
Di salah satu bandara Carl baru saja tiba, ia pergi ke negara ini karena ingin menemui ana. Carl keluar dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh Justin.
Ia langsung menuju perusahaan yang saat ini di kelola oleh ana, saat tiba Carl keluar dan bersandar di mobil.
Ia melihat wanita canti berjalan di lobby dan mengarah keluar, ana yang baru saja keluar pun terkejut melihat kehadiran Carl.
Ana tersenyum dan menghampiri Carl yang juga tersenyum kepada nya, saat ia berhadapan tepat dengan Carl ana langsung menyapa lelaki itu.
"Hai, tuan muda" ucap ana, membuat Carl tersenyum.
"Hai tuan putri" balas Carl, membuat ana melengos.
"Ada apa hmmmmm" ucap Carl.
"Tidak" balas ana kembali tersenyum.
"Apa kau tidak merindukan ku" tanya Carl, membuat aja mendesis.
"Percaya diri sekali kamu ini Abang" ucap ana.
"Kamu gak usah boong si na, bilang aja kamu kangen aku kan nungguin aku kan" goda Carl.
"Ya, aku nunggu pangeran cebong menjemput ku" ledek ana.
"Kenapa harus cebong" cebik Carl.
"Lalu kau ingin aku manggil mu apa hmmmmm, pangeran katak kah?" tanya nya lagi.
"Tidak seperti itu juga" dengus Carl membuat ana tertawa kecil.
"Baiklah, ada apa Abang kemari tumben sekali" tanya ana.
"Aku akan menjemput permaisuri ku, dan aku akan membawa nya pulang tidak akan aku pulangkan dia lagi ke negara nya" cerocos Carl, membuat ana tertawa.
__ADS_1
"Hahaha, apakah permaisuri mu itu ada disini tuan" ledek ana.
"Kau ini menyebalkan sekali, tentu saja dirimu aku sudah berjanji akan menjemput mu bukan. maka aku tepati janjiku itu" ucap Carl tersenyum penuh arti, Carl menarik ana kedalam pelukannya.
"Aku merindukan mu sungguh, tidak ada yang berceloteh lagi kepada ku. tidak ada yang memperhatikan ku selain kamu" ucap Carl, karena dulu ana lah yang selalu mengingatkan Carl untuk selalu meminum vitamin nya.
Kadang-kadang juga Dea, tapi saat ini Dea sedang bersama dengan Dena di negara K. iya Carl menemui ana itu star perintah Justin ia ingin Carl yang sudah dewasa itu mengambil keputusan.
"Cih, kau itu seperti anak kecil saja" ledek ana membuat Carl melengos.
"Apa kamu marah" tanya ana.
"Tidak, aku tidak akan bisa marah kepadamu" balas Carl mencubit pipi ana.
"Abang ihhh jangan cubit-cubit" desis ana.
Kini keduanya saling menatap inikah hasil dari kesabaran ana selama ini, selama beberapa waktu tidak mendapatkan kabar dari Carl dan lelaki itu tiba-tiba ada disini di hadapan nya.
"Wajah menyebalkan Abang" balas ana membuat keduanya tertawa, huaaaa gue yang baper coy ngebayangin nya.
"Dulu Abang sangat menyebalkan, cih sok ganteng sok coll. meskipun emang kenyataan nya seperti itu" celoteh ana, Carl pun tertawa mendengar ucapan ana.
"Tapi kau menyukai nya bukan" tanya Carl.
"Mungkin aku hilap" goda ana, membuat Carl melotot. ia tidak menyangka ana akan berbicara seperti itu.
"Kau bukan hilap, tapi memang pada dasarnya kau menyukai ku" ucap Carl, ana pun tertawa dan melepaskan pelukannya.
"Aku bukan guling yang bisa kau peluk terus" cebik ana.
"Tapi kau menjadi candu untuk ku peluk" goda Carl membuat ana melengos, sejak kapan Carl pintar gombal seperti ini.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Carl
Ana
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Carl nya dikit-dikit aja takut ada yang patah hati 🤣
N: bener takut pada demo lagi 🤣
A: kalo demo gue yang patah hati 🤣
N: gila Lo gak gitu juga 😒
A: 🤣🤣🤣*
__ADS_1