
Pagi ini Justin terbangun lebih dulu, dan ia melihat sosok yang selalu menemani hari-hari nya selama ini.
Justin tersenyum dan memandang wajah cantik Dea yang polos tanpa polesan make-up, Justin mengelus lembut pipi Dea untuk membangun kan nya.
"Ay" bisik Justin.
"Emmmhhh" lenguh Dea.
"Dea bangun" ucap Justin lembut.
"Lima menit lagi ya" pinta Dea tanpa membuka matanya, melihat tingkah lucu Dea Justin pun merasa gemas.
Ia melu*at bi*Ir Dea dan itu berhasil membuat Dea membuka matanya, bahkan memelototkan matanya dengan sempurna.
"Emmmhhh, Abang" ucap Dea melepaskan pautan Justin.
"Cih kenapa?" tanya Justin terkekeh.
"Abang ini main sosor aja, kaya bebek" jawab Dea.
"CK.mangkanya kalo di bangunin itu langsung buka mata honey" goda Justin membuat pipi Dea merona.
(Ck. si Abang apaansi Masi pagi udah bikin Jantung gue dugem aja, isihhhh Abang jangan senyum begitu bisa diabetes akunya nanti kan bahaya) batin Dea, menatap Justin yang tersenyum manis.
"Lagian Abang ngapain bangunin aku pagi-pagi gini?" tanya Dea.
"Kita lagi nginep di rumah bunda, gak mungkin kan kamu mau bangun siang" jawab Justin, membuat Dea mengingat kejadian kemarin.
"Hah, hampir aja aku lupa" ucap dea.
"Yaudah ayo kita mandi" ajak Justin membuat mata Dea membulat sempurna.
"Maksudnya Abang?" tanya Dea.
"Kita mandi bareng" jawab Justin.
"Eng...enggak kita mandi gantian" ucap Dea.
"Kenapa? kamu malu?" tanya justin. Dea pun mengangguk dengan wajah yang panas, Dea yakin saat ini kedua pipinya sudah berubah warna.
"Gak usah malu, bahkan aku udah tau semuanya" ucap Justin.
"Abang, ihhhhh" rengek Dea.
"Yaudah ayo" ajak Justin, namun tanpa berkata apa-apa lagi Justin membopong tubuh dea menuju kamar mandi.
"Abang lepasin, aku bisa jalan sendiri" ucap Dea.
"Kalo aku turunin kamu bakal kabur" ujar Justin.
Merekapun mendin bersama dan entah apa yang mereka lakukan di kamar mandi, hingga saat setelah selesai tubuh Dea menjadi abstrak. penuh dengan warna merah di bagian dada nya.
Justin tersenyum penuh kemenangan, sementara Dea mendumel karena justin berhasil mengerjai nya.
__ADS_1
"Pagi-pagi badan udah dibikin remuk, untung gak berubah jadi bubuk rengginang" celoteh Dea membuat Justin terkekeh.
"Melayani suami dapet pahala loh ay" ucap Justin.
"Iya aku tau, tapi gak di kamar mandi juga Abang. untung gak patah pinggang ku" kesal Dea.
Justin tahu Dea belum terbiasa melakukan hal seperti itu di kamar mandi, dan ia pun tahu jika Dea merasa tidak nyaman.
"Gak bakal masa pinggang Segede gaban patah" ledek Justin.
"Abang ihhh jahat banget, Segede gentong aja sekalian" cetus Dea.
"Udah marah-marah Mulu, ayo turun" ajak Justin menarik lengan sang istri.
...
Setibanya di ruang makan Sisil tersenyum karena melihat Dea sudah seperti biasanya, tidak terlihat ketakutan.
"Pagi-pagi udah manyun aja kak" ucap Rio.
"Siapa? ayah salah liat kali" balas Dea.
"Udah rapi aja, mau ngampus lagi?" tanya Sisil.
"Iya Bun" jawab Dea ragu-ragu.
"Jangan dulu ke kampus aja" ucap Justin.
"Nggak bisa lah, masa aku mau bolos" ujar Dea.
"Apa-apaan pake bodyguard? artis bukan anak presiden juga bukan" ucap Dea membuat Justin, Sisil dan Rio menggelengkan kepalanya.
"Demi keamanan kamu" jelas Justin.
"Aku gak mau pake bodyguard, aku gak mau orang tau status sosial aku" ucap Dea.
"Tapi ini buat kebaikan kamu" bujuk Justin.
"Bundaaa, masa kakak mau pake bodyguard" rengek Dea.
"Bagus dong biar kamu ada yang jagain kak" ucap Sisil.
"Pokoknya aku gak mau" tolak Dea.
Sudahlah berdebat dengan Dea tidak akan ada yang menang, jadi biar saja ia di awasi dari jauh tanpa di sadari oleh dirinya sendiri.
Merekapun sarapan bersama dengan hening tanpa ada yang mengeluarkan suara, setelah selesai sarapan semuanya kembali dengan kesibukan masing-masing begitupun Dea, Justin dan meitha.
...
Setibanya di kantor Justin sudah menerima laporan mengenai orang yang mengusik Dea dari sekretaris nya, Justin mendengar kan penjelasan dari sekretaris nya.
"Selamat pagi tuan" ucap Sk (sekretaris)
__ADS_1
"Hmmmmm, apa kau sudah mendapatkan informasi yang aku minta" ucap Justin.
"Sudah tuan" jawab SK
"Jelas kan" ucap Justin.
"Begini tuan orang yang menggangu nona muda adalah Dodi putra, seorang pembisnis yang cukup hebat namun ia masih berada jauh di bawah anda. dan dia mengenal nona lewat sahabat baik nona muda tuan" ucap Sk.
"Siapa?" tanya Justin.
"Nina tuan, ia sengaja berteman dengan Nina hanya untuk bisa mengenal nona muda. dan agar ia bisa mendapatkan nona muda, bahkan yang saya ketahui bahwa nona selalu berusaha menghindar dari Dodi. mungkin karena nona merasakan hal tidak baik atas kehadiran Dodi tuan muda" Jelas sk.
"Baiklah beri dia sedikit demi sedikit pelajaran, agar dia sadar dengan siapa ia berurusan. jika dia masih mengusik istriku dan berani untuk menyentuhnya maka jangan segan-segan hancurkan dia hingga akar nya" tegas Justin, yang di angguki oleh SK.
"Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi undur diri" ucap Sk, menganggukan kepalanya dan berlalu.
"CK.hanya orang seperti dirimu nyatanya, aku bisa saja langsung menghancurkan mu. namun sepertinya kau ingin bermain-main dengan ku, baiklah aku ikuti permainan mu. aku Justin Putra Abrisham tidak akan menghancurkan orang yang tidak mengusik ketenangan hidup dan milikku" gumam Justin memainkan pena nya.
Dengan pernikahan yang sudah cukup lama Justin tidak akan menerima jika milik nya di sakiti, bahkan tergores sedikit pun.
Jika ia saja berusaha menjaga dan membahagiakan istrinya, lalu ada hak apa orang lain malah membuat istri kecilnya itu bersedih dan ketakutan.
Maka bukan lagi Rio yang akan turun tangan, tapi Justin sendiri yang akan memberikan pelajaran yang tepat untuk nya.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ๐๐
A**: holla maap ya lama up nya๐
N: tau gak si Lo Thor nunggu itu gak enak๐
A: cieeee yang nunggu๐
N: sue Lo ah, up yang cepet yang banyak, Jan lupa bonus nya๐
A: hilih kebanyakan nawar Uun๐
N: biarin kan gue vote๐
A: oiya๐๐๐
__ADS_1
**N: ๐คฃ๐คฃ๐คฃ***