Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 392


__ADS_3

Hari ini Justin akan pergi ke luar kota untuk beberapa waktu, dan Dena akan menemani sang kakak di rumah.


Dena duduk di taman belakang ia mendengarkan musing dan mata yang tertutup, Dena merasa tenang akan kesendirian nya.


Ia begitu menikmati kesendirian nya karena ia tau jika nanti memiliki pasangan dirinya harus bisa membagi waktu, ah sudah lah itu sangat jauh dari bayangan Dena di usianya yang masih terbilang kecil untuk ayah dan bunda nya.


Saat Dena tengah asik seseorang melepaskan earphone yang menempel di telinga Dena, saat melihat orang itu Dena mendengus kesal dan melengos. sementara pelaku nya hanya tersenyum dan duduk di samping Dena, ini kali pertama bagi keduanya terus bersinggungan seperti saat ini.


"Abang bisa gak si bang gak usah ganggu Dena, pusing ini ati bang liat Abang Mulu" cebik nya membuat Carl tertawa, ya lelaki itu adalah Carl.


"Mana ada hati pusing" ledek Carl.


"Etolong ya bang ya gue salah ngomong, eh kok gue. maaf Dena maksudnya" ujar nya membuat Carl tersenyum.


"Nyebelin si Lo" cebik Carl.


"Permisi mas nya, ini yang nyebelin siapa Dena atau Abang si? heran perasaan nih ya akutuh baik-baik aja. tapi Abang yang kurang baik ganggu kesenangan orang Mulu" cebik Dena.


"Kamu merasa terganggu" tanya Carl, mendengar ucapan Carl Dena menatap tajam lelaki itu. ah sudah lah lupakan saja celotehan Dena yang dulu, kenapa semua orang menganggap nya serius. Dena tidak ingin membuat seseorang bimbang akan kehadiran nya.


"Tentu" jawab nya, mendengar jawaban Dena Carl tertawa kecil. hal itu membuat Dena melongok.


"Hahaha" tawa Carl pun pecah.


"Ini apasih, kok malah ketawa Ed*n ya Lo bang" ucap Dena.


"Muka kamu lucu" ledek Carl.


"Terserah ah muka Dena emang lucu kok, mau apa hayo" ujar nya tidak mau kalah.


"Mau nampol" ucap Carl, lelaki itu menepuk wajah Dena pelan membuat Dena merengut.


"Abang" pekik nya.


"Woooee, tukiem" sahut Carl.


"Nyebelin Lo Sarimin" dengus Dena, namun Carl mengacak rambut Dena dan itu membuat Dena kesal.


Dena menarik sendal Carl dan melemparkannya ke atas atap, tingkah bar-bar Dena cukup membuat Carl terkejut.

__ADS_1


"Woy sendal_" ucap Carl terhenti saat melihat Dena tertawa puas.


"Hahaha mang enak, telanjang kaki aja sana" ucap Dena ia akan pergi meninggalkan Carl, namun tiba-tiba Aiden berlari ke arah Dena bersama dengan Aleta.


"Aunty" pekik Aiden dan Aleta.


"Hay my boy, my queen" ucap Dena memeluk keduanya.


"Ai mau buat tenda disini" ucap Aiden membuat Dena dan Carl mengernyit.


"Loh ngapain kan kamar ada" ucap Dena membuat Carl mencibir.


"Kalo di kamar gak berasa camping" ucap Carl, namun tidak lama mereka melihat ana membawa perlengkapan tenta mini untuk Aiden dan Aleta.


"Ngapain bikin tenda si ai, mending main sama aunty aja" ucap Dena membuat Aiden menggeleng.


"Kata mom aunty lebih suka di taman atau di gazebo, jadi ai mau temenin aunty sekalian main" celoteh nya, sementara ana memasang tenda milik Aiden. Carl yang melihat ana kesulitan pun segera membantu nya.


"Biar aku bantu na" ucap Carl.


"Eh, nggak usah bang" ucap ana.


"Gak apa-apa santai aja" ucap Carl tersenyum manis, hal itu pun di lihat oleh Dena.


Saat Carl membungkuk Dena melihat ranting pohon yang akan terjatu, dengan cepat Dena menghalangi Carl namun tanpa di sangka Carl justru melindungi ana.


Buuuukkk...


"Araaagghhh" pekik Dena membuat Aiden mendekati onty nya itu.


"Aunty" panggil Aiden membuat ana dan Carl menoleh.


"Nona" ucap ana langsung menghampiri Dena.


"Eh, aku gak apa-apa mbak ana cuma kaget aja" jawab Dena, ia melirik sinis ke arah Carl gara-gara Carl datang kini Aiden membawa rombongan nya.


"Tapi nona" ucap ana, ia menatap wajah Dena memang tidak terlihat seperti orang kesakitan.


"Sungguh Mbak ana, Dena gak apa-apa. yaudah Dena mau masuk dulu ya, ai jangan lama-lama main tenda nya" ucap Dena membuat aiden mengangguk, Dena pun berjalan kedalam rumah.

__ADS_1


Sementara ana menjaga Aiden dan Aleta di temani oleh Carl, Dena merasa memang ia harus seperti ini ia tidak ingin membuat Carl bimbang.


Saat pertama kali Dena akan pindah ia tahu jika Carl tertarik kepada seseorang, namun karena dirinya lah Carl menutup kedekatan nya dengan orang itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: sedikit dulu Mon maklum aku lagi ada urusan oke 😉


N: masa satu doang 😒


A: besok gue usahain up banyak 😁


N: bener 😁


A: ya 😊


N: makasih 🤗

__ADS_1


A: sama-sama 😉


N: 🤗🤗🤗*


__ADS_2