
Hari ini Mae akan pergi ke kantor bersama dengan Dea, ya meskipun sudah menikah Mae tetap ingin bekerja karena tidak ingin berdiam diri di rumah.
Saat tengah bersiap-siap Mae tidak sengaja melihat Julian yang menatap nya sinis, hal itu membuat Mae pun melengos tanpa mempedulikan keberadaan Julian.
"Dih melengos gitu aja, dikira gue patung kali ya" gumam Julian, yang masih terdengar oleh Mae.
"Oh Lo orang? gue kira bukan" ucap Mae sinis.
"Lo jadi orang bener-bener ya, salah besar mami gue yang mikir Lo cewek baik-baik" ucap Julian, memang dari awal keduanya terlihat seperti musuh.
"Lalu apa bedanya sama bokap gue yang ngira Lo cowok baik-baik hah? inikah pilihan untuk anak semata wayangnya" balas Mae menatap Julian.
"Cih, bahkan Lo gak lebih baik dari ja**Ng" sinis Julian membuat Mae geram, pagi-pagi begini sudah di ajak berantem.
"Jaga ucapan Lo Julian, mana bukti dari semua omongan Lo. dan Lo harus tau cepat atau lambat gue bakal bikin Lo bertekuk lutut di hadapan gue yang Lo bilang ja**Ng itu" ucap Mae.
"CK. Lo gak bakal bisa bikin gue jatuh cinta Maesaroh" ucap Julian.
"Mae ah lomah pake saroh Mulu" kesal Mae.
"Terserah gue lah mulut juga punya gue, mau apa Lo" ucap Julian membuat Mae geram.
Tentu saja bagaimana tidak sikap Julian santan berbanding terbalik dengan Justin, sungguh Mae merasa dirinya masuk ke dalam lubang singa.
Jika tidak memandang status Julian sebagai suaminya, pasti sudah Mae bogem pipi mulus Julian itu.
...
Kini semuanya sudah ada di meja makan Julian masih menatap sinis kepada Mae yang terlihat tenang, dalam matanya seperti ada kilatan yang tidak bisa di artikan.
Mae yang melihat tatapan mata Julian yang seperti seorang musuh hanya cuek bebek, peduli amat fikirnya mengenai Julian yang seperti itu.
Ruang makan menjadi tegang dengan tatapan mata Mae dan Julian, mami alin dan Dea saling memandang begitupun Justin yang memperhatikan adiknya itu.
(Sudah kuduga perjodohan mami kali ini tidak akan semulus saat dia menjodohkan aku dengan Dea, lihat lah keduanya seperti mengibarkan bendera peperangan. untung nya Dea bukan wanita yang suka membantah, begitupun gue gak pernah kasar sama istri) batin Justin.
Carl menatap semua orang dengan bingung namun tak sengaja matanya beradu tatap dengan sang Daddy, Carl hanya mengangkat bahu nya acuh tak acuh. karena fikirnya itu bukan urusan Carl lagian yang sedang perang dingin bukan Daddy dan mommy nya.
Setelah selesai sarapan semuanya bubar mengerjakan kegiatan masing-masing, begitupun Julian yang pergi menuju kantor nya.
.
.
__ADS_1
.
"Mai Lo sama Julian ngapa dah, kaya ngeliat musuh begitu" tanya Dea, yang duduk di samping Mae.
Namun Mae hanya diam dia memikirkan cara, untuk menaklukkan Julian namun Mae tidak ingin membuat dirinya rugi.
"Mai, hello" panggil Dea membuat Mae tersadar.
"Eh iya de, kenapa" sahut Mae.
"Lo kenapa ada masalah?" tanya Dea.
"Nggak ko gue gak apa-apa" lirih nya.
"Lo nggak usah boong, gue tau kok Lo kenapa Mai" ucap Dea membuat Mae menoleh, namun seketika matanya kembali menatap kedepan.
"Huuuufthhhh, gue bingung" ucap Mae, membuat Dea mengernyit.
"Bingung kenapa?" tanya Dea.
"Lo inget waktu kita ada pertemuan di restoran X" ucap Mae.
"Ya, kenapa" tanya Dea lagi.
"Gue liat Julian jalan sama cewek, Lo tau gak si de itu adik ipar Lo kaga berubah Masi aja seorang Casanova alis playboy kelas teri" jawab Mae membuat Dea terperangah.
"Iya gue yakin itu dia de, dan selama pernikahan gue nih ya kaga ada romantis-romantis nya pisan jadi lagi itu orang" kesal Mae.
"Kenapa gak Lo tanyain aja kenapa dia begitu" ucap Dea.
"Gue masih sabar ko ngadepin sikap dia de, gue juga gak peduli sama dia mau dekat atau jalan sama cewek lain" lirih Mae.
Tak lama kemudian Dea dan Mae tiba di kantor, Dea masuk ke kantor dengan elegan Mae yang melihat sikap Dea berdecak kagum. pantas saja jika Justin tergila-gila kepada sahabatnya itu fikir mae.
Sementara di perusahaan terbesar tepatnya dalam gedung yang menjulang tinggi, terlihat seorang laki-laki tampan dan gagah yang tengah duduk di kursi kebesarannya.
Lelaki itu menatap tajam kepada berkas yang saat ini tengah di lihatnya, kewibawaan nya membuat semua orang terkagum-kagum dengan dirinya.
"Jack" panggil nya kepada tangan kanan sekaligus sahabat, yang tak lain adalah SK.
"Ya tuan muda" jawab nya sopan.
"Perintahkan anak buah mu untuk mengikuti nona muda, karena hari ini ia ada pertemuan di mall xx" ucap nya yang langsung di angguki oleh Jack.
__ADS_1
"Baik tuan muda" balas Jack, ia pun segera menghubungi anak buah nya. Karena setelah kejadian penculikan itu Dea sangat di jaga ketat oleh Justin.
"Tuan hari ini kita akan ada pertemuan dengan pimpinan dari perusahaan_" ucap Jack terhenti karena justin memotong nya.
"Segera siapkan berkas-berkasnya" ucap Justin membuat Jack mendengus.
(CK.kebiasaan buruk belum kelar gue ngomong udah main potong aja) batin Jack.
"Tidak udah mengumpati ku Jack" ucap Justin membuat Jack terperangah.
"Tidak tuan, mana saya berani melakukannya" ujar Jack, berlalu dari ruangan Justin.
Justin dan Jack pun pergi ke sebuah restoran di mana ia akan bertemu dengan klien nya, seperti biasa Justin dengan wajah dingin nya yang membuat siapapun yang melihat nya akan merasa merinding.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: gaes part ini aku banyakin Julian sama Mae dulu ya, gak lupa Abang Tintin sama neng Dea oke π
N: oke Thor, lagian gue udah kepo sama kisah Julian dan Maeπ
A: disini konflik nya mengenai Julian dan Mae, karena keduanya kan lagi anget-anget nyaπ
N: manten baru ya Thor π
A: iya ih pinterπ
__ADS_1
N: iya dongπ
**A: πππ***