
di ruang keluarga Terlihat Sisil Rio dan juga Dena yang sedang berkumpul, tak lupa gadis crewet yaitu meitha.
"bunda" panggil Dio yang membuat semua nya menoleh.
"kenapa bang?" panggil Sisil.
"bunda kakak tuh masa di ajak jalan nya nggak mau" adu Dio kepada Sisil.
"kenapa memang mungkin Dea sedang sibuk" ujar Rio menanggapi aduan putranya.
"sibuk apaan orang dari tadi tiduran doang" ucap nya. Dio sengaja mengadu karena ia ingin membuat Dea mendapatkan pencerahan dari sang ayah, selama ini Rio tidak pernah membatasi kebebasan anak-anak nya namu iya tidak ingin ada batas di antara semua anak nya termasuk meitha yang sudah ia anggap seperti anak nya.
dan Rio selalu memberikan kuliah kepada anak nya sekeras apapun mereka menutup jati dirinya, maka itu bukan alasan untuk mereka saling berjauhan. begitulah pemikiran Rio.
Dio sengaja karena ingin membuat Dea keluar dari kamar nya, maka dari itu ia mengadukan nya kepada Sisil di hadapan Rio. dan benar saja Rio meminta Mei untuk memanggil kan Dea hal itu membuat Dio senyum penuh kemenangan.
"Mei panggil kakak" ucap Rio.
"iya ayah" jawab Mei berlalu ke kamar Dea.
beberapa menit kemudian mei sudah kembali ke ruang keluarga diikuti oleh Dea di belakang nya, perasaan Dea tidak enak ia menatap tajam ke arah Dio. feeling Dea yakin jika ia akan diberi pencerahan yang begitu bermanfaat oleh ayah nya.
"duduk kak" ucap Rio dan Dea pun menurut saja.
Rio menatap putrinya penuh cinta, memang bisa dibilang Dea anak kesayangan Rio namun hal itu tidak membuat nya membedakan antara Dio dan Dea juga Dena. hanya saja jika menatap putrinya Rio merasa damai berbeda saat ia melihat Dio itu membuat nya merasa sedang melihat dirinya sendiri.
setelah menatap Dea Rio mulai mengeluarkan suara nya, ia memberikan nasehat dan arahan kepada Dea.
dea bukan lah anak tunggal yang tidak memiliki saudara hingga harus membuat nya berdiam diri di kamar, Dea memiliki tiga saudara yang membutuhkan nya bahkan ia harus bisa membagi waktu kebersamaan jika tidak dengan orang tua nya maka berbagi waktulah dengan saudara. begitu kata Rio.
bukan maksud Rio membela Dio hanya Rio ingin Dea berbaur, jika ia terus berdiam diri tanpa membagi waktunya maka Rio mengancam akan membeberkan identitas putrinya itu. dan itu berhasil membuat Dea takut hingga berucap ia.
setelah memberikan kuliah kepada putrinya Rio memeluk Dea lalu mengecup kening sang putri untuk meminta maaf.
__ADS_1
"maafin ayah udah bicara panjang lebar sama kakak" ucap Rio karena takut jika putrinya merasa tertekan.
"tidak ayah, apa yang ayah katakan itu benar" jawab Dea tersenyum di pelukan ayah nya.
"kakak tau, jika kakak terus berdiam diri di kamar, ayah khawatir" ucap Rio masih dengan memeluk putri nya
"kenapa" tanya Dea.
"khawatir kalo putri ayah tidak mendapatkan pangeran nantinya, karena kelamaan di kamar" jawab Rio membuat semuanya tertawa.
"ayahhh" rengek Dea yang kembali mendapat kecupan dari sang ayah juga bunda nya.
hal itu membuat Mei sedih mengingat mami dan Dady nya.
(mami hiks..Dady Mei kangen kalian hiks...hiks...dulu kalian selalu peluk dan cium Mei, Mei gak pernah haus akan pelukan kalian tapi sekarang? Mei benar-benar rindu mi) batin Mei tak terasa air mata nya menetes, dan hal itu membuat Dio menyenggol lengan ayah nya hingga membuat Sisil dan Rio memandang Mei. oh tuhan bodoh nya karena mereka melakukan itu di hadapan Mei.
Rio pun beranjak memeluk Mei dan itu membuat tangis Mei pecah dalam pelukan Rio, Rio tidak tega hingga ia menghujani kecupan di kepala Mei. begitupun dengan Sisil ia mendekati Mei juga ikut memeluknya, Sisil merasa bersalah karena ia membuat gadis yang menjadi putri nya itu menangis.
"Mei maafin ayah nak" ucap Rio yang terus memeluk Mei.
"Mei aku ini ayah mu jadi jangan sungkan" ucap Rio.
"ayah aku rindu sebuah pelukan hiks... aku rindu sebuah kecupan yang selalu aku dapatkan saat mami dan Dady masih ada, apa aku salah merindukan itu? aku selalu mendapatkan nya mami dan Dady tidak pernah melupakan hal itu kepadaku, seperti apa yang ayah dan bunda selalu lakukan kepada kak Dea hiks..hiks..." ujar Mei memeluk tubuh Rio erat, membayangkan sosok gio sang Dady yang saat ini sedang memeluknya.
jleeeb... kata-kata itu membuat hati Sisil juga Rio merasakan sakit, tanpa mereka sadari gadis yang selama ini terlihat ceria ternyata sangat merindukan sebuah perlakuan seperti itu. Rio dan Sisil melakukan itu hanya kepada Dea karena Dio yang selalu menolak jika tidak di paksa, maka Sisil dan Rio berfikir jika Mei pun tidak akan menyukainya namun ternyata mereka salah. dan mulai hari ini mereka akan selalu memeluk dan mengecup anak-anak nya.
"sayang maafin ayah sama bunda, mulai saat ini kami akan melakukan hal yang sama kepada mu" ucap Rio yang mendapat anggukan dari Mei, namun saat itu juga Rio merasakan tubuh Mei panas dan tiba-tiba melemah. dilihatnya mata Mei tertutup dan itu membuat semuanya panik begitupun dengan Dea dan Dio.
"ayah Mei" ucap Sisil kepada Rio.
"bang panggil dokter" titah Rio dan ia segera menggendong tubuh mungil putrinya itu ke kamar.
Rio merasa bersalah atas semua ini, ia yakin jika Mei sakit karena ia menahan kerinduan nya kepada Nita dan gio. Rio merasa frustasi ia menatap Mei seperti merasa posisi itu adalah Dea, ia tidak bisa membayangkan jika Dea yang terbaring lemah.
__ADS_1
Rio selalu mengatakan menjaga anak gadis itu harus ekstra, jangan sampai ada luka apapun karena wanita itu dipilih bukan memilih. apalagi Rio selalu mewanti-wanti kepada istrinya agar selalu memantau pergaulan sang putri jika wanita sudah di rusak maka akan ada bekasnya berbeda dengan laki-laki, maka dari itu Sisil selalu memantau putrinya sedang ada masalah kah atau tidak ia selalu menjadi bunda yang baik juga teman curhat yang baik untuk anak-anaknya.
setelah dokter tiba dan Mei langsung di periksa, dan benar saja dugaan Rio Mei hanya merasa tertekan karena menahan rindu kepada orang tuanya. dan ia selalu menahan apapun yang ia inginkan! bukan uang atau barang berharga yang Mei inginkan karena ia akan dengan mudah mendapatkan semua itu mengingat kekayaan Dady nya. tapi yang Mei butuhkan hanya pelukan hangat dan kasi sayang meskipun selama ini telah ia dapatkan dari Sisil dan juga Rio.
setelah mengetahui itu Rio mengecup kening Mei, sementara Sisil memeluk gadis itu dan mengecupi wajahnya.
"maafin bunda sayang maafin" ucap Sisil
setelah menemani Mei cukup lama Sisil pun pergi meninggalkan Mei yang tertidur, Sisil kembali ke kamarnya dan berbaring di samping suaminya. Rio memeluk Sisil dengan erat dan menghujani wajah Sisil dengan kecupan lembut sebelum tidur hingga akhirnya mereka terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya π π
N**: kebiasaan banget udah bikin ketawa dibikin mewek π
A: Mon maaf lah dikit doang kan yaπ
N: sedih akunya Thorπ
A: iya sama π
__ADS_1
N: hilihh π
**A: πππ***