
Pagi ini Justin bangun lebih awal, karena hari ini adalah hari weekend jadi Justin memutuskan untuk mengajak Dea lari pagi.
Justin pun membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu ia duduk di samping Dea dan membangunkan istri kesayangan nya.
"Sayang" panggil Justin.
"Emmmhhh" lenguh Dea.
"Hey bangun sayang" ucap Justin.
"Abang ini Masi pagi" balas Dea.
"Gak apa-apa ayo bangun, kita lari pagi" ucap justin yang membuat Dea langsung membuka matanya.
"Lari pagi? sungguh?" tanya Dea antusias.
"Hmmmmm, mangkanya kamu mandi dulu sana" jawab Justin. tanpa banyak bicara Dea pun langsung berlari ke kamar mandi, Justin yang melihat tingkah istrinya itu hanya bisa tersenyum.
Setelah selesai mandi Dea langsung memakai pakaian, dan berlalu menuruni anak tangga untuk menemui suaminya.
Saat melihat Justin yang sedang memunggungi nya, Dea pun berlari dan melompat naik ke punggung Justin layak nya anak kecil.
"Aduh" ucap Justin menahan tubuh Dea agar tidak jatuh.
"Hehe muaaah muaaah" tawa Dea dan mengecup pipi Justin.
"Sudah siap?" tanya Justin kepada Dea yang berada di gendongan nya.
"Sudah ayo" ajak Dea.
"Kamu nya turun dong" ucap Justin.
"Nggak mau, ayo Abang jalan" balas Dea membuat Justin menggelengkan kepalanya.
Baru saja Justin melangkah Dea sudah memberhentikan nya lagi.
"Ada apa?" tanya Justin.
"Turun bang" jawab Dea tersenyum.
"Kenapa katanya mau gendong" ucap Justin.
"Nggak ah, itu namanya aku bukan lari tapi naik kuda hehe" ucap Dea.
"Yaudah" balas Justin menurunkan Dea.
Dea pun langsung mengapit tangan Justin dan berlari keluar gerbang rumah, Justin sesekali mencuri pandang kepada Dea.
"Mandang ya Mandang aja bang gak usah curi-curi pandang begitu" ucap Dea yang menyadari tingkah Justin.
"Percaya diri sekali kamu" ujar Justin.
"Aku nikah sama Abang berapa lama sii? dan aku jadi istri nya Abang berapa lama? jelas aku tau tingkah Abang" ucap Dea tersenyum.
"Ya ya aku tau kamu memang selalu peka" ucap Justin.
"Tentu saja, bahkan aku selalu peka sama keinginan Abang yang_" ucap Dea menggantung saat melihat tatapan mata Justin.
"Sayang" ucap Justin.
"Iya iya gak usah merah gitu dong muka nya" goda Dea.
Justin pun memalingkan wajahnya, ia tidak menyangka jika istri kecil nya sudah bisa menggoda nya saat ini.
"Bang" panggil Dea.
"Iya sayang" sahut Justin.
"Haus" ucap Dea.
"Yasudah ayo kita beli minum, sekalian beli sarapan" ucap Justin yang di angguki oleh Dea.
Saat tengah menunggu sarapan ada seseorang yang menghampiri keduanya, dan Dea menatap nya datar.
"Hai tuan Justin" sapa seorang lelaki.
"Eh hai tuan Remon" ucap Justin.
"Wah ternyata tuan juga suka lari pagi ya" ucap Remon.
__ADS_1
"Ah tidak hanya jika ingin saja" jawab Justin.
"Haha bisa saja" ucap Remon lalu menatap dea.
"Ah iya kenalkan ini istri saya" ucap Justin yang mengerti tatapan Remon.
"What? istri?" tanya Remon.
"Ya istri, sayang perkenalkan ini tuan Remon rekan bisnis ku" ucap Justin.
"Ah ya, saya Dea" ucap dea, tanpa mengulurkan tangannya. namun sedikit membungkuk.
"Ah iya saya Remon" balas nya.
Dea yang melihat tatapan memangsa dari Remon pun bergidik ngeri, hingga dirinya bersembunyi di balik tubuh kekar suaminya.
Setelah berbincang dengan Remon, dan setelah menyantap sarapan nya Dea dan Justin pun kembali berjalan santai.
Dea menatap wajah tenang suaminya, Dea tidak menyangka ia benar-benar memiliki Justin lelaki tampan yang selalu hinggap dalam haluan nya.
...
Siang hari Dea dan Justin memutuskan untuk ke rumah Rio dan sisil, Justin benar-benar tidak ingin jauh dari Dea.
Bahkan kemanapun Dea pergi ia selalu ingin ikut, biasanya Justin akan menyusul Dea namun kali ini keduanya berjalan bersama.
"Assalamualaikum" ucap Dea dan Justin bersamaan.
"Walaikumsalam, eh Abang kakak. ayo masuk" ucap Mei.
"Bunda mana?" tanya Dea.
"Ada di dalam kak" jawab Mei.
Mereka pun berjalan menuju ruang keluarga, dan saat Dea muncul Dena langsung melompat dari tempat duduk nya berlari ke arah Justin.
"Abang" teriak Dena.
"Hai girls" ucap Justin menggendong tubuh mungil Dena.
"Abang aku Lindu Abang" ucap Dena mencium pipi Justin.
"Oh no, aku juga Lindu kakak" ucap Dena menarik Dea untuk mencium pipi kakak nya itu.
"Hai Bun, yah" sapa Dea mencium pipi Sisil dan Rio.
"Hai sayang" ucap Sisil membalas ciuman putri nya.
"Dena turun dong kasian Abang nya" ucap Sisil.
"No bunda, aku mau sama Abang" tolak Dena.
"Haih dasar bocah centil, gak bisa liat yang ganteng dikit" ujar Mei.
"Silik aja kakak ini" dengus Dena.
"Hai girls siapa yang sirik padamu" ucap Mei, ya Dena dan Mei memang selalu berdebat.
"Kakak Dea, kak Mei nya jahat" adu Dena kepada Dea.
"Nggak kak, mana ada aku jahat. Dena nya yang nyebelin" ucap Mei panik saat melihat tatapan Dea.
"Sudah-sudah tuan putri memang tidak pernah ingin mengalah Mei" ucap Sisil.
"Kemarilah baby" ucap Dea merentangkan kedua tangannya.
Dena pun turun dari pangkuan Justin, dan berlari ke arah Dea. Dena memeluk Dea layaknya seorang anak yang merindukan ibunya.
Justin yang melihat itupun merasa senang karena Dena selalu bisa membuat istrinya tertawa, Justin tidak keberatan jika Dea ingin mengajak Dena tinggal bersama nya. namun Rio dan Sisil selalu menolak karena tidak ingin Dea kerepotan.
"Kakak" panggil Dena.
"Ya girls" jawab Dea.
"Kakak nginap?" tanya Dena.
"Tidak sayang kakak pulang nanti" jawab Dea membuat Dena merengut.
"Hei ada apa?" tanya Justin yang melihat wajah Dena.
__ADS_1
Sisil yang melihat Justin langsung mendekati Dena yang berada dalam pangkuan Dea pun sedih, Justin memang sudah siap menjadi seorang ayah terlihat dari sikap nya yang sangat menyayangi Dena.
Mei, Mae yang melihat pemandangan itupun terharu. ketiganya terlihat seperti keluarga kecil.
"Kenapa sayang hmmmmm?" tanya Justin yang memegang pipi gembul Dena.
Dena pun menatap manik mata Justin, dan ia kembali menatap dea. hal itu membuat Dea dan Justin bingung.
"Bicaralah ada apa, tidak usah fikirkan kakak kamu" ucap Justin lagi.
"Aku ingin Abang dan kakak nginap, aku ingin bobok sama Abang dan kakak" ucap Dena membuat Justin tersenyum.
"Apa kamu sangat menginginkan nya?" tanya Justin.
"Hmmmmm, boleh kah Abang" jawab Dena mengedip-ngedipkan matanya.
"Haih mulai lagi genit nya anak itu" ucap Mei.
"Biasa lagi ngerayu bapak keduanya itu Mei, ayah aja kalah depan sama Justin mah" ucap Sisil.
"Apa? kenapa begitu?" tanya Rio.
"Lihat tu yah anak nya, lagi ngerayu Justin minta bobok de antara Dea dan Justin" jawab Sisil, membuat Rio menatap Dena, Justin dan Dea.
"Abang boleh kah? Dena mau bobok sama Abang sama kakak" lirih Dena.
"Apapun untuk tuan putri Abang kasi" ucap Justin membuat mata Dena berbinar.
"Really?" tanya Dena.
"Hmmmmm" jawab Justin yang sedang duduk di hadapan Dea.
"Thank you" ucap Dena mencium pipi Justin.
"Jangan sedih lagi, nanti cantik nya kamu hilang" goda Justin.
"Oh tidak, jika aku tuan putri nya Abang itu artinya aku tidak boleh jelek" ucap Dena membuat Justin dan Dea melongok.
"Ada apa dengan mu?" tanya Dea terkekeh.
"Aku harus cantik seperti kakak bukan" jawab Dena centil.
"Ya tentu saja kamu dan kak Dea tuan putri nya Abang" ucap Justin.
Semua orang yang berada di ruang keluarga melihat interaksi ketiga nya, Rio terlihat senang atas kasi sayang tulus yang di berikan oleh Justin untuk Dena.
Begitupun Sisil ia tidak menyangka jika Justin sangat menyayangi Dena, jika dilihat dari sikap nya Justin lebih terlihat sangat cuek. namun hal itu hilang saat melihat Justin saat ini yang sedang bercanda ria dengan Dena layaknya seorang anak dan ayah nya.
.
.
.
Abang Justin
Kakak Dea
Dedek Dena
happy reading 😊🤗
*A: noh yang minta visual nya Dena gue kasi dikit ya 😂
N: gumush ahh 😂
A: anak gue itu dalam mimpi 😂
N: anak gue oyy😂
A: pede Lo ah 🤣
N: 😍😍😍*
__ADS_1