
Setibanya di tempat tujuan Dio dan Mei langsung menuju penginapan mereka, keduanya tinggal di hotel milik keluarga Zian.
Saat sudah masuk ke dalam kamar mei langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, hal itu membuat Dio menggelengkan kepalanya.
Dio pun ikut naik ke atas tempat tidur dan meniban tubuh Mei, hal itu membuat Mei terkejut.
"Bang astagfirullah ngagetin aja" ucap Mei.
Cup.
"Mandi dulu honey" ucap Dio ia mengecup kening Mei.
"Nanti aja aku lelah" ucap Mei mengalungkan tangannya ke pundak Dio.
Melihat Mei yang mengalungkan tangannya, Dio pun mengangkat tubuh Mei dan membawa nya kedalam kamar mandi.
Hal itu membuat Mei terkejut, ia berusaha memberontak namun bukan nya melepaskan Dio justru menurunkan Mei di dalam bathtub dan mengisi nya dengan air.
"Abang ihhh" pekik nya.
"Mandi dulu, setelah itu makan baru tidur" ucap Dio terkekeh, melihat wajah cemberut Mei.
"Mau mandi sendiri apa Abang mandiin" goda Dio, Mei yang tau Dio sedang menggoda nya pun balik menggoda Dio.
"Abang mandiin aja gimana" ledek mei tersenyum nakal.
Mendengar ucapan Mei Dio menelan ludah nya, ia tidak mungkin melakukan itu di kamar mandi bukan.
Tidak lucu jika malam pertama nya di lakukan di kamar mandi, karena tidak ada romantis-romantis nya sama sekali.
"Nggak kamu mandi sendiri, Abang mau beres-beres dulu" ucap Dio membuat Mei tertawa.
Dio pun meninggalkan Mei di dalam kamar mandi, ia menunggu Mei di luar sambil memainkan ponselnya.
Setelah 30 menit Mei pun baru keluar, melihat Mei keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk membuat Dio dedek.
__ADS_1
Dio terbangun.
"Honey" panggil Dio, Mei pun menoleh dan melihat wajah memelas suaminya itu tertawa.
"Yaampun laki gue mes*m amat" kekeh Mei.
"Istri gak ada ahlak, suami udah begini malah di ketawain" dengus Dio.
Mei berjalan mendekati Dio dan duduk di pangkuan suaminya itu, Dio yang melihat tingkah Mei tersenyum.
Ternyata Mei lebih mengerti daripada Dea kakak nya dulu, yang selalu menghindar dari Justin saat akan malam pertama.
Tanpa menunggu lama Dio mendekatkan wajahnya ke wajah Mei, dan men***m b*b*r Mei hingga Mel***t nya.
Dio mengangkat tubuh istrinya itu ke atas tempat tidur, ia merebahkan tubuh Mei dengan hati-hati.
Setiap pergerakan Dio membuat Mei melenguh, Dio sangat menyukai suara istrinya itu. anggap saja Mei saat ini tengah konser dengan dirinya.
Tanpa menunggu lama Dio pun memulai aksinya hingga terjadilah, apa yang seharus nya terjadi Mei menjerit karena merasakan sakit.
"Sayang kamu kan baru pertama kali tentu saja sakit" ucap Dio.
"Di kecilin dulu apa biar gak sakit, haihhh hiksss... bundaaaa Abang jahat Mei di sakitin" racau nya yang malah membuat Dio ingin tertawa.
"Sayang kamu bukannya manggil nama Abang kok malah manggil nama bunda" ucap Dio yang masih sibuk, Mei yang setengah sadar pun tersenyum ia baru sadar jika sedari tadi ia maracau memanggil nama Sisil.
"Araaagghhh, ini g*la bunda aku mau pulang jemput aku. katanya honeym**n itu en*k ini kok begini bikin tulang ku remuk kalo seperti ini" celoteh nya, Dio yang sudah selesai dengan pekerjaan nya berbaring di samping Mei dan memeluk tubuh polos istri nya itu.
Sesekali Dio tertawa mendengar Mei yang terus menggerutu, membuat Dio merasa gemas.
"Kamu bawel sekali" ucap Dio.
"Pantas saja dulu kak Dea selalu menghindar, tenyata ini benar-benar sungguh membuat ku sakit" celoteh Mei.
"Maaf" ucap Dio mengecup kening istrinya.
__ADS_1
"Hmmmmm ya, tidak apa-apa Abang" jawab nya.
karena merasa lelah keduanya pun tertidur dengan lelap, Dio memeluk Mei penuh sayang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: yang minta part Mei udah aku kasih ya 😁
N: kok ngakak ya gue 😂
A: apalagi gue yang nulis nya Uun 🤣
N: si Mei lucu Thor 🤣
A: pastinya Lo gak tau waktu belum nikah aja udah eror mereka, gimana sekarang 🤣
**N: di iya bener 🤣🤣🤣***
__ADS_1