
Pagi hari semuanya sudah berkumpul di meja makan, Dea, mami alin, Justin dan juga Carl. mereka semua masih menunggu sepasang pengantin baru yang belum keluar kamar.
Namun tak berapa lama nampak lah Julian dan Mae yang berjalan mengekor di belakang suaminya itu, melihat tingkah Mae dan Julian membuat semua yang berada di ruang tamu tersenyum.
"Cieeee manten baru mah beda" goda mami alin.
"Apasi mi" sahut Julian.
"Gimana semalam nyenyak gak?" goda mami alin.
"Badan aku pada sakit gara-gara tidur di lantai" dengus Julian.
"Ya bagus, itu artinya kamu nanti gak boleh lagi nyuru istri kamu tidur di lantai" ucap mami alin.
"Carl nanti kamu kalo di jodohin sama mami sama Daddy jangan mau" ucap Julian tiba-tiba.
"Hah?" balas Carl bingung.
"Iya jangan mau Carl, gak enak udah gak cinta tersiksa pula" ucap Julian.
"Nggak usah hasutin anak gue Jul, Carl Masi kecil jangan di racunin" ucap Justin.
"Apasi bang kan emang bener, buktinya Lo aja nikah di jodoin sama mami" ujar Julian tak mau kalah. dan itu membuat Carl menatap Justin dan Dea bergantian.
"Tapi mami dan Daddy bahagia uncle meskipun di jodohin" ucap Carl membuat Dea tersenyum.
"Iya sekarang dulu sama kaya uncle berantem Mulu" ucap Julian.
"Berarti itu artinya uncle juga nanti bakal bahagia kaya mami sama Daddy" ujar Carl membuat Julian melongok.
"Bisa aja kamu ah jawab nya" ucap Julian membuat Carl tersenyum.
Merekapun memulai sarapan dengan tenang, setelah selesai sarapan Justin dan Carl pamit. Carl berangkat bareng bersama dengan Justin karena sekolah dan kantor Justin searah.
...
Di rumah lain terlihat dua orang remaja yang tengah berdebat, si wanita tidak ingin mengalah begitupun si lelaki. keduanya memperebutkan untuk mengajak Carl jalan-jalan.
"Poko nya Carl harus jalan sama Mei" ucap Mei.
"Nggak bisa begitu dong Mei, Carl harus jalan sama Abang" ucap Dio.
"Nggak mau, Carl harus sama Mei" kekeh nya.
"Yaudah gimana kalo kita berdua jalaln sama Carl biar adil" ucap Dio, sebelum Mei menjawab Sisil memotong lebih dulu.
"Gak bisa Carl mau bunda ajak kerumah Oma dan opa" ucap Sisil membuat keduanya menganga.
__ADS_1
"Nggak bisa gitu dong bunda, kita juga mau jalan sama Carl" ucap Dio.
"Boleh tapi nggak sekarang, Mei kamu segera pergi ke sekolah nanti terlambat" ucap Sisil.
"Iya bunda" jawab Mei dengan lesu.
Mei pergi ke sekolah di antar oleh Dio, keduanya melakukan perang dingin tidak ada yang bicara satupun. mereka sibuk dengan fikiran nya masing-masing, namun bukan Mei namanya jika tidak bisa bersama dengan Carl.
Tapi satu hal Mei harus berdebat sengit dengan adik bontot nya yang centil itu jika kekeh ingin bersama Carl, hah rasanya Mei merasa kesal.
...
Di sebuah perusahaan terlihat dua wanita yang tengah duduk di sofa, yaitu Dea dan Mae karena Mae sudah memohon kepada Dea agar bboleh ke kantor bersama nya.
Tidak ada pilihan lain Dea pun menyetujui nya, kini keduanya tengah berbincang mengenai sesuatu yang penting.
"De" panggil Mae.
"Ya" sahut Dea.
"Itu si Carl beneran gak apa-apa Lo angkat anak" tanya Mae, membuat Dea menunda pekerjaan nya.
"Iya gak apa-apa" jawab Dea.
"Yakin gak bakal ada masalah de" tanya Mae lagi.
Ya memang saat Carl sudah tinggal bersama Dea, Justin segera mencari tahu mengenai keluarga Carl. dan satu hal yang membuat Justin terkejut adalah papa Carl yang tidak menginginkan anak laki-laki, jika kebanyakan orang menginginkan anak laki-laki maka tidak dengan papa Carl. karena dia hanya ingin anak perempuan yang bisa di peralatannya untuk mendekati para rekan bisnis nya.
"Gila ya ada orang tua kaya gitu" ucap Mae tak menyangka.
"Lo bakal gak nyangka lagi kalo ternyata saat Carl kecil kakak kandung nya berusaha untuk menyingkirkan Carl, dan itu terlihat oleh ibunya mai sampe ibunya Carl berusaha menyelamatkan Carl. namun naas hal itu malah membuat ketiga celaka ibunya yang berhasil di tabrak oleh anak kandung nya sendiri, dan anak perempuan nya yang mengalami tabrakan pada saat itu karena ada mobil yang melaju kencang berlawanan arah" ucap Dea.
"Terus pas kejadian itu gimana de?" tanya Mae penasaran.
"Pas kejadian itu kalo gak salah dari informasi yang kita dapat Carl juga mengalami kecelakaan, karena ia di dorong kencang oleh ibunya hingga kepala nya terbentur pembatas jalan. namun yang paling parah ya ibu sama kakak nya, ibunya meninggal dan kakak nya koma"jawab Dea.
Mendengar perkataan Dea Mae meneteskan air matanya, bukan soal kakak Carl yang koma, tapi soal Carl yang tak bersalah menjadi korbannya.
"Kasian dari kecil aja hidupnya udah tersiksa kaya begitu, hal itu pasti bikin dia punya tekanan tersendiri de" ucap Mae.
"Ya waktu ketemu Abang aja dia keliatan ketakutan banget, tapi Alhamdulillah sekarang udah bertindak biasa lagi" ujar Dea.
"Gue takut nya dia punya dendam tersendiri sama orang tua nya" ucap Mae.
"Entahlah Mai, soal itu gua belum kefikiran kalo orang tua Carl mencari masalah ya kita liat aja apa yang akan dia lakuin" ucap Dea.
"Bukannya kakak Carl seorang model?" tanya Mae.
__ADS_1
"Zeselin" ucap Dea, mendengar nama jeselin Mae melotot.
"Zeselin...itu" ucap Mae.
"Ya mantan Julian Mai, dan juga yang ngejar-ngejar bang Justin yang saat ini menjadi Daddy nya. biarin aja kota liat sampe mana dia bakal bertindak" ucap Dea.
"Kalo soal mantan Julian peduli amat gue, maksudnya gue dia yang sering cari simpati sama laki Lo" ucap Mae.
"CK. jangan gitu nanti nyesel Mai" ucap Dea.
"Nggak bakalan Dea Anggita" balas Mae.
Keduanya bercengkrama dengan asik, keduanya juga memutuskan untuk menutupi kebenaran tentang Carl. Mae yang sering bersama dengan Dea juga tidak ingin keselamatan Carl terancam, maka dari itu Mae dan Dea sepakat untuk melindungi Carl.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: happy reading Uun Jan lupa vote nya ya 😁
N: oke Thor up yang banyak ya😂
A: siap Uun 😁*
Hot Daddy
Momy
Carl
__ADS_1