Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 36


__ADS_3

disaat Sisil sedang mengatur nafas nya yang terengah-engah ia pun tersadar akan suara langkah kaki yang mendekat, karna tidak ada waktu untuk keluar ruang kerja Sisil pun memutuskan bersembunyi dibawah meja agar ia tidak bertemu dengan Rio...


"suara langkah kaki" Sisil pun bergegas berjongkok dan masuk kebawah meja menghapkan wajah nya ke pojokan meja


(ahhh sial kenapa aku harus bertemu dia di pagi hari begini sii, kenapa ga nanti siang saja setelah aku mempersiapkan diriku) batin Sisil menggerutu


Rio yang mengetahui persembunyian Sisil pun ikut berjongkok dibawah meja tepat di belakang tubuh Sisil, kehadiran nya membuat sisil sangat kaget...


"apa yang sedang kau lakukan tuan putri" tanya Rio pelan, Sisil yang mendengar itu terperanjak hingga kepalanya membentur meja


"aaaaaaaa....... Duk" teriak Sisil disusul dengan suara benturan kepalanya dengan meja


niatnya mau berdiri karna tidak sadar bahwa dirinya sedang bersembunyi dibawah meja sehingga membuat ia kejedot...


"a......awuhhh, apa yang kau lakukan di belakang ku tuan muda" tanya Sisil sambil memegang kepalanya dan keluar dari bawah meja yang diikuti oleh rio


"seharusnya aku yang bertanya, apa yang sedang kau lakukan? apa kau sedang mencari tikus" balas Rio heran dengan tingkah Sisil


"a......aku, ahh iya aku sedang mencari barang jepit rambut ku yang terjatuh" alasan Sisil


"kurasa kau tidak memakai jepit rambut, bahkan rambut saat ini sedang diikat" ucap Rio lagi...


Sisil yang sadar akan rambut nya yang terikat pun menggerutu....

__ADS_1


(ahhh bodoh Sisil kenapa kau begitu bodoh memberi alasan yang bahkan tidak sadar dengan penampilan mu dasar payah) batin Sisil


"a.....anu tuan" belum sempat Sisil menyelesaikan kalimatnya namun sudah dipotong oleh Rio...


💞 💞 💞


"sudahlah selesai kan pekerjaan mu dan antarkan berkas yang perlu aku tanda tangani keruangan ku" ucap Rio tegas


"ba.....baik tuan" sisil menunduk


Rio dan Rey pun masuk kedalam ruangan nya.


"mohon maaf tuan anak cabang perusahaan yang diluar kota sedang bermasalah" ucap Rey memberi tahu


"pergilah Rey selesai kan masalahnya" ucap Rio memerintahkan


"tapi tuan" jawab Rey ragu


"tidak Rey aku yakin kau mampu menyelesaikan semuanya, selama ini kau yang paling bisa aku andalkan" balas Rio lagi


"baiklah tuan kalau begitu saya permisi, dan secepat nya saya akan kembali" ucap Rey


"baiklah selesaikan dengan baik" tambah Rio, Rey yang mendengar ucapan Rio pun bergegas pergi...

__ADS_1


Sisil yang melihat Rey keluar pun heran tidak seperti biasanya ia meninggal kan Rio... tapi Sisil tidak ingin mencampuri urusan nya iya sedang berfikir keras bagaimana ia harus menghadapi Rio...


"bagaimana aku bisa menghadapi beruang kutub yang menyebalkan itu, bahkan pagi-saja dia sudah membuat ku sial! gara-gara dia kepala ku menjadi korban" gerutu Sisil


"tapi jika aku tidak masuk kedalam ruangan nya mungkin bukan cuma kepala ku yang menjadi korban, mungkin dia bisa memakan ku hidup-hidup" gumam Sisil sambil mengerenyitkan dahinya...


(ahhh sudah lah lebih baik aku masuk saja jangan lupa berdoa dulu agar aku selamat dari nya) batin sisi, iya pun berjalan menuju ruang kerja Rio sambil menenangkan hatinya yang merasa deg-degan dan takut yang melanda...


.


.


.


.


.


***Bersambung....


jangan lupa like sama vote nya ya🙏😊


Mon maaf author nya bawell minta vote sama like Mulu😁***

__ADS_1


__ADS_2