Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 267


__ADS_3

Di rumah mewah bak istana dalam negri dongeng terlihat percakapan seorang anak dan ayah nya, lelaki remaja dan pria dewasa yang sudah memiliki tiga anak namun masih terlihat tampan.


Siapa lagi kalau bukan Rio Artadinata dan putranya Dio Anggara Putra Artadinata, Rio sengaja ingin mengajak Dio berbicara dari hati ke hati.


Rio tidak ingin putranya merasa tidak nyaman atau tertekan, sejauh ini Rio sudah bisa melihat kedekatan Dio dan Mei.


Maka dari itu Rio ingin mencari kebenaran mengenai keduanya, Rio tidak ingin melihat gadis ceria itu penuh pengharapan kepada putranya.


"Jadi gimana bang?" tanya Rio.


"Gimana apanya yah" balas Dio bingung.


"Hubungan kamu sama Mei bang" ucap Rio.


"Ya nggak gimana-gimana, ayah kenapa si" ujar Dio heran.


"Begini bang, selama ini ayah dan bunda diam soal kedekatan kamu dan Mei itu bukan berarti ayah gak tau. kamu anak lelaki ayah satu-satunya dan kamu harus ingat ayah paling gak suka sama laki-laki yang hanya memberi harapan tanpa kepastian." ucap Rio.


"Terus aku harus gimana yah?" tanya Dio.


Dengan perasaan campur aduk Rio meminta Sisil untuk memanggil Mei yang sedang berada di kamar, Sisil mengerti soal keinginan suami nya itu yang sudah tidak bisa di bantah.


Lagian Sisil juga takut akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, karena meskipun jarang Dio dan Mei pernah berada dalam satu atap.


"Ayah ngapain manggil Mei" tanya Dio.


"Biar semuanya jelas, ayah gak mau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. kalian itu sama-sama dewasa bahkan tinggal dalam satu atap yang sama" jawab Rio.


Tak lama kemudian mei pun tiba dan ia duduk di samping Sisil, melihat Rio dengan wajah serius nya Mei merasa takut.


"A_ayah manggil Mei" tanya nya.


"Ya Mei" jawab Rio.


"Apa Mei ada bikin salah?" tanya mei lagi.


"Nggak kamu gak ada salah nak" jawab Rio.


"Lalu" ujar Mei.


"Begini Mei, selama ini kamu tinggal satu atap sama Dio. kamu dan Dio dua orang berbeda yang sudah dewasa, dan ayah tidak ingin terjadi hal buruk kepada kalian berdua" ucap Rio.


"Jadi ayah mau usir Mei?" tanya nya polos, membuat Sisil tersenyum tipis.


"Bukan begitu sayang, kamu dengar kan ayah sampai selesai dulu ya" ucap Sisil lembut.


"Baiklah" ucap Mei.


"Ayah mau tanya sama Mei" ucap Rio.

__ADS_1


"Silahkan ayah" jawab Mei.


"Selama ini ayah selalu memperhatikan kedekatan kalian, dan ayah rasa kalian sudah cukup dewasa untuk mengambil sebuah keputusan bukan" ucap Rio membuat Mei terperangah.


(alama ketauan gue, aduh ko dag dig dug hatiku ya. mom aku belum mau di kawinin, eh salah di nikahin mom pengen lulus kuliah dulu gimana ini) batin Mei, menatap Dio.


"Ke_keputusan apa maksud ayah?" tanya mei.


"Apa Mei menyukai Abang?" tanya Rio.


"Damn, anu yah mei_" ucap nya terhenti.


"Ya kita memang saling menyukai yah" ucap Dio memotong perkataan Mei.


(haihhhh Abang gantle banget makin cinta aku 😂, eh astagfirullah gak boleh begitu Mei belum waktunya ini gimana sii) batin Mei lagi.


"Ap_apa" jawab Mei gugup.


"Mei suka sama Abang?" tanya Rio lagi.


"Em...maaf ayah kalo Mei bikin ayah kecewa" jawab nya menunduk, membuat Rio tersenyum.


"Kalo suka nggak apa-apa, ayah gak akan larang kalian. ayah hanya minta kalian untuk memperjelas semuanya" ucap Rio.


"Ayah tapi Mei belum siap untuk menikah, Mei mau kuliah dulu" lirih nya.


"Kamu denger bang, apa kalo Mei mau kejar cita-cita nya kamu bisa nunggu" ucap Rio kepada Dio.


"Jadi kapan kamu akan selesaikan kuliah kamu" tanya Rio membuat Dio terkejut.


"Ayah" rengek nya.


"Tiga bulan bang" ucap Rio.


"Empat bulan yah" tawar nya.


"Tiga bulan" ujar Rio.


"Iyalah iya tiga bulan, udah kaya di pasar aja tawar menawar" ucap Dio mengalah membuat Rio terkekeh.


Saat tengah berbincang tiba-tiba mereka di kaget kan oleh tuan putri, siapa lagi kalo bukan Dena yang super bawel dan centil.


"Ayaaaah" teriak nya berlari.


"Hay princess" ucap Rio memangku putri kecilnya itu.


"Ayah aku nanti kalo udah besar nggak mau di jodoin" celoteh nya, membuat Rio terkejut.


"Loh kenapa? di jodohin itu enak sayang kamu nggak usah capek nyari pacar" ledek Rio.

__ADS_1


"Pokonya aku nggak mau ayah, aku mau cari pacar sendiri aja. kalo aku nggak dapet-dapet ya aku mau sama Abang Carl aja" ucap Dena, dengan mata bulat yang berkedip-kedip.


Mendengar celotehan Dena membuat semua orang yang berada di ruangan itu tertawa, gadis kecil macam apa ini yang sudah memikirkan soal jodoh di usianya yang masih sangat kecil.


"Hei memang Abang Carl nya mau sama kamu princess" tanya Rio terkekeh.


"Harus mau lah, kalo Abang Carl nolak nanti aku aduin ke Daddy nya" jawab Dea polos.


"Memang siapa Daddy nya Abang Carl" goda Sisil.


"Abang Justin kan Daddy nya Abang Carl, jadi kalo Abang Carl jahat aku aduin" ucap nya sombong.


"Widihhhhh punya tameng mah beda" goda Dio.


"Iya soalnya kita gak bisa apa-apa bang kalo Dea udah bersuara." ucap Rio, Dio pun mengerti bukan hanya ayah nya saja bahkan dirinya sangat menghormati Dea yang menurut nya akan menjadi pengganti Sisil sang bunda.


"Dena mah kebiasaan ngadu Mulu sama Dea, ujung nya kita yang di manyunin yah" ucap Dio.


"Ya inilah adik kamu bang, udah kaya anak Dea banget" ujar Rio.


Semuanya terus meledek Dena yang terus berceloteh tentang Carl, Dena yang berkata bahwa Carl sangat tampan. dan berkata Carl baik dan juga manis.


Namun mereka tidak terlalu menganggap serius celoteh nya itu, karena mereka tidak ingin membuat Carl tidak nyaman. bukan hanya itu mereka semua berfikir bahwa Dena hanya mengagumi Carl, sudah hafal dengan sikap Dena yang centil bisa saja sesudah dewasa Dena mendapatkan cinta yang lain begitu fikir semuanya.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


N**: Thor Dena nya gumush 😂


A: iyadong bibit nya Rio 🤣


N: subur ya Thor 😂


A: bukan lagi Uun serba pas🤣


N: tepat banget 😂

__ADS_1


A: 🤣🤣🤣*


__ADS_2