Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 206


__ADS_3

Pagi ini Dea terlihat rapi juga cantik dengan pakaiannya, melihat pakaian Dea membuat Justin bingung. mau kemana istri kecilnya itu sampai berpenampilan rapi, satu yang Justin lupakan yaitu jadwal Dea ke kampus untuk menyerahkan tugas nya.


Karena Dea akan ke kampus tiga atau empat hari sekali, karena perintah yang mulia raja jadi Dea hanya menuruti nya saja. bahkan sesekali ia ke kantor milik ayah nya.


Meskipun di larang untuk bekerja oleh Justin namun Dea Masi kekeh, karena ia tahu jika nanti ia punya anak maka akan musnah sudah keinginan nya untuk bekerja.


Selama ini Dea membantu sang ayah bahkan membuat Rio bangga dengan kecerdasan putri sulung nya itu, Dea yang dengan cepat menarik perhatian para investor untuk bekerja sama dengan perusahaan ayah nya.


"Rapi banget" ucap Justin.


"Iya hari ini aku mau ngampus" jawab Dea.


"Kenapa gak bilang aku dulu?" tanya Justin.


"Siapa yang nggak bilang si Abang, kan Abang tau hari ini emang jadwal nya aku ke kampus" jawab Dea.


"Abis dari kampus mau kemana?" tanya Justin.


"Mau ke kantor" jawab Dea.


"Kamu ngapain si ay ke kantor ayah? aku kan udah bilang kamu gak usah kerja. aku gak mau kamu kecapean" ucap Justin. sebenarnya bukan itu Justin tidak ingin lengah dan membuat istrinya itu kenapa-napa.


"Abang aku gak bakal capek, lagian aku juga kan di bantu asisten ayah" jawab Dea lembut.


"Hah terserah, debat sama kamu gak bakal bikin aku menang" ucap Justin membuat Dea terkekeh.


"Hehe suami terbaik emang" ujar Dea mengecup sekilas pipi Justin.


"Ck. kecil-kecil genit" ucap Justin.


"Sekali-kali kan aku genitin suami" balas Dea tersenyum.


"Yasudah terserah kamu saja nona muda Abrisham" ucap Justin.


Saat Dea akan memasuki mobilnya Justin menghentikan Dea, dan memegang lengan sang istri.


"Ada apa bang?" tanya Dea.


"Kamu jalan gak boleh bawa mobil sendiri" jawab Justin.


"Abang plis" ucap Dea dengan wajah memelas.


"No! kamu harus ada temennya" ucap Justin.


"Haih terserah abang. menyebal_" ucapan Dea terhenti saat melihat mobil yang ia kenali masuk ke pekarangan rumah nya.


Dan saat yang punya mobil turun betapa terkejutnya Dea melihat itu adalah Julian, oh my dia akan di antar oleh sang ipar.

__ADS_1


"Hay kakak ipar" ucap Julian.


"Hay adik ipar" balas Dea.


"Bang" panggil Dea.


"Ya hari ini kamu akan di antar Julian" ucap Justin.


"Gila sii ini gila, anak presi*en aja gak sebegini nya" Grutu dea, namun ocehan nya membuat Justin dan Julian menggeleng.


"Yasudah aku jalan, kamu hati-hati. Julian jaga Dea baik-baik jangan sampai lecet" ucap Justin mengecup kening Dea.


"Yaampun Abang gue gak ada adab emang! berani banget kecup-kecup dengan muka gue" cetus Julian.


"Cari pacaran mangkanya" ucap Justin datar.


"Haihhhh, gue kan udah bilang bang kalo gue gak mau pacaran. pengen langsung nikah kaya elo" balas Julian, tanpa menggubris perkataan Julian Justin masuk ke dalam mobilnya dan berlalu begitu saja.


Setelah kepergian Justin Julian pun melakukan mobilnya menuju kampus Dea, setelah menempuh perjalanan selama 45 menit merekapun sampai.


Seperti biasa Mae selalu menunggu Dea di parkiran setiap Dea datang ke kampus, melihat seorang gadis menghampiri Dea Julian ternganga tanpa berkedip. hal itu membuat Mae yang di tatap kesal.


"Tutup mulut Jul" ucap Dea.


"Tau tikus masuk baru nyaho lo" Cetus Mae membuat Julian mendengus.


"What? kakak ipar maksudnya?" tanya Mae penasaran.


"Mai kita ke kelas yu" ucap Dea mengalihkan. Mae yang tidak ambil pusing pun mengiyakan keinginan Dea.


Keduanya memasuki koridor kampus, dan di tengah perjalanan Dea melihat Nina berjalan dengan Dodi. sebenarnya dia takut dan sedikit panik namun Mae menenangkan seakan berkata, gak usah takut gue ada buat Lo apapun yang terjadi.


Dan hal itu membuat Dea sedikit tenang dan tidak terlalu ketakutan, Mae dan Dea tidak mengindahkan Nina dan Dodi yang menyapanya.


...


Setelah selesai dengan urusan kuliah nya Dea mengajak Mae untuk ke rumah nya, karena ia tidak ingin menyembunyikan apapun lagi dari Mae.


Dea akan menceritakan semuanya kepada Mae namun tidak kepada Nina, Dea yakin Nina tidak akan bisa di percaya.


"Mau ikut ke rumah gue yu" ajak Dea.


"Ngapain? tumben ngajak gue ke rumah Lo?" tanya Mae penasaran.


"Mau gak mai?" tanya Dea.


"Gimana ya de, tapi gue juga gak sibuk sii. yaudah gue mau ke rumah Lo" jawab Mae membuat Dea tersenyum.

__ADS_1


Setelah mendapatkan Jawaban dari Mae Dea langsung menghubungi sekretaris ayah nya, mengatakan bahwa ia tidak bisa ke kantor hari ini. dan setelah itu Dea menghampiri Julian yang menunggu nya di parkiran.


"Jul aku balik bareng Mae ya" ucap Dea.


"Apa? gak bisa gitu dong de, bisa mam*us di gorok si Abang gue" balas Julian.


" Langsung pulang ko, Lo ikutin gue sama Mae aja dari belakang" ucap Dea.


"Jadi gue bodyguard Lo pada nih" tanya Julian. Dea pun mengangguk cepat, melihat Dea yang senang Julian pun mengiyakan permintaan Dea.


Ketiganya pun berlalu meninggalkan kampus, Dea merasa senang karena ia bisa berbicara banyak dengan Mae. lebih tepatnya Dea ingin jujur terhadap Mae sahabat yang selalu membela nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


***Selamat membaca 😊🤗


N**: tumben gak pake like dan komen Thor😁


A: nggak, gue gak mau bikin kalian mikir negatif 😁


N: tapi tetep kasi vote jangan Thor😁


A: ya kasi dong Uun Lo mah bener-bener dah😒


N: sama aja jamileh🤣


A: kasi ya Uun seikhlasnya aja😁


N: dikit gak apa-apa?


A: gak apa-apa, dengan kalian baca cerita yang gue buat pun gue udah seneng ko😁


N: wuiiihhh yang banyak ya😁


A: doain biar tangan gue gak keriting 🤣

__ADS_1


N: siap😂*


__ADS_2