Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 122


__ADS_3

sore hari pun tiba Sabil di rias sangat cantik dengan gaun panjang berwarna merah marun tanpa lengan memperlihatkan bahu putih dan mulus nya, selain Sabil kanita pun sangat cantik dengan gaun warna hijau army selutut tanpa lengan juga memperlihatkan bahu putih dan mulus nya. tidak mau kalah dengan dua adiknya Sisil pun terlihat begitu cantik, ibu muda ini lebih terlihat seperti gadis remaja dengan gaun warna biru navy ...


"Kakak kau sangat cantik" puji Sabil saat melihat sang ipar


"benarkah?" tanya Sisil menatap Sabil


"ya kau terlihat seperti seorang gadis bahkan kau terlihat seperti belum memiliki anak" jawab Sabil


"terimakasih, kau juga terlihat sangat cantik sayang" ucap Sisil memeluk sabil


tidak lama mereka di kejutkan oleh kecantikan kanita gadis itu terlihat sangat cantik berbeda dengan penampilan sehari-hari nya.


"Hay" ucap kanita membuyarkan lamunan keduanya


"apa kah ini kamu kanita" tanya Sabil menatap sang adik


"bukan kakak aku tukang cilok di depan" jawab nya asal


"ngarang mana ada cilok disini" ucap Sisil


"sudah-sudah tidak usah berdebat! aku tahu kalian pasti terkejut dan terpesona melihat penampilan ku yang cantik ini bukan" ujar kanita dengan percaya diri


"baiklah dia tidak perlu di puji lagi oke" ucap Sisil menggandeng tangan Sabil dan Sabil hanya tersenyum


"kenapa?" tanya kanita


"karena tanpa dipuji saja kamu sudah memuji dirimu sendiri" jawab Sisil berjalan.


meski kesal kanita mengikuti langkah kaki Sisil dan Sabil, Sisil menggandeng Sabil untuk menghampiri mama rio, orang tua Sisil tidak bisa datang karena selalu sibuk dengan pekerjaan nya.


"wah sayang kamu sangat cantik sekali" puji mama Rio Kepada Sabil


"terimakasih mama ku sayang" ucap Sabil


"tidak menyangka jika anak bungsu mama sudah dewasa bahkan sebentar lagi akan menikah" goda sang mama


"mama jangan membuat Sabil malu" ucap Sabil pelan Sisil hanya tersenyum


di sisi lain tanpa mereka sadari ada sepasang suami istri yang memperhatikan kanita usia yang tidak lagi muda namun tidak juga terlalu tua, itu adalah orang tua Eza tidak hanya orang tuanya Eza pun sedang memandangi kanita meskipun dari jauh. orang tua Eza tahu mengenai kanita dari asisten pribadi Eza kedua orangtuanya bersyukur jika putra mereka kembali menautkan hatinya kepada seorang gadis.


semua orang berkumpul di acara tersebut menunggu pokok dari acara yaitu pertunangan dan tukar cincin, Rio menghampiri Sisil...


"sayang kau cantik sekali" ucap Rio mengecup kening Sisil


"gombal deh" jawab Sisil dengan wajah merona


"bahkan sudah memiliki dua anak pun dirimu masih terlihat seperti seorang gadis" puji Rio membuat Sisil tersenyum


"benarkah?" tanya Sisil Rio pun mengangguk


"sayang jika tidak ada dua anak itu mungkin kita dikira masih berstatus pacaran" goda Rio menunjuk dua anak kecil yang sedang di jaga oleh dua pengasuh


"hus kamu ini kalo ngomong, inget anak udah pada bisa lari semua masih aja mikir kaya gitu" ucap Sisil


"sayang kan seandainya, lagian dua anak itu bukan hanya bisa lari tapi mereka juga pintar berdebat dengan kamu" ucap Rio tersenyum


"oiya benar hahaha mereka kaya kamu bikin kesel Mulu" balas Sisil membuat Rio mencebikan bibir nya


...


di tempat lain Eza dan kedua orang tua sedang berbicara orang tua Eza meminta untuk di kenalkan dengan kanita namun Eza masih tidak ingin mengenalkan nya, bukan berarti ia tidak serius hanya saja ia takut orang tuanya tidak menyukai kanita karena pekerjaan kanita sebagai seorang model. orang tua Eza mengetahui tentang kisah Eza yang selalu berdekatan dengan para model maka dari itu orang tua Eza tidak terlalu menyukai pekerjaan seorang model.


namun apalah daya dengan keadaan sang mami yang sudah mengetahui sosok kanita Eza pun mengiyakan keinginan mami nya untuk mengenalkan kanita kepada mami dan Dady nya...


melihat Eza yang berjalan ke arah nya kanita tersenyum sangat manis membuat jantung Eza berdisko, sekuat tenaga ia menahan rasa gugupnya padahal sering bertemu dengan kanita tapi tidak gugup seperti sekarang saat melihat penampilan kanita yang sangat membuat nya semakin tergila..


"Hay kak" sapa kanita tersenyum


"cantik sekali bidadari ku ini" ucap Eza


"bidadari?siapa?" tanya kanita heran


"itu tukang cendol kan" jawab Eza ngasal membuat kanita mencebikan bibir nya


"kakak serius" ucap kanita manja


"ya kamu kira siapa lagi sayang wanita yang sudah bikin aku luluh dan terus menunggu nya dari sekolah hingga sekarang" jawab Eza membuat pipi kanita merona. tidak hanya kanita yang mendengar ucapan Eza ada juga beberapa tamu disana yang mendengar nya.

__ADS_1


tuan Eza Giovano laki-laki yang terkenal kaku dan sangat dingin hari ini mengejutkan beberapa pengusaha yang menghadiri acara itu, melihat Eza dengan seorang wanita membuat beberapa orang sibuk dengan fikiran nya masing-masing..


"benarkah" tanya kanita antusias


"ya memang siapa lagi" jawab Eza membuat kanita tersenyum senang, hampir saja ia melupakan niat nya menghampiri kanita untuk mengenalkan kepada mami dan Dady nya...


"oiya ada yang ingin berkenalan dengan kamu" ucap Eza membuat kanita yang sedang menatap Sabil menoleh ke arah nya


"siapa" tanya kanita penasaran


"ikut saja dulu" ucap Eza


"tidak aku tidak mau" balas kanita membuat Eza terheran


"kenapa" tanya Eza


"siapa dulu" tanya nya lagi. saat mereka sibuk berdebat Sisil dan Rio menghampiri keduanya.


"udah kan ikut aja siapa tau mau di kenalin sama calon mertua" ucap Sisil membuat kanita menatap Eza


"apa" tanya Eza yang mendapat tatapan mengintimidasi dari kanita


"siapa" tanya kanita tanpa menjawab Eza menarik tangan kanita hingga membuat gadis itu terpaksa mengikuti langkah nya..


setelah melewati beberapa meja merekapun tiba di meja tempat orang tua dan saudaranya Eza berkumpul, ya disana tidak hanya orang tua Eza ada juga adik sepupu Eza karena orang tua Rio sangat dekat dengan orang tua Eza maka mereka mengundang nya.


"siapa mereka" tanya kanita bingung melihat orang-orang di hadapan nya


"Hay sayang perkenalkan aku mami nya Eza" ucap seorang wanita paruh baya yang saat ini merangkul kanita


"ah iya Tante nama saya kanita" ucap kanita gugup


"oiya ini Dady Eza dan kedua gadis ini Gina dan Gia adik sepupu Eza sayang" ucap mami Eza membuat kanita menganggukan kepalanya


"duduk" ucap Eza membuat kanita menoleh ke arah nya dengan tatapan meminta penjelasan


"gak usah melotot kaya gitu nanti matamu lompat" ucap eza lagi membuat orang-orang di meja nya tertawa.


"mata ku bukan kancil jadi mana mungkin bisa melompat" balas kanita dengan senyum manis nya, meskipun gugup kanita tidak ingin memperlihatkan nya.


"hah, hubungan apa?" tanya kanita bingung


"ya hubungan asmara kalian apa sudah lama" tanya nya lagi, belum sempat kanita mengeluarkan suara namun Eza lebih dulu menjawab.


"ya mam cukup lama" jawab Eza menatap kanita


"benarkan? lalu kapan rencana kalian menikah?" tanya nya lagi membuat kanita membulatkan matanya


"secepatnya" jawab Eza dan mami Eza pun tersenyum. baru kali ini ia melihat putranya seserius ini terhadap seorang wanita.


(apa ini menikah? secepatnya? ada apa ini? kenapa kucing garong ini tidak membicarakan apapun kepadaku. kenapa dia menjawab seenak jidat saja) batin kanita


"oiya sayang apa kau kuliah atau bekerja" tanya maminya.


deegg...hal itu membuat Eza takut jika sang mami tidak akan menyukai kanita.


"oh iya saya kuliah sambil bekerja Tante" jawab kanita ramah


"wow bagus sekali, apa pekerjaan kamu" tanya nya


"saya seorang model Tante" jawab kanita membuat sang mami menatap Eza. ingin rasanya ia melarang hubungan putranya, namun saat melihat perubahan dari diri Eza ia lebih memilih untuk melihat bagaimana kedepan nya karena ia juga berfikir tidak semua model sama.


"oh seperti itu, apa kamu menyukai dan menyayangi anak saya" tanya nya lagi hal itu membuat kanita mengerutkan dahi nya


(ada apa ini? kenapa dia bertanya seperti itu kepada ku. aku sedang tidak sedang bicara dengan seorang wartawan kan tapi kenapa dia mewawancarai aku) batin nya lagi


"eh...a...ke... kenapa Tante bertanya seperti itu" tanya kanita gugup


Eza yang melihat ketidak nyamanan kanita pun merasa tidak enak tentang pertanyaan sang mami, bukan karena ia marah pasalnya karena mereka sekarang sedang berada di acara pertunangan Sabil..


"tenanglah sayang maaf jika saya membuat kamu tidak nyaman" ucap mami Eza merasa bersalah


"bukan seperti itu hanya saja saya bingung" jawab kanita jujur


"iya nak yang namanya orang tua pasti memiliki rasa khawatir Kepada anak nya, apalagi dengan kisah cintanya Eza selalu gagal dalam menjalani hubungan dengan seorang model. dan saya harap kamu tidak menorehkan luka baru kepada putraku, aku berjanji jika kamu bisa menyayangi dan mencintai putraku seperti aku mencintai Eza maka aku akan menjadi orang yang sangat menyayangi dirimu" ucap mami Eza dengan berkaca-kaca. kanita menatap Eza sesaat lalu mengalihkan kepada mami nya, kanita mengerti perasaan wanita yang berada di samping nya iya meraih tangan mami Eza dan menenangkan nya.


"Tante tenanglah aku akan selalu berusaha membuat putra tersayang mu ini bahagia, dan aku akan berusaha membuat putramu yang kaku ini selalu tersenyum meskipun sulit tapi aku yakin jika aku mampu melakukan nya. jika kau sangat menyayanginya maka akupun akan melakukan hal yang sama untuk kebahagiaan nya. dan jika sebelumnya putramu ini selalu gagal dalam menjalani hubungan bersama seorang model maka aku pastikan ini akan menjadi pertama kalinya putramu akan berhasil menjalani hubungan dengan seorang model" balas kanita tersenyum, mendengar penjelasan gadis di hadapannya membuat mami Eza yakin jika kanita benar-benar baik dan tidak sama dengan wanita lain yang hanya menginginkan harta Eza.

__ADS_1


tidak hanya itu Eza dan kedua gadis di sampingnya tersenyum mendengar ucapan kanita, Eza tidak menyangka jika gadis konyol yang selalu berdebat dengan nya memiliki pemikiran yang bijak. bahkan dapat meyakinkan sang mami...


"aku titip kakak sepupu ku ok" ucap gina tersenyum kepada kanita begitupun kanita


"bantu aku untuk selalu membuat nya bahagia" balas kanita kepada gina


saat sedang berbincang acara pokok pun dimulai yaitu acara tuker cincin, Zian dan Sabil yang berada di atas panggung tersenyum dan saling memandang.


"Putri Sabylla Artadinata aku tahu kita baru memulai kisah ini dan aku harap kamu bisa menjalaninya bersama dengan ku, dan apapun yang terjadi di depan dalam hubungan kita aku harap kamu tidak mudah untuk menyerah aku juga berharap kamu mengerti bahwa setiap hubungan pasti ada saja permasalahan nya. hubungan tidak akan selama nya lancar seperti jalan tol pasti saja ada kerikil di dalam nya, aku meminta satu jangan pernah pergi apapun yang terjadi dan sebesar apapun masalahnya aku hanya ingin kamu menemani aku dalam suka maupun duka. karena aku benar-benar menginginkan dirimu dan sangat mencintai kamu" ucap Zian membuat Sabil meneteskan air matanya, tidak hanya Sabil semua yang berada di area itupun merasa terenyuh dengan ucapan Zian


"Zian Zunata Putra aku tahu mungkin ini terlalu cepat untuk kita tapi aku mohon dengan sikap ku yang labil dan suka berubah kamu sabar, dan membantu aku untuk selalu mengerti tentang kamu disini bukan hanya kebahagiaan aku yang terpenting tapi juga kebahagiaan kamu. aku harap jika aku salah aku mohon tegur aku agar aku mengetahui kesalahanku. tidak hanya kamu akupun menginginkan hal yang sama aku ingin menemani kamu dalam keadaan apapun baik itu suka maupun duka. dan akupun sangat mencintai dirimu" balas Sabil membuat zian tersenyum.


setelah mengungkapkan perasaan masing-masing merekapun bertukar cincin, Rio menyaksikan semuanya adik kecil yang bukan adik kandung nya sekarang telah dewasa bahkan sebentar lagi akan menjadi istri dari sahabat nya. Rio tersenyum dan menggenggam tangan Sisil yang membuat Sisil menoleh lalu mengecup sekilas pipi Rio.


"tenanglah sayang gadis kecilmu utuh sudah dewasa, dia akan segera menjadi seorang istri dan ibu seperti diriku yang menjadi istri dan ibu dari anak-anakmu" ucap Sisil membuat Rio tersenyum


"terimakasih karena kamu telah menjadi istri dan bunda yang baik untukku dan dua anak kita" balas Rio Sisil pun mengangguk kan kepalanya.


di sisi lain Rey menatap mela dengan penuh cinta ia sempat berfikir jika gadis yang berada di hadapannya itu adalah kanita, apakah ia akan sebahagia sekarang tapi melihat perubahan dalam diri Eza Rey yakin siapapun laki-laki yang bersama gadis itu pasti akan merasa bahagia. Rey sempat menyesal karena ia kurang peka akan perasaan kanita terhadap nya, namun saat ia mengetahui jika Eza menyukai kanita hatinya merasa senang dan lega setidaknya masih ada Eza yang mampu membahagiakan kanita daripada dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


A**: kankan udah ketemu camer nya noh๐Ÿ˜


N: iya Thor Lo baik banget seh๐Ÿ˜‚


A: makasih๐Ÿค— Lo kapan ketemu camer?๐Ÿ˜‚


N: gak usah bahas begituan Thor kasian yang jomblo ๐Ÿ˜ญ


A: ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ emang Lo jomblo Mun?


N: gak usah ledek jamileh ๐Ÿ˜ญ


A: sabar Mun jodoh gak bakal kemana ๐Ÿ˜


N: iya bener contoh nya kankan udah ngeikhlasin berkali-kalu tetep bahagia ๐Ÿ˜‚


A: nah iya bener itu๐Ÿ˜


N: baiklah kalau begitu ๐Ÿ˜‚


A: ngapa Lo?๐Ÿ™„


N: mau doa biar kaya kankan cepet dapet jodoh yang mertuanya baik kaga rombeng๐Ÿ˜‚


A: rombeng apaan? ๐Ÿค”


N: yah kudet๐Ÿ˜‚ ituloh yang kalo pagi-pagi udah rame aja nyerocos kek petasan๐Ÿคฃ


A: kampret mana ada mertua yang mau punya mantu songong kaya Lo๐Ÿ˜


N: jahat amat Lo Thor ๐Ÿ˜ญ


A: bodomamat mulut Lo๐Ÿ˜


N: seksi ya Thor๐Ÿ˜‚


A: kaga kaya cabe setan๐Ÿ˜Œ


N: pedes dong๐Ÿ˜‚


A: serah Lo Mumun๐Ÿ˜ฌ


**N: ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ***

__ADS_1


__ADS_2