
kanita sampai di alamat yang di tunjukan oleh gio ia pun berjalan menuju kamar yang gio katakan setelah menekan bel beberapa kali akhirnya pintu pun terbuka...
"lama banget si Lo" ucap Eza yang belum menyadari bahwa yang berada di hadapan nya adalah kanita
"kak Eza" ucap kanita terkejut
"kamu" jawab Eza tak kalah terkejutnya
"kakak ngapain disini" tanya kanita
"lah yang harus nya nanya itu aku kamu kenapa bisa ada disini" jawab Eza
"aku kesini di suruh sama kak gio buat nganterin bubur ini" ucap kanita menunjukan kantong plastik yang berisi bubur di tangan nya
"kok kamu yang bawain si gio nya kemana" tanya Eza bingung
"gak tau aku cuma di mintain tolong buat bawain ini aja" jawab nya sambil menyodorkan kantong ke pada Eza
"kampret" umpat Eza dengan kesal
"eh iya ayo masuk dulu kan" ajak Eza
"gak usah kak aku langsung pulang aja ya" Eza yang mendengar itu merasa kecewa namun ia memikirkan cara untuk menahan kanita
"aduh" lirih Eza sambil memegang kepala nya
"loh kak Eza kenapa" tanya kanita bingung
"kepala aku sakit banget kan pandangan juga mulai gelap" lirih nya lagi
"eh kak jangan pingsan disini nanti aku gak bisa gotong nya" ucap kanita polos
"serius ini kan pusing banget" jawab nya
"yaudah ayo aku anter ke kamar kakak ya" ucap kanita sambil menuntun Eza
"kak jangan pingsan ih ini kamar nya yang mana" tanya kanita saat sampai di depan kedua pintu ruangan
"yang ini kan kamar aku yang ini" jawab nya menunjukkan satu ruangan dan kanita pun membuka pintu nya dan masuk
setelah membaringkan Eza dia bergegas ke dapur untuk mengambil mangkuk dan sendok ia pun segera kembali ke kamar Eza...
"kakak mending makan dulu ya" ucap kanita lalu menyandarkan tubuh Eza ke kepala tempat tidur kanita pun menyuapi Eza dengan telaten Eza menatap kanita dengan rasa senang karena akhirnya dia bisa berada dekat dengan gadis yang ia cintai meskipun kanita belum mengetahui nya...
setelah makanan selesai kanita memberikan Eza obat dan segelas air putih saat selesai meminum obat seseorang datang menghampiri Eza dan membuat kedua nya terkejut...
__ADS_1
"kanita" ucap gadis yang berada di ambang pintu kamar Eza kanita pun menoleh ke arah suara itu...
"kak Sabil" jawab kanita jujur hati nya merasa tidak enak saat Sabil melihat dia berada di kamar Eza
"kamu lagi ngapain disini" tanya Sabil
"a...aku...kan aku..." jawab kanita gugup
"apa" balas Sabil
melihat wajah sang kakak sudah tidak melow kanita pun memutuskan untuk pulang ya mungkin itu lebih baik menurut nya meskipun dengan hati yang campur-campur kaya es buah ya..
"a...aku pamit pulang" ucap kanita cepat lalu meraih tas nya saat ia akan melangkah kan kaki Eza menarik tangan nya dengan kencang hingga membuat kanita jatuh kedalam pelukannya...
"mau kemana" tanya Eza Sabil yang melihat itu merasa mata muka dan hati nya begitu panas ya karena Eza tidak pernah seperti itu sebelumnya tapi Kepada kanita dia melakukan itu bahkan di hadapan nya...
"kak lepasin, aku mau pulang" ucap kanita namun Eza tidak menggubris nya
"kak Eza lepasin kanita" ucap nya lagi dengan nada yang agak tinggi namun masih tetap saja
"kak Eza lepasin kanita mau pulang" teriak kanita dan memberontak agar Eza melepaskan pelukannya sumpah demi apapun kanita sudah tidak bisa menahan air mata nya begitu pun dengan Sabil ia sudah lebih dulu meneteskan air matanya
"nggak aku gak bakal lepasin kamu" ucap Eza mengeratkan pelukannya
"iya aku gila kanita, gila karena kamu" tegas Eza
"lepasin kak Eza kasian kak Sabil lepasin" teriak nya yang terus memberontak
"kenapa kamu lebih kasihan sama orang lain dari pada sama diri kamu sendiri" bentak Eza yang membuat kanita diam dan Sabil terlonjak kaget
(kanita Lo gak bisa kaya gini jangan lemah ayo Lo bisa lepas dari kak Eza ayo kanita Lo liat kak Sabil yang nangis dan mematung di depan Lo ayo kanita pasti bisa) batin kanita sambil menatap Sabil di sebelah nya
"kak Eza kanita bisa tahan diri kanita dan kanita gak mau nyakitin kak Sabil lepasin kanita" teriak nya lagi namun Eza masih saja memeluk nya hingga kanita berontak dan menggigit tangan Eza namun peria itu tetap tidak bereaksi
"kanita jangan sakitin kak Eza" teriak Sabil saat melihat kanita menggigit tangan Eza mendengar itu kanita menoleh
"kanita capek kanita pengen pulang kak Eza lepasin" teriak nya dan terus memberontak
kanita merasa kehilangan akal untuk melepaskan diri dari dekapan Eza hingga akhirnya ia meraih gelas dan membenturkan kepada meja hingga gelas itu pecah...
pyaaaaarrrrrr... suara gelas yang di pegang kanita pecah
"kanita" teriak Sabil saat melihat kelakuan adik nya
"lepasin kanita atau kak Eza akan liat kanita terluka" ancam kanita sambil mengarahkan pecahan gelas itu ke tangan nya
__ADS_1
"kamu ngancam saya" tanya Eza tanpa melepaskan kanita
"tidak jika kakak ingin melihat nya maka aku akan melakukan nya di hadapan kakak" jawab kanita masih di tengah tangis nya
"jangan gila" ucap Eza
"lepasin atau" ucap kanita yang sudah menekan pecahan gelas itu pada tangan nya Eza yang melihat itu sontak menarik pecahan gelas itu hingga dekapannya mengendur kanita memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan diri dan berlari sekencang nya...
"kanita tunggu" teriak Eza saat melihat noda darah di pecahan gelas itu ya tangan kanita sedikit berdarah....
"kak Eza" panggil Sabil dengan Isak tangis nya Eza pun menoleh kepada nya
"apa maksud dari semua ini" tanya Sabil Eza yang melihat itu mendudukkan dirinya di hadapan Sabil
"jawab kak kenapa kanita ada di sini bahkan kakak selalu melarang ku untuk ke kamar kakak" teriak Sabil
"Sabil aku" ucap Eza ragu
"apa kak" tanya Sabil
"aku" jawab Eza ragu
"kakak bahkan kakak meluk kanita di depan aku kakak melakukan itu agar kanita tidak pergi bukan" teriak Sabil dengan air mata yang mengalir
"iya aku...Sabil aku sayang sama kanita" ucap Eza lirih Sabil yang mendengar itu benar-benar merasa sakit dan sesak apa yang dia fikirkan selama ini benar dan dengan itu pula apa yang harus dia lakukan juga akan terjadi ia harus merelakan Eza untuk kanita meskipun sulit tapi dia harus bisa, tapi mungkin untuk saat ini Sabil butuh waktu untuk sendiri dulu dan memikirkan semuanya...
"kakak" ucap Sabil lirih dan pergi di hadapan Eza
"Sabil tunggu" teriak Eza namun tidak di gubris oleh Sabil ia terus berlari keluar dan mengendarai mobil nya dengan cepat ia merasa hancur adik yang ia banggakan bahkan ia tidak ingin kehilangan sosok sang adik yang selama ini telah menghindar dan baru saja merasa dekat namun ia merasa telah di pisah kan kembali sesakit itukah yang harus ia rasakan hari ini....
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like sama vote nya 🙏😉
__ADS_1