Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 268


__ADS_3

Sore hari Mei tengah berdiri di balkon kamarnya, ia menatap langit yang cerah dengan senyum termanis nya.


Mei selalu berfikir jika ia tersenyum menatap langit maka mommy dan Daddy nya pun akan bisa melihat senyum manisnya, seketika mata Mei berkaca-kaca mengingat kenangan bersama dengan orang tua nya.


"Mom dad kalian lagi apa, Mei rindu sama mom and dad. lihatlah putri mu ini dad yang sudah tumbuh dewasa dengan penuh kasih sayang, meskipun itu bukan dari kalian tapi Mei bersyukur karena ayah dan bunda mau rawat Mei seperti anak nya sendiri" gumam mei, tanpa di sadari air matanya menetes.


Saat Mei menundukan kepala ada sebuah tangan yang memegang bahu nya, Mei pun terkejut dan menoleh di lihat nya lelaki yang selalu ia tunggu. lelaki yang ia cintai ah entahlah itu cinta atau apa Mei belum mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya.


"Abang" lirih mei, melihat Mei menangis Dio merengkuh tubuh Mei dalam pelukannya.


"Menangis lah, aku tau merindukan orang yang sudah tidak bisa kita lihat itu sangat menyakitkan" ucap Dio.


"Hiks...hiks..." Mei pun mengeratkan pelukannya.


"Kau harus tau Mei meskipun om dan Tante sudah tidak ada, tapi mereka tetap bisa melihat putri kesayangannya tumbuh menjadi gadis yang cantik dan ceria" ucap Dio menenangkan.


"Mei kangen Daddy" lirih nya, karena memang Mei sangat dekat dengan Gio dibandingkan dengan Nita.


"Daddy mu tidak akan bahagia jika melihat putrinya bersedih, kembali lah menjadi gadis yang ceria seperti biasanya maka Daddy mu akan merasa bangga kepada mu" ucap Dio.


(om aku tidak bisa berjanji apapun kepada mu, namun aku akan selalu berusaha untuk menjaga putri tercinta mu. dan aku akan selalu berusaha membuat nya bahagia, aku sangat mencintai putrimu aku tidak akan memberikan nya terluka. aku mohon restuilah aku untuk menjadi pendamping hidup yang baik dan tepat untuk Meitha) batin Dio.


"Abang" panggil Mei.


"Ya" sahut Dio.


"Aku laper, perut ku sudah konser ini" lirih nya membuat Dio terkekeh.


"CK. kau ini sedang sedih tapi masih saja ingat makan" ledek Dio.


"Hey kau ini, sedih pun butuh tenaga Abang jika aku menangis dan tidak makan maka aku akan kehabisan tenaga ku" dengus Mei.


"Haha ya baiklah mari kita makan" ucap Dio, mengelus wajah Mei dan mengecup kening nya.


"Abaaaaang" teriak Mei memgang dada nya.


"Kenapa?" tanya Dio panik.


"Haih aku bisa ma*i jika kau terus bersikap manis kepada ku" ucap Mei.


"Kenapa bisa begitu" tanya Dio mengernyit.


"Karena setiap kau berada di dekat ku, maka jantung ku akan lari maraton dengan sendirinya." ucap Mei membuat Dio terbahak-bahak.


"Kau itu menggemaskan sekali" ucap Dio.


"Sudahlah kau sangat menyebalkan Abang" cetus Mei, meninggalkan Dio.


"Hei kenapa kau meninggalkanku" teriak Dio, lalu mengejar Mei.


"Karena kau menertawakan aku" kesal Mei.

__ADS_1


"Karena kamu selalu bisa membuat ku tertawa" ucap Dio mengecup bibir Mei sekilas.


"Sosor-sosor Mulu udah kaya bebek" ucap Mei.


"Lagian manis sih" ucap Dio kali ini mencium pipi Mei.


"Ciumi saja aku terus sampai kau puas Abang, tanpa peduli dengan suara perut ku yang sangat menggangu" kesal Mei.


"Haha baiklah tuan putri kau mau makan apa?" tanya Dio.


"Makan Abang boleh" goda Mei.


"Mei tidak seperti itu, kau tidak kasihan kepada ku" ucap Dio.


"Haha baiklah, aku ingin makan burger" ujar Mei.


"Itu tidak baik untuk kesehatan mu" ucap Dio.


"Tapi aku ingin" rengek nya.


"Makan yang lain saja, jangan makan makanan seperti itu kau terlalu sering memakan nya" ucap Dio.


"Abang pelit" ucap Mei memanyunkan bibirnya.


"Berhenti memanyunkan bibir mu itu" ucap Dio.


"Lagian Abang pelit" kesal nya.


"Aku bukan pelit sayang, jika aku ingin aku bisa membeli restoran nya untuk mu. tapi aku memikirkan kesehatan mu, ayolah Mei" bujuk Dio.


(haih kenapa tidak dari tadi saja makan dirumah, kau ini selalu saja harus berdebat dulu dengan ku) batin Dio.


Setelah selesai berdebat Dio pun menemani Mei makan di meja makan, sesekali ia memeriksa ponsel nya.


Setelah selesai makan Dio dan Mei menonton televisi, tanpa mereka sadari Rio dan Sisil memperhatikan keduanya.


"Lihatlah mereka Bun, sudah seperti pasangan suami istri" ucap Rio.


"Iya benar yah, mereka terlihat sangat cocok" balas Sisil tersenyum.


"Rasanya aku ingin segera menikahkan mereka Bun" ucap Rio.


"Otw in yah" ucap Sisil membuat Rio menoleh.


"Otw in?" tanya Rio heran.


"Hehe ayah mah nggak gaul ah" ucap Sisil mencebikan bibir nya.


"Yaampun ingat umur Bun, udah anak tiga udah punya cucu malah Masi aja gaul-gaulan" ledek Rio, yang tidak habis fikir dengan tingkah istrinya itu.


"Ayah bunda itu Masi muda, ayah yang harus nya tau diri. ayah kan lebih tua dari bunda" ucap Sisil tidak ingin kalah.

__ADS_1


"Hei Bun tua dari mana? anak pertama kita saja baru mau berusia 20 tahun" ucap Rio.


"Kalo ayah aja gak merasa tua apalagi aku coba, aku masih muda yah" ucap Sisil.


"Bun setiap wanita akan terlihat tua jika sudah memiliki anak, jadi terimalah itu bahkan anak mu tidak cuma satu Bun ada tiga dan kau sudah memiliki satu cucu" ledek Rio.


"Tidak kau yang lebih tua" kesal Sisil.


"Sudah tua tidak mau mengalah" goda Rio.


"Kau menyebalkan ayah" ucap Sisil meninggal kan Rio.


"Sayang mau kemana" panggil Rio mengejar Sisil.


"Jangan ikuti aku, malam ini ayah tidur di luar" teriak Sisil, masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


"Apa?!" ucap Rio terkejut dengan ucapan Sisil, yang memintanya untuk tidur diluar.


"Sayang maafakn aku, aku hanya bercanda" ucap Rio, mengetuk pintu kamar nya.


"Sayang ayolah, apa kau tega membiarkan aku berpuasa" tambah nya lagi, namun Sisil tetap saja tidak membuka pintu kamar nya.


"Haih nasib-nasib, jadi laki-laki emang selalu salah" gumam nya frustasi.


Setelah beberapa kali membujuk Sisil namun tidak berhasil, Rio pun memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya. ia mengerjakan beberapa pekerjaan nya yang belum selesai.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: anak nya lagi romantisan eh bapak nya kena hukuman puasa 🤣


N: kok gue ngakak ya Thor 😭


A: Lo ngakak apa nangis jamil?😒


N: ketawa sampai nangis gue 🤣


A: uluh Sian 🤣

__ADS_1


N: suee Lo 😪


**A: 🤣🤣🤣***


__ADS_2