, membuat si empunya kamar mau tidak mau terbangun.
"Ada apa si mi, ini Masi pagi" bukannya Mae tapi malah Julian yang terbangun.
"Dimana Mae, bangunkan dia suruh jalan-jalan pagi agar mempermudah lahiran nya nanti" ucap mami alin, ia pun berjalan dan menarik tangan Mae yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Mi, pelan-pelan itu Mae bawa perut mi" ucap Julian, ia mengikuti mami alin yang berjalan ke kamar Dea.
Tok...tok..tok... "De, Dea bangun sayang" teriak mami alin.
"Dea, bangun nak" teriak nya lagi, membuat Dea yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung membuka pintu kamar nya.
"Iya mi" jawab Dea, tanpa menunggu lama mami alin pun menarik tangan Dea.
Justin yang melihat Dea di bawa oleh mami alin terkejut, hingga ia langsung terbangun dan mengejar sang mami.
"Stooooppppp! mau bawa Dea kemana" tanya Justin, membuat Julian dan semuanya tertawa.
"Kamu itu bang, harusnya kamu ingetin istri kamu buat sering jalan pagi. biar lahiran nya lancar dan kaki nya gak bengkak" ucap mami alin, menunjuk kaki Dea dan Mae yang sedikit membengkak.
Melihat kaki Dea Justin sedikit terkejut, ia pun membungkuk dan memegang kaki istrinya itu. dalam hati Justin merasa tidak tega namun bagaimana lagi inilah yang harus di jalani oleh Dea.
"Sayang kaki kamu" ucap Justin.
"Aku nggak apa-apa bang, lagian aku mau jalan-jalan pagi sama mami" ucap Dea, ia memegang bahu suaminya itu.
"Abang temenin oke" ucap Justin, membuat Julian membuka mulutnya. selama ini Abang nya mana mau keliling komplek tapi hari ini sungguh pemandangan yang luar biasa.
"Gak apa-apa, Abang istirahat aja kan hari ini hari libur" ucap Dea, ia tahu jika selama ini suaminya itu sibuk.
"Gak apa-apa, Abang temenin ya" ujar Justin.
"Gak ada, hari ini jadwal nya Dea dan Mae bersama mami. kalian kan sudah sering bersama istri kalian, sekarang saat nya mami bersama dengan kedua menantu mami" ucap mami alin, membuat justin mendengus.
"Sayang kamu hati-hati ya, kalo ada apa-apa kamu hubungi aku" ucap Julian, ia mengelus kepala dan perut Mae. hal itu membuat mami alin tersenyum senang, karena anak nya sudah berubah.
__ADS_1
"Sayang kamu juga hati-hati, kalo kamu capek hubungi Abang ya. biar nanti Abang jemput kamu" Ucap Justin tidak mau kalah, ia pun mencium kening dan perut Dea. hal itu membuat mami alin lebih bahagia bukan main.
"Sudah-sudah kalian ini nggak ada ahlak, malah mesra-mesraan di depan orang tua kan mami jadi envy" ucap mami alin, membuat Dea dan Mae terkekeh.
"Elah mi udah tua juga, inget umur mi udah punya cucuk dan sekarang mau nambah lagi" ucap Julian, membuat mami alin mencebikan bibirnya.
"Yaudah ayo sayang, kita pergi gak usah pedulikan suami kalian" ucap mami alin.
Mami alin dan kedua menantunya pun pergi, mami alin merasa senang karena bisa menemani Dea dan Mae berjalan pagi.
Hingga tidak sengaja mereka bertemu dengan mei dan Dio, Mei yang melihat Dea pun menghambur memeluk kakak nya itu.
"Kakak, kau juga olahraga pagi" tanya mei.
"Hmmmmm, pagi-pagi sekali mami sudah membangunkan kami" jawab Dea.
"Bagus dong, kan supaya lahiran kakak nantinya mudah dan tidak kesulitan" ucap mei, yang di angguki oleh Dea dan Mae.
Dio menatap Mae, ia bersyukur karena Mae bersikap selalu baik dan tidak memiliki dendam. hingga akhirnya Mae bisa bahagia dengan pernikahan nya bersama Julian.
"Hai Mai" sapa Dio, membuat Mae tersenyum.
"Hai uncle" ucap Mae, membuat Dio mengernyit.
"Ya, Lo kan bakal jadi uncle nya anak gue" ucap Mae, membuat Dio dan semua nya tertawa.
Mereka pun terlihat sangat bahagia, begitupun dengan Dea dan Mae keduanya terlihat tidak sabar untuk menantikan kehadiran anak-anak mereka.
Dio pun berpindah tempat kedekat Dea yang sedang meluruskan kaki nya, Dea melakukan itu agar kaki nya terkena sinar matahari pagi.
"De" panggil Dio.
"Hmmmmm" sahut Dea, Dio menghambur memeluk Dea. ia benar-benar terharu karena kakak kembarnya itu akan segera memiliki bayi. Dio yakin anak Dea dan Justin akan sangat lucu dan menggemaskan.
"Makasih Lo udah baik-baik aja, bahkan Lo mampu bertahan dengan masa kehamilan Lo" ucap Dio.
"Iya, tapi inget Lo jangan hamilin Mei dulu kasian biarin dia kuliah dulu. percaya deh kuliah sambil hamil gak enak rasanya takut Mulu kandungan kenapa-napa" ucap Dea, yang mana di angguki oleh Dio. Mei yang mendengar ucapan Dea pun tersenyum karena Dea selalu pengertian terhadap nya.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
N**: perasaan gue nggak enak nih Thor kalo udah begini 🙄
A: gak enak kenapa dah? 😁
N: bau-bau nya bentar lagi end ini 😪
A: kan nanti ada series dua nya Uun 😂
N: benarkah 😂
A: lah iya kan nanti ada series dua nya, gimana sii itu anak emang kaga di gedein gitu 😂
N: kirain gitu udah brojol di tinggal stuck sampe situ doanng 😒
A: kaga kan nanti nunggu di gede in dulu, pas itu anak udah pada gede baru dah gue pisah-pisah antara keluarga 😊
N: gue tunggu asli gue tunggu 😂
A: terbaik 🤗
N: sekalian kanita, Sabil Mella ya 😂
__ADS_1
A: di usahakan 😁
N: 🤗🤗🤗*