Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 178


__ADS_3

Dea selalu menjalani hari-hari nya dengan bahagia, begitupun dengan adik-adik dan orang tuanya.


Dea merasa senang meskipun ia selalu bertengkar dengan Justin, dan ia sudah tidak segan memperlihatkan pedebatan kecil di hadapan bundanya yang malah terlihat lucu seperti saat ini.


"Abang gendong Dea apa bang" Pinta Dea karena ia merasa kaki nya sangat sakit.


"Cih lagian suruh siapa kamu pake bakiak?" Ketus Justin.


"Astagfirullah Abang mulut nya manis banget" Ucap Dea.


"Baru nyadar kamu kalo saya manis" Balas Justin penuh percaya diri.


"Assalamualaikum, ehh astagfirullah ada ya orang model nya kaya begini" Ucap Dea kesal.


"Kau ini bagaimana, ya pastinya ada lah buktinya kan saya" Ujar Justin membuat Dea mengelus dada nya sabar.


"Iyalah iyalah disini Abang raja nya emang, sultan nya yang lain mah lewat" kesal Dea, membuat orang-orang yang di sekitar nya tertawa.


"Sudah-sudah kalian ini kenapa malah berdebat" Ucap Sisil.


"Abang nya noh nyebelin" Ujar Dea membuat sang bunda menggelengkan kepalanya.


ya mereka semua menghabiskan waktu untuk jalan-jalan, karena besok pagi harus sudah kembali ke tanah air.


....


Pagi hari pun tiba Dea dan keluarga nya pamit untuk kembali ke negaranya, papa Rio terlihat tidak rela melepas kepergian Dea dan itu membuat Dio selalu menggoda sang kakek.


"Opa Dea balik ke habitat dulu ya opa" ucap Dea membuat papa Rio tertawa.


"Iya nak hati-hati ya" ujar papa Rio.


"Opa doain Dea" Ucap nya lagi.


"Iya bismillahirrahmanirrahim puah" Balas papa rio meniup wajah dea.


"Opa ih sembur-sembur emang Dea apaan" Rengek Dea.


"Cebong kan mau balik ke habitat nya" Goda sang opa.


"Astagfirullah opa nggak boleh gitu, cebong itu kan gelar nya Dio" Ucap Dea membuat Dio mendengus kesal.


"Haha yasudah hati-hati" Ucap sang Oma memeluk cucu nya, begitupun dengan sang opa yang memeluk Dea.

__ADS_1


Namun setelah lama memeluk Dea papa Rio pun melepaskan kepergian cucu-cucu nya, Dea terlihat cantik begitupun dengan Justin keduanya terlihat sangat cocok.


Rio dan anak-anaknya sudah tiba di bandara, dan mereka semua sudah dalam penerbangan ke Indonesia. Dea berfikir mengenai kelulusan nya sebentar lagi namun iapun mengingat akan pernikahan nya dengan Justin, sekilas Dea melirik dan menatap wajah tampan laki-laki yang ada di samping nya.


"Abang" Panggil Dea.


"Hmmmmm" sahut Justin.


"Abang Dua Minggu lagi Dea kelulusan bang" ucap nya membuat Justin menoleh.


"Lalu?" tanya Justin.


"Emang Abang udah yakin mau nikah cepet sama Dea?" tanya Dea lagi.


"Kenapa memang? kamu keberatan?" tanya Justin.


"Bukan gitu si Dea cuma mau selesaikan S1 Dea dulu" jawab nya.


"Kamu bisa kuliah setelah menikah, dan saya tidak akan membatasi kamu" ucap Justin.


"Bukan begitu Abang, kalo Dea nikah cepet kan kewajiban Dea ngurus Abang ya. terus kalo Dea nikah belum kelar kuliah begimana?" ujar Dea.


"Gimana apanya?" tanya Justin.


"Sudah kamu gak usah mikir terlalu jauh, nanti semuanya akan kamu jalani dengan baik" Ucap Justin menenangkan.


"Hilih" kesal Dea.


setelah melewati perjalanan yang cukuu melelahkan Dea bergegas ke kamar nya, dan ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur hingga terlelap.


...


Di tempat lain Mei sedang berdebat dengan Dio, keduanya melakukan perdebatan yang cukup sengit.


Ini masih sangat pagi bahkan Sisil dan Rio pun belum bangun, hanya para pelayan saja yang sudah bangun.


Namun sepasang remaja itu sendang memperebutkan roti, sudah seperti orang yang berebut piala.


"Abang itu roti punya Mei ngapa di makan" teriak Mei kesal, pasalnya ia sangat lapar dan menyebabkan dirinya bangun pagi.


"Dikit doang pelit amat" ujar Dio.


"Dikit matamu bolong! Abang abisin semua roti bakar punya Mei" kesal nya.

__ADS_1


"Bikin lagi apa Mei ribet amat dah" Ucap Dio.


"Abang mah ngeselin ihh" Ujar Mei berlalu meninggalkan Dio.


"Yaaaaa ngambek yaaaaa" ledek Dio.


"Bodomamat" Teriak Mei.


tak lama orang-orang pun terbangun dari tidurnya namun tidak dengan Dea, ia begitu nyaman beristirahat. Dea enggan beranjak dari tempat tidur nya.


"Hmmmmm aku masih ngantuk" ucap Dea kembali memejamkan matanya.


Namun saat akan terlelap sang bunda masuk ke dalam kamarnya, dan membangun kan Dea dengan langkah malas dan wajah di tekuk Dea pun terpaksa bangun dan mandi.


Setelah selesai mandi Dea turun ke ruang makan untuk sarapan bersama, melihat wajah Dea yang kusut Rio tersenyum putri sulung nya itu selalu saja menggemaskan.


.


.


.


.


.


***Jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: ini aku up gengs sambil nahan ngantuk sumpah 😊


N: moyoy Thor ngantuk mahπŸ˜‚


A: gue kan udah bilang Uun kalo gue mau usahain up tiap hari 😁


N: gue kira boongπŸ˜‚


A: nggak buat kalian yang setia nunggu akoh mah di bisa-bisa in dah😁


N: haha so sweet 😍


A: iya jangan lupa vote nya yang banyak biar akoh semangat ya UunπŸ˜‚


N: okelah Thor😁*

__ADS_1


__ADS_2