
pagi hari pun tiba kanita menggeliat kan tubuh nya dan melihat jam didinding sudah memasuki pukul lima pagi, ia bergegas bangun dan masuk ke kamar mandi lima belas menit berlalu kanita pun keluar sudah mengenakan pakaian sekolah nya dilihat nya Sabil yang masih terlelap kanita pun berinisiatif untuk membangun kan Sabil karena hari ini Sabil sudah mulai sibuk lagi dengan pekerjaan model nya...
"kak bangun" ucap kanita menggoyangkan tubuh Sabil
"hmmmmm" suara Sabil masih dengan mata yang terpejam
"kakak ini sudah jam tujuh apa kau lupa jika hari ini kau mulai bekerja" usil kanita mengerjai Sabil agar terbangun
"hah apa jam tujuh? aduh kan kok kamu gak bilang dari tadi sii" ucap Sabil kaget lalu bergegas ke kamar mandi kanita yang melihat hanya terkikik kecil saja
"mangkanya kalau tidur itu jangan kayak kebo gitu kan jadi nya haha" gumam kanita sambil tertawa
setelah selesai mandi Sabil langsung masuk ke ruang ganti pakaian setelah itu ia keluar dan melihat kanita masih bersantai di atas sofa dengan ponselnya...
"kamu kok belum berangkat sekolah nanti telat loh" ucap Sabil menatap kanita dengan heran
"hehe tuh" unjuk kanita menunjukan jam didinding yang menunjukkan waktu pukul 5:30 Sabil yang melihat itu tercengang lalu ia berjalan menuju jendela dan melihat keluar masih terlihat agak gelap Sabil kembali menatap kanita dengan tatapan kesal karena sudah di kerjai...
"Kanita Adinda Pratama" teriak Sabil
"Putri Sabylla Artadinata" balas kanita yang juga berteriak
"kamu ihhhh kanita rese sii kamu kenapa gak bilang kalau ini masih pagi banget" ucap Sabil merengek
"apa sii kakak aku tuh udah bangunin kamu pelan-pelan tapi kamu gak bangun-bangun yaudah lebih baik aku bohong kan daripada nanti aku keburu berangkat sekolah terus kamu ketelatan gimana" ucap kanita menjelaskan
"ya iya juga sii tapi kan gak usah di boongin juga dek" jawab Sabil memelas
"hehe yaudah iya aku minta maaf oke udah bikin kamu panik" balas kanita Sabil pun mengangguk dan tersenyum
__ADS_1
di kamar lain Sisil dan Rio sedang bersiap-siap Sisil membantu Rio memakai dasi nya...
"sayang apa kanita dan Sabil sudah bangun?" tanya Rio Kepada Sisil
"sudah seperti nya mas soalnya sudah terdengar suara teriak-teriakan dari kedua anak itu" jawab Sisil
"teriak kenapa berteriak" tanya Rio
"entahlah tadi saat aku akan ke kamar mereka untuk membangunkan sudah ada suara-suara mungkin salah satu dari mereka ada yang jahil" balas sisil Rio pun mengangguk...
...
kanita keluar kamar dan melihat Eza yang sudah berada di ruang tamu kanita memutar badan nya melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 6:30
(apakah bertamu harus sepagi ini? bangun jam berapa dia hingga pagi-pagi seperti ini sudah nyangkut di rumah orang saja) batin kanita
Eza yang melihat kanita merasa bingung ia kerumah Rio karena Sabil meminta Eza untuk menjemput nya, karena Eza fikir kanita tinggal di rumah pak Gerry makanya Eza menuruti keinginan Sabil
"morning kak Eza" ucap Sabil yang berdiri di belakang kanita, kanita yang mendengar suara Sabil pun menoleh ke arah Sabil dan kembali menatap Eza
"morning" balas Eza tersenyum
kanita yang melihat itu bergegas ke ruang makan ia tidak ingin menjadi penghalang di antara kedua nya, Sisil Rio dan yang lain pun menghampiri kanita di meja makan...
"kan kamu berangkat sama siapa" tanya Rio Kepada kanita sementara Sisil sedang mengambil kan sarapan untuk rio
"aku berangkat sendiri kak" jawab kanita
"elo za ngapain pagi-pagi sekali sudah nyangkut di rumah gue" tanya Rio heran karena Rio mengira bahwa Eza akan menjemput kanita
__ADS_1
"gue" belum selesai Eza menjawab Sabil memotong omongan nya
"kak Eza ke sini jemput aku kak" ucap Sabil
Rio dan Sisil pun merasa kaget dan menatap Sabil lalu mengalihkan pandangannya kepada kanita, kanita yang sadar akan tatapan kedua kakak nya pun merasa tidak nyaman ia segera menghabiskan sarapan nya...
"kak aku jalan duluan ya" ucap kanita Kepada Sisil dan juga Rio
"eh kan kamu bareng aku aja" tawar Sabil namun kanita menolak nya
"eh tidak usah aku bawa mobil sendiri kok tadi pagi-pagi sekali supir di rumah papah udah anterin mobil yang biasa aku pakai" jelas kanita ia pun berpamitan semua orang yang berada di ruang makan menatap kepergian kanita...
...
di perjalanan tanpa terasa air mata nya menetes kanita berfikir ada apa ini rasa apa ini....
"aku tidak ingin menjadi perebut aku tidak ingin menjadi penghalang jika mereka ingin kembali maka biarkan saja aku akan pulang ke rumah papa aku tidak ingin keberadaan aku di rumah kak Rio menjadi penghalang untuk kak Sabil dan kak Eza ya aku harus pulang" gumam kanita
di tempat lain Eza telah selesai mengantarkan Sabil ke tempat kerja nya, Eza pun kembali ke kantor ya selain memiliki restoran yang besar Eza juga pengusaha sama seperti Rio ya bisa dibilang Eza orang ke tidak di antara ayah Sisil dan Rio pemilik perusahaan terbesar...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like dan vote nya😊 bagi koin nya juga ya 🙏😁