Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 448


__ADS_3

Malam hari pun tiba dimana pesta pernikahan akan di adakan, Dena merias dirinya sendiri dengan telaten ia memang jarang bermake-up tapi sekalinya Dena bermake-up maka ia mampu menghipnotis siapapun yang melihat nya.


Semua orang sudah berkumpul di tempat pesta hanya Dena saja yang belum turun, ia sengaja ingin turun terakhir.


"Carl, selamat bro mimpi apa gue di tinggal nikah sama Lo" ucap Kevin tanpa canggung.


"Haha, thanks bro. cepet nyusul udah tua juga Lo" balas Carl.


"Hai, selamat ya" ucap syerli singkat.


"Hmmmmm, thanks" balas Carl, ia tau jika syerli menyukainya namun Carl sama sekali tidak memiliki hati untuk wanita itu.


"Ana selamat oke, Lo berhasil naklukin gunung es gue" kekeh Kevin.


"Iya makasih kak" ucap ana tersenyum.


"Selamat ya ana, gue gak nyangka ternyata temen curhat gue yang nikah sama cowok yang gue suka" ucap syerli membuat ana tersenyum lalu menunduk.


"Makasih kak" ucap ana.


"Gue gak bisa bayangin gimana kalo adik nya nyonya Dea tau kalo ternyata Lo ngambil cowok yang dia suka, selama ini gue ikutin banget dia di sosial media" ucap syerli sinis membuat ana mendongak, benarkah seperti itu. setahu ana sosial media milik Dena di privasi tidak bisa sembarang orang tau.


"Maaf kak, nona Dena tau semua ini" jawab ana.


"Wooyyy, keren sekali drama apa yang kau lakukan ana sehingga dia mengikhlaskan lelaki seperti Carl untuk wanita seperti mu" ucap syerli membuat Carl menoleh.


"Apa maksudmu" tanya Carl dingin.


"Tidak ada, aku hanya berbicara fakta saja" jawab syerli enteng.


Kini Carl mendiamkan syerli ia hanya berbicara dengan orang yang menurut nya tulus menerima ana, saat semua orang sibuk berbincang-bincang mereka semua di buat kagum oleh sosok wanita cantik yang baru saja masuk kedalam aula tersebut.


Wanita itu berjalan dengan elegan bak seorang model, banyak para pengusaha yang menatap dan tertarik kepada gadis itu.


Rio yang melihat semua orang menatap putri bontot nya mulai khawatir, bagai kebakaran jenggot Rio takut banyak lelaki hidung zebra yang mengincar putrinya.


Dena, ya wanita itu adalah Dena gadis cantik yang baru saja tiba di tempat pesta. Dena berjalan menuju pelaminan untuk memberikan selamat kepada ana dan juga Carl.


Kevin dan Syerli terdiam takjub melihat kecantikan gadis itu, namun kenapa wajah nya mirip dengan gadis yang sering ia liat di sosial media.


Kevin menatap lekat wajah Dena, tidak bukan itu orang yang ia kagumi tapi.


Datanglah Arisha yang menyusul di belakang Dena membuat Kevin menganga, wow ini seperti sebua dongeng dalam film yang sering ia lihat semasa kecilnya.


Saudara Carl yang ia lihat bagaikan tuan para putri yang begitu cantik, Dena dan Arisha kini berjalan bersama.


"Hai bang, selamat ya semoga langgeng dan cepet kasi Arisha sepupu" ucap Arisha membuat Kevin terbelalak, wanita yang sering ia kepoin dulu gaes.


"Ya, makasih ris" jawab Carl.

__ADS_1


"Mbak ana selamat ya, semoga selalu bahagia" ucap Arisha memeluk ana.


"Terimakasih nona" ucap ana membalas pelukan Arisha.


"Jangan panggil aku nona, kau itu kakak ku" ujar nya.


"Hmmmmm, baiklah" jawab ana.


Kali ini Dena berjalan mendekati Carl dan ana, syerli memperhatikan Dena dari atas sampai kebawah.


"Hai Abang aku, eh ponakan tua nya aku. selamat ya semoga langgeng, bahagia terus dan cepet kasi Dena ponakan oke" ucap Dena membuat syerli menganga, Dena wanita yang membuat nya penasaran.


"Makasih aunty kecil" balas Carl.


"Hishhhh" cebik Dena, ia langsung memeluk ana dengan erat membuat ana tersenyum senang.


"Selamat mbak ana nya aku, sayang nya aku uwuuu-uwwwuuuu nya aku. baik-baik ya kalo Abang nakal timpuk aja pake wajan oke, semoga bahagia terus" ucap Dena tulus.


"Makasih aunty Dena" kekeh ana membalas pelukan Dena.


Setelah memberikan selamat Dena pun berdiri di samping ana dan Carl juga keluarga nya, Dena dan arusha sibuk berfoto ria.


"Yo, Dena kaga ada yang ngapelin nih" kekeh Julian.


"Haha, kaga kaya nya Dena mah gitu dia mah cuek" ucap Dio.


"Gak asik lah yakali Dena solo" kekeh Julian lagi.


"Haha iya Lo Jul, gawat mana ponakan gue lagi bahagianya tu liat" kekeh Dio menunjuk Carl dan ana.


"Terlalu bahagia kaga tuh" ucap Julian membuat semuanya tertawa.


Saat tengah tertawa suasana di luar mulai ricuh dengan kedatangan seseorang yang di kawal beberapa mobil, bodoamat diikutin Mulu yang penting mah ketemu pujaan hati.


"Ada apa si" ucap tamu A.


"Gak tau, kaya nya tamu spesial tuan Artadinata atau tua Abrisham gitu" ucap si B.


Semua orang meberi jalan untuk pangeran yang baru saja tiba, lelaki tinggi tampan putih yang terlihat berwibawa.


Dena yang berada di samping Carl pun heran kenapa suasana menjadi riuh, Sisil, Dea, Mae dan Mei yang merasa khawatir langsung mendekati Dena dan menjaga Dena.


Kini Dena di apit oleh ketiga kakak nya dan bundanya, sementara Rio, Justin dan Julian juga Dio berdiri dari duduknya dengan bingung.


"Bun ada apaan si kok rame amat kaya di pasar" ucap Dena.


"Bunda juga tidak tau nak" jawab Sisil.


"Minggir ah Dena penasaran" ucap Dena.

__ADS_1


"Dena jangan ngeyel" ucap Dea membuat Dena diam.


Sisil dan yang lain memeluk Dena dari samping, isih Dena merasa risih dengan semua ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Carl Yudistira Abrisham



Clara Ariana Alirez



Aula pesta



Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A: btw itu Carl anggap aja ya pake baju yang senada dengan ana, gue nyari yang samaan susah nya minta ampun ges. kebanyakan yang begaya 🀣


*N: iya kaga apa-apa kok 😁


A: jangan dag dig dug ya UN ya 🀣


N: mana sempet keburu jedar-jeder jantung gue 🀣


A: gue gantung sengaja🀣


N: yaampun jahat 😭

__ADS_1


A: 🀣🀣🀣*


__ADS_2