Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 253


__ADS_3

Hari ini Mae dan Mei berkunjung ke rumah mami alin, yang lokasi nya di depan rumah Rio.


Mei dan Mae langsung masuk dan mengucapkan salam, suara cempreng Mei dan Mae membuat penghuni rumah kaget.


"Assalamualaikum" ucap Mae dan Mei bersama.


"Walaikumsalam, eh ada anak gadis siapa ini" balas mami alin.


"Mami, apa kabar" ucap Mae basa-basi.


"Alhamdulillah mami baik dong" jawab mami alin.


"Mi kita mau pinjem kakak Dea mi" ucap Mei, mami alin yang sudah mengerti pun tersenyum.


"Bawa aja, nggak apa-apa kok" ucap mami alin.


Tidak lama setelah itu Julian muncul dan menatap tajam Mae, sungguh tatapan Julian membuat Mae bergidik ngeri.


"Ngapain Lo" tanya Julian sinis.


"Dihhh kepo Lo" jawab Mae tak kalah sinis.


"CK. ngapain Lo di rumah gue?" tanya Julian datar.


"Hak gue lah, mu gue di rumah Lo kek. di rumah emak moyang Lo kek, itu gak gue" sinis Mae.


"CK.dasar cewek aneh" ujar Julian.


"Cih daripada elo, playboy kelas teri" dengus Mae.


"Apa Lo bilang?" geram Julian.


"Lo playboy kelas teri" tegas Mae.


"Lo_" kesal Julian, ucapan nya terhenti saat melihat Dea menatap nya tajam.


"Ada apa ni?" tanya Dea, sungguh Mei menganga ternyata bukan hanya di rumah Rio saja. bahkan di rumah Julian Dea begitu di hargai.


"Apa lagi yang di lakuin adik kamu sayang, kalo bukan ngajak debat" ucap mami alin.


"Ngapa Lo" tanya Dea, membuat Julian mendengus.


"Nggak" jawab nya.


"Awas Lo macem-macem, gue potong idung Lo" ancam Dea.


"G*la Lo ya, mana ada idung gue di potong" balas Julian.


"Udah diem Lo, kebanyakan ngomong gue sumpel pake pempers mau Lo" ucap Dea.


"Udah lah de, orang model begitu ngapa di urusin. ayo kita pergi aja" ujar Mae.

__ADS_1


Mae, Mei dan Dea pun pergi menuju butik untuk mencoba gaun pengantin Mae. Dea dan Mei memperhatikan wajah mae, ada rasa tidak tega. pasalnya Julian sangat berbeda dengan Justin.


Setibanya di butik mereka langsung masuk ke dalam dan di sambut beberapa pegawai butik, Dea meminta manager butik untuk membantu Mae mencoba gaun pengantin nya.


Setelah selesai dengan urusan gaun pengantin mereka bergegas pulang, Dea mengantar Mae dan Mei ke rumah Rio.


...


Ke esokan harinya Dea dan mami alin di sibukkan dengan hotel, dimana Mae akan melakukan acara ijab Kabul nya.


Dea menggandeng tangan ibu mertuanya itu, tidak lupa ia mengenakan masker karena pernikahan Dea belum tersebar.


.


.


.


.


Setelah selesai acara kesibukan itu hari ini tiba dimana Dea mengadakan wisuda nya, ia akan segera mendapatkan gelar S1.


Dea menjadi lulusan terbaik pertama, dan Mae berada tepat di bawah nya. kedua gadis itu menjadi pusat perhatian, pasalnya selama ini Dea dan Mae memang bukan hanya cantik namun keduanya juga sangat cerdas.


Setelah selesai dari kampus mereka segera pulang, Dea mendapatkan banyak kejutan dari Justin.


...


Malam hari pun tiba dimana saat ini justin tengan mengajak istrinya untuk kencan, Justin menutup mata Dea.


"Rahasia sayang" jawab Justin.


"Ko gelap ya bang, ini mati lampu ya" ceplos dea, membuat Justin terkekeh.


"Kan mata kamu di tutup sayang" ucap Justin.


"Oiya lupa aku" balas Dea.


Merekapun tiba di salah satu ruangan, Dea perlahan membuka matanya. betapa takjub nya Dea dengan pemandangan di hadapan nya.


Mata Dea berkaca-kaca ia menoleh ke arah suaminya, sementara yang di tatap hanya tersenyum mengangguk.


Dea berhambur ke pelukan sang suami, ia menangis tersedu-sedu. Dea tidak menyangka jika Justin bisa melakukan semua ini.


"Hey kenapa?" tanya Justin.


"Hiks...hiks...jahat" jawab Dea, memukul pelan dada Justin.


"Ko jahat" tanya Justin, Dea mendongak menatap wajah tampan suaminya.


"Cihehe kok bisa sweet si Abang" ucap Dea, dengan suara serak. dan hal itu membuat Justin tersenyum.

__ADS_1


"Kamu suka sayang?" tanya Justin.


"Sangat, aaaahhhh rasanya aku ingin melompat. tapi malu hehe" jawab Dea.


"Menggemaskan babyh" ucap Justin membuat pipi Dea merona.


Merekapun melakukan makan malam, dan setelah selesai Justin memberikan kalung berlian dengan liontin inisial nama keduanya.


Kalung dengan liontin huruf Jd itu telah terpasang di leher jenjang Dea, Justin mengecup mesra leher istri nya itu.


Dea berbalik menatap wajah Justin, ia mengalungkan tangannya ke pundak sang suami. Justin yang melihat itu langsung memeluk pinggang ramping Dea dan mel*mat mesra bibir Dea.


Justin membopong tubuh Dea kedalam kamar yang tidak jauh dari ruangan tempat dia makan malam, Justin membaringkan tubuh Dea dengan lembut.


"Kita bikin adik sayang" bisik Justin, membuat Dea merona.


"Rese" ucap Dea.


"Plis, mau ya. abang sudah tidak sabar di panggil Daddy" ujar Justin, tanpa berfikir panjang Dea mengangguk tanda setuju.


Mendapatkan persetujuan dari Dea Justin langsung melepaskan pakaian Dea satu persatu, hingga kini tubuh keduanya polos tanpa sehelai benang pun. maka terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


Justin Putra A.



Dea Anggita Putri A.



.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: eh Uun, buat temen Lo yang bilang ceritanya bertele-tele. bilangin apa kalo cepet-cepet ini cerita gue nanti cepet tamat Uun πŸ˜’


N: nyantai aja apa, gue belum liat kekonyolan Julian eh😁


A: daripada bilang bertele-tele mending bikin cerita sendiri deh, awal terus langsung Lo tamatin biar kagak lama kaya gue😁


N: kagak asik jamileh hilihπŸ˜’


A: biar cepet kelar, cepet tamat. nanti kalo udah tamat gue mau istirahat dulu ya Uun πŸ˜‚


N: kagak ada lah langsung lanjutin, gue gak mau nunggu soalnya πŸ˜‚

__ADS_1


A: kejam nya πŸ˜’


N: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*


__ADS_2