
Mami alin yang merasa panik langsung kembali ke rumah nya, namun ia menyuruh para bodyguard nya untuk mencari Aiden terlebih dahulu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup macet dan membuat jantung nya jedag jedug mami alin pun tiba di rumah, saat masuk ke dalam rumah ia melihat Mei dan Dio yang tengah bermain dengan Aleta.
Namun mami alin yakin jika Dio ingin menemui keponakan tersayang nya yaitu Aiden, selama ini Dio sering menemui Aiden karena ia akan belajar bermain dengan seorang anak kecil.
"Mi" panggil Mae membuat mami alin tersentak kaget.
"Astagfirullah, kamu ngagetin aja" ujar nya dengan penuh keringat, ia tidak membayangkan bagaimana Justin akan murka. melihat Aiden di tinggal ke rumah sakit aja Justin udah kalang kabut kaya kebakaran jenggot apalagi sekarang anak nya hilang.
"Mami udah balik, Aiden mana" tanya Mae membuat mei dan Dio menoleh.
"Mae aduh kaki mami gemetaran, tolong panggil Abang sama Dea tolong" ucap mami alin membuat Mei, Dio dan Mae bingung.
"Mami ada apa si Aiden mana" tanya Mae mulai panik.
"Mai jangan bikin mami tambah panik, panggil dulu Abang sama Dea" ucap mami alin. Mae langsung menyuruh ana untuk memanggil dea dan Justin.
"Mi Aiden mana" tanya Mae kali ini mulai mendesak.
"Mai hiks...hiks...ai_ Aiden hilang Mai" ucap mami alin membuat Dea yang menuruni anak tangga terkejut, begitupun dengan Justin yang berdiri tepat di belakang Dea.
"Mami jangan bercanda mi" ucap Mae.
"Mami serius mami gak bohong mau, Mei Dio apa muka mami keliatan kaya orang lagi bercanda" teriak mami alin yang sedih dan khawatir.
Saat Dio akan menjawab mereka semua di kaget kan oleh teriakan Dea, inilah yang di takutkan mami alin bukan hanya Dea melainkan juga Justin.
Melihat tatapan Justin yang berada di belakang Dea mami alin semakin gemetaran, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan Justin lakukan.
"Mami" teriak Dea, wanita hamil itu berjalan cepat menuju mami alin hingga membuat semua orang khawatir.
"Dea pelan-pelan" ucap Mae memegang tangan Dea, namun Dea menepis nya.
"Mana Aiden" tanya Dea dengan tatapan membunuh nya.
__ADS_1
Sungguh mami alin baru kali ini melihat tatapan Dea yang penuh amarah, ia tidak pernah membayangkan jika dirinya akan melihat amarah Dea.
"Dea maafin mami Aiden....Aiden hilang bahkan mami sudah mencoba mengejar nya sungguh" ucap mami alin membuat Dea menghela nafasnya, baiklah ini bukan salah ibu mertua nya.
Dea berbalik menatap Justin lelaki yang mengijinkan putranya di bawa pergi, Julian dan Dio yang melihat tatapan Dea pun mulai menciut.
"Dimana Aiden, bukan kah Abang selalu memberikan pengawal untuk nya pergi. kenapa anakku bisa hilang" teriak Dea membuat Justin murka, ia salah membiarkan putranya pergi hari ini.
"Siapa yang membawa putraku, mami tau bukan oarang yang membawa nya kenapa mami pulang tanpa membawa putraku" teriak Justin membuat mami alin menangis.
"Orang itu terlihat seperti seorang wanita bang, sia memakai pakaian serba hitam mami tidak bisa melihat wajah nya" jawab mami alin, Mei memegang pundak Dea karena melihat Dea begitu lemah.
"Kenapa mami membiarkan Aiden berjarak dengan mami" ujar Justin.
"Araaagghhh!" teriak Justin.
" Aiden aku bersumpah siapapun yang membawamu akan ku hancurkan hingga ke akar nya. tidak akan ku biarkan mereka hidup di dunia ini barang semenit pun" pekik nya.
"Aiden hiks...hiks... Aiden" teriak Dea namun tiba-tiba tubuhnya ambruk di atas lantai, untung saja sejak tadi Mei dan Mae berada di sisi kiri dan kanan Dea.
"Kakak bangunlah" ucap Mei melihat Dea tidak sadarkan diri, namun mulutnya terus menyebutkan nama Aiden.
Justin semakin frustasi karena melihat Dea ia segera mengangkat tubuh istrinya itu ke kamar yang berada di lantai bawah, karena Justin tidak ingin Dea turun naik tangga dengan keadaan yang seperti ini.
"Bang bagaimana ini" tanya Dio dan Julian.
"Kita harus mendapatkan orang itu Dio" ucap Justin.
"Bang kita harus segera memperkenalkan Carl, karena aku yakin ini ada kaitannya dengan keluarga carl" ucap Julian.
"Bagaimana ini Carl masih akan kembali satu bulan lagi" ucap Justin, ia juga yakin masalah ini ada hubungannya dengan keluarga Carl.
"Bang suruh Carl mempercepat semuanya, ini sudah tidak bisa kita tunda lagi. aku yakin bang setelah Dea sadar ia akan mencari tau mengenai penculikan ini" ucap Dio yang tahu bagaimana sikap Dea.
"Carl harus segera melakukan semua nya bang, ini mereka yang memulai bukan kita dan gue yakin Carl gak akan terima jika Aiden kenapa-napa" ucap Julian.
__ADS_1
Justin buru-buru lari ke ruang kerja nya ia menghubungi Carl dan para anak buah nya untuk terus mencari Aiden, Justin bersumpah jika ada gores di tubuh putranya meski secuil pun ia tidak akan membiarkan semua itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: tegang gue Thor 😭
A: jangan kan elo gue aja yang nulis takut un 😭😂
N: sue Lo ya, lanjut inimah pokok nya angan gantung 😭😂
A: lanjut nanti gue istirahat bentar ya 😂
N: pokok nya jangan lama 😂
A: oke 😉😂*
__ADS_1