Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 299


__ADS_3

Di kamar nya Dea baru saja selesai mandi, saat akan menggunakan baju Justin masuk ke dalam kamarnya dan melihat tubuh Dea yang hanya menggunakan dalaman saja.


Justin menelan saliva nya kasar, ia mencoba untuk menetralkan perasaan nya. melihat amukan istri nya saat pertunangan Mei ia menjadi takut-takut jika menyinggung hati Dea.


Namun dengan pelan tapi pasti Justin mendekati Dea dan memeluknya dari belakang, setelah kejadian itu Dea menjadi sedikit lebih diam dari sebelumnya.


Justin melakukan itu berusaha mengembalikan sikap Dea karena putranya sudah mulai mengeluh, ya Carl mengeluh bahwa ia merindukan Dea yang cerewet.


"Sayang" panggil Justin, namun Dea terus saja memakai pakaian nya.


"Bey ayolah" ucap Justin membalikan tubuh istrinya itu, hingga keduanya berhadapan.


"Kenapa hmmmm? apa kau ada masalah" tanya Dea saat melihat wajah lesu suaminya.


"Ya aku memiliki masalah yang sangat besar" jawab Justin, membuat Dea mengernyit.


"Katakan masalah apa yang Abang hadapi" ucap Dea.


"Sayang, masalah ku adalah kamu. ada apa dengan istriku ini kenapa kamu terlihat lebih banyak diam dari sebelumnya" ujar Justin.


"Abang aku hanya tidak ingin banyak bicara" ucap Dea, jujur saja Dea takut jika mertuanya akan membenci Dea karena kelakuannya itu.


"Sayang apa kau melupakan putramu? akhir-akhir ini kamu sibuk dengan duniamu sendiri entah apa yang kamu fikirkan. tapi ini sudah tidak bisa aku diamkan saat putramu itu mengadu padaku, dia merindukan mommy nya yang cerewet apa aku salah? aku harus apa untuk membahagiakan putramu itu. kau sendiri tau jika putramu lebih menyayangi mu kan" ucap Justin membuat Dea terdiam, ia mengingat anak nya itu.


Tanpa menunggu lama Dea keluar dari kamar dan mencari keberadaan putranya, sementara Justin mematung melihat kepergian Dea.


"Oh God, beginikah jadi suami yang ternistakan. bahkan posisiku kalah oleh anakku sendiri" gumam Justin.


Sementara Dea ia berhasil menemukan Carl yang tengah duduk di ruang belajar nya, ia sibuk mempelajari apa yang seharusnya tidak ia pelajari.


Dea sedikit takut jika putranya itu sedih, melihat wajah menunduk Carl Dea yakin ada rasa kecewa dalam diri Carl.


"Bang" panggil Dea, membuat Carl menoleh.


"Ya mom" jawab nya dan tersenyum. namun setelah itu Carl kembali fokus pada buku yang sedang di baca nya.


Dea merasa bersalah tentu karena ia meluapkan putra sulung nya itu, Dea menyentuh kepala Carl penuh sayang.


"Maaf, mommy melupakan mu apa kau marah" tanya Dea.


"Hmmmmm, tentu saja tidak. aku tidak punya banyak keberanian untuk marah kepada mommy ku" jawab nya, membuat Dea tersenyum.


Namun tiba-tiba senyum itu hilang saat Carl memegang tangan nya, dan meminta sesuatu kepada Dea. sungguh Dea tidak ingin melepaskan putranya itu, Dea tidak ingin berjauhan dengan Carl.


"Mom, boleh kah aku meminta sesuatu" tanya Carl.

__ADS_1


"Tentu saja, katakan apa yang kamu inginkan" jawab Dea.


"Mom, ijinkan aku untuk tinggal sendiri. aku akan menyewa apartemen dengan uangku bahkan aku akan sekolah sambil bekerja" ucap Carl, membuat air mata Dea menetes.


"Ke_kenapa kamu ingin tidak terpisah dari mommy. apa kamu tidak bahagia tinggal bersama mommy mu ini" tanya Dea.


"Mom bukan seperti itu" jawab Carl.


"Lalu seperti apa hah" tanya nya.


"Mom sebentar lagi mommy akan punya baby, aku rasa kehadiran ku di rumah ini sudah tidak ada artinya lagi" ucap Carl, sungguh ia merasa tidak tega melihat wajah Dea yang sedih.


Jika bukan permintaan semua keluarganya ia tidak akan mau melakukan hal luknut ini, keluarga Rio dan keluarga Justin lah yang meminta Carl mengerjai Dea. karena mereka ingin memberikan kejutan kepada Dea untuk kehamilan nya, anggap saja hadiah yang terlambat bukan hanya itu hadiah inipun untuk Dea karena sudah menolong Mei.


"Kata siapa? siapa yang mengatakan itu kepadamu" tanya Dea.


"Daddy, ya Daddy yang mengatakan itu kepada ku" jawab Carl asal, sementara Justin yang menguping pembicaraan Dea dan Carl terbelalak saat putranya menyeret dirinya.


"Apa?! kenapa jadi gue yang di bawa-bawa. wah itu anak luknut, eh tapi emang gue yang nyuru dia ngerjain mommy nya kan. alah perset*n dengan omongan mereka mending gue ke rumah ayah dan bunda" gumam Justin berlalu ke rumah Sisil, untuk berkumpul dengan keluarga yang lainnya.


"Daddy mu" tanya Dea kepada Carl.


"Iya Daddy" jawab nya, tanpa menunggu lama Dea pun keluar dari ruang belajar putranya.


Dea mencari keberadaan Justin di kamar, ruang kerja namun tidak ketemu juga. ia pun bertanya kepada pelayan hingga mendapatkan jawaban bahwa Justin pergi ke rumah Rio.


Dea berjalan dengan cepat Carl yang merasa khawatir memegang tangan Dea, ia menatap wajah Dea yang terlihat kesal.


"Mom pelan-pelan nanti jatuh, mom lagi hamil" ucap Carl.


"Mommy tidak sabar ingin mencabik-cabik wajah Daddy kamu, bisa-bisanya dia menyuruh kamu meninggalkan mommy dan tinggal di apartemen" dengus Dea, membuat Carl menahan tawa nya.


"Mom pelan-pelan" teriak Carl.


Setibanya di rumah Rio Dea berteriak memanggil nama Justin, sementara yang di panggil bersembunyi di kamar milik Dio.


Dea berjalan ke dalam hingga akhirnya ia di kejutkan oleh suara semua keluarganya, Dea yang terkejut mematung seketika.


"SUPRISE" teriak semuanya.


"Wooow, mom kalo lagi marah kamu sangat menyeramkan" ucap Carl tertawa.


"Apa maksudnya ini" tanya Dea.


"Selamat sayang, anggap saja ini kejutan yang terlambat. karena perut kamu keburu gede" ucap Justin memeluk tubuh Dea dari belakang.

__ADS_1


"Kamu" ucap Dea kembali ke mode on yang merasa kesal.


"Nggak sayang nggak, ini cuma becanda. Carl gak beneran pindah kok nggak serius sueeeer deh" ucap Justin yang merasa takut, ia takut akan seperti Rio yang di hukum oleh Sisil.


"Really" tanya Dea.


"Iya sayang serius, kamu gak percayaan banget" jawab Justin membuat Dea tersenyum.


"Anak mommy gak boleh pergi, nanti aja pergi nya kalo udah mau kuliah oke" ucap Dea memeluk Carl, sementara Justin masih dalam posisi yang sama memeluk Dea dari belakang.


"Waaahhh, pemandangan apa ini" celetuk Rio, yang membuat Sisil mendengus.


"Ayah tua diam" ucap Carl, membuat semuanya tertawa.


Semua orang begitu bahagia melihat Dea dan Justin, keluarga kecilnya itu sangat membuat orang yang milihat nya merasa iri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: dukung vote akoh dong 😁


N: siap Thor yang banyak aja up nya 😂


A: iya gue banyakin asal vote nya juga banyak 😂


N: siiiaaapppp dah 😁


A: 😂😂😂*

__ADS_1


__ADS_2