
Hari ini Dena dan Sisil sudah kembali ke negara K, Dena begitu terlihat bahagia saat sudah berada di negara ini.
"Seneng banget kamu de" ucap Sisil.
"Udah ya Bun ya, aku mau tumbuh gede disini, so plis jangan ajak aku pulang lagi. kalo bunda mau pulang tunggu aku udah jadi mahasiswa atau udah kerja" celoteh nya
"Ngaur, berapa lama lagi itu kamu heh. masa pulang ke negara kelahiran sendiri nggak mau" ucap Sisil.
"Biarin aja, aku nggak mau pulang sebelum sekolah aku selesai Bun" rengek nya.
"Ada apa ni kok ribut-ribut" ucap Rio yang baru saja datang.
"Ayah bilang bunda kalo Dena nggak mau pulang-pulang lagi, sebelum sekolah nya dena selesai" ucap Dena.
"Kenapa begitu sayang" tanya Rio.
"Dena nggak mau ganggu fokus sekolah Dena, kalo ayah sama bunda mau pulang nggak apa-apa Dena bisa tinggal disini sendiri. asalkan ada mbak-mbak" jawab nya. dan Rio mengerti akan hal itu, putrinya yang satu ini memang berbeda.
"Yasudah tidak apa-apa, kita tidak akan memaksamu untuk pulang nak" ucap Rio, ia memeluk tubuh Dena.
Meskipun Dena jauh Justin tidak pernah melepas tanggung jawabnya kepada adik bontotnya itu, dia selalu memantau Dena karena Dena adalah kesayangan nya selain Dea, Aiden dan Carl.
Bahkan Justin sering mengirimkan barang-barang terbaru yang diinginkan oleh Dena, Sisil dan Rio tidak bisa berkata apa-apa lagi. ia bersyukur karena Justin sangat menyayangi Dena.
Bahkan jika Justin sedang bepergian ke luar negeri, ia akan menyempatkan diri untuk mengunjungi Sisil dan Rio. dengan tujuan melihat keadaan Dena, Dena sudah seperti anak nya sendiri. karena Dena lah yang begitu manja kepada Justin, karena itu pula Dena sangat menyayangi Justin seperti ayah nya sendiri.
...
Bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, Aleta dan Aiden kini sudah berusia dua tahun. mommy Aleta sedang mengandung anak kedua nya, sementara Aleta lebih sering bersama dengan Dea.
"De Mae mabok tuh" ucap mami alin.
"Mi, Aleta nya ambil bawa sini kasian" ujar Dea.
"Kamu aja yang ambil, mami mau ajak ai ke taman" ucap mami alin.
__ADS_1
"Mami mah elah" ujar Dea, ia memberikan Aiden kepada mami alin.
Dea berjalan menuju kamar Mae, disana ada Mae yang berbaring di atas tempat tidur dan Aleta yang duduk di hadapan nya.
"El" panggil Dea.
"Mom" panggil Aleta.
"Ikut mom yuk, main sama Abang ai aja. kasian mommy El lagi sakit" ujar Dea.
"Iya de maaf ya tolong jagain El dulu" ucap Mae, wajah nya terlihat pucat.
"Iya Mai gak apa-apa kok" ucap Dea.
"Ayo El kita keluar" ajak Dea, saat Dea akan keluar Julian datang bersama dengan dokter.
"Eh Mae mau di periksa kah?" tanya Dea.
"Iya abis gue bingung, si Mae Midun apa masuk angin dari semalem muntah-muntah Mulu" ucap Julian.
"Yaudah coba periksa dulu" ujar Dea..
"Bagaimana dok" tanya Julian.
"Selamat pak, nona sedang mengandung dan usia kandungan nya sudah memasuki Minggu ke tujuh. untuk menghilangkan rasa mual nya saya akan memberikan vitamin kepada nona" jawab dokter itu, yang membuat Julian mematung. bukan tidak ingin tapi Aleta saja masih kecil.
"Terimakasih dok, mari saya antar kedepan" ucap Dea, ia menyadari jika Julian masih terkejut.
"Jul" panggil Mae, setelah kepergian Dea.
"Hmmmmm" sahut Julian.
"Kamu nggak seneng ya" tanya nya.
"Aku seneng kok sayang, aku gak mungkin nggak seneng kan" jawab Julian.
__ADS_1
"Maaf" lirih Mae.
"Bukan salah kamu mai, udah jangan sedih oke" ucap Julian, ia memeluk Mae dan menciumi wajah istrinya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading ππ€
***A**: ini aku kebut biar cepet selesai, udah gatel tangan gue pengen nulis Dena gede dan keluarga yang lainnyaπ
N: pokok nya launching nya barengin π
__ADS_1
A: doain ya Mun biar kekejar π
N: siap Thor π*