Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 322


__ADS_3

Setelah kepergian Justin Dea menggendong Aiden menuju lantai dasar, karena setelah tiga bulan melahirkan putra nya itu kamar Dea pun kembali ke lantai atas.


Saat tiba di lantai bawah Dea melihat Carl yang tengah menjaga Aleta yang berada di stroller nya, Dea mengernyit dan melirik sekeliling rumah.


"Bang" panggil Dea.


"Ya mom" sahut Carl.


"Kamu belum jalan ke kampus?" tanya Dea.


"Belum mom, aku ke kampus cuma mau ngurus surat pindah aja" jawab nya, ya karena Justin meminta Carl untuk melanjutkan studinya di L*.


"Aunty Mae mana, kenapa Aleta ditinggal, terus ini suster nya pada kemana nih" cerocos Dea, membuat Carl tersenyum.


"Aunty Mae lagi bikin makanan buat baby El" ucap carl, ya El adalah nama belakang Aleta yang tak lain adalah Elvina. hanya saja keluarga Abrisham lebih suka memanggil El agar tidak ribet.


"Oh, tolong dong pegangin Aiden dulu. mommy mau ambil minum" ucap Dea, dengan senang hati Carl menggendong adik nya itu.


Setelah kepergian Dea, suster yang merawat Aiden menghampiri Carl ia akan mengajak Aiden ke taman belakang.


"Tuan muda biar saya yang menjaga tuan muda Aiden" ujar nya.


"Tidak usah mbak biar saya aja" jawab Carl, membuat suster itu tersenyum canggung. dan berfikir lalu apa pekerjaan nya, jika Dea dan Carl bisa menjaga Aiden kenapa Justin harus repot memberikan tiga suster untuk putranya itu.


...


Di dapur Dea menepuk pundak Mae, membuat Mae melompat kaget hal itu membuat Dea tertawa kecil.


"Asem kaget gue" ucap Mae.


"Lama amat Lo bikin makan buat El, keburu keruyukan perut anak Lo mai" ucap Dea.


"Ia bentar lagi de, oiya Aiden dimana" ujar Mae.


"Lagi di gendong Carl dia, lagian suster Lo pada kemana si Mai masa pada ngilang begitu" ucap Dea.


"Bukan ngilang, yang satu gue suruh beli bakso yang satu nya gue suruh ke mini market diapers nya El abis" ucap mae membuat Dea mengangguk.


Mae dan Dea pun berjalan beriringan menuju ruang tengah, disana terlihat Carl yang tertawa dengan tingkah lucu Aiden.


"Bang" panggil Dea.

__ADS_1


"Ya mom" sahut Carl.


"Tolong dong kamu panggil suster nya baby ai, mommy mau ke aunty Mei sebentar" ucap Dea.


"Baby ai gak di ajak mi" tanya Carl.


"Nggak, adik mau gak boleh di ajak keluar bang. tau sendiri kan gimana Daddy kamu lindungi anak-anak nya" jawab Dea.


"Yaudah oke mom" ucap Carl.


Setelah itu Dea pun pergi ke rumah orang tua nya, ia ingin mengajak Mei kerumah nya karena Mei hanya tinggal sendiri jika Dio bekerja.


"Assalamualaikum" ucap Dea, ya karena di rumah itu kini hanya ada Mei dan Dio. Sisil dan Rio mereka lebih memilih menemani Dena untuk melanjutkan sekolah di negara K, gadis itu kini tumbuh cantik karena Dea selalu mendapat foto adik bontotnya itu dari sang bunda.


"Walaikumsalam, eh kak masuk kak" ucap Mei.


"Sepi ya, kerumah yu Mei" ucap Dea.


"Iyalah sepi, semenjak dena minta sekolah di luar kan rumah ini sepi" ucap Mei.


"Yaudah nanti kalo Dio lagi keluar negeri atau keluar pulau, kamu tinggal sama kakak aja. lagian bang Justin juga jarang di rumah kok, lusa dia harus pergi ke negara B ngurus perusahaan yang disana" ucap Dea.


"Boleh tuh, tapi kalo bang Justin gak ada aku bobok sama kakak ya" pinta Mei, keduanya kini tengah berjalan menuju rumah Justin.


Setibanya di rumah Julian Mei langsung berlari ke arah Mae yang tengah di ruang tengah bersama dengan Aleta, Mae yang melihat Mei terkekeh geli.


"Baby el aunty rindu" ucap Mei.


"Kuliah dulu Mei" ucap Mae.


"Pastinya, Mei sekarang lagi ngebut kak biar bisa cepetan sidang. biar cepet juga punya dedek" ujar Mei.


"Mai baby ai dimana?" tanya Dea, yang mencari keberadaan putranya.


"Di bawa ke taman belakang tadi" jawab Mae.


Dea pun berjalan menuju taman belakang, dilihat nya Aiden sedang di bacakan dongeng oleh suster nya.


Suster Aiden yang satu ini masih sangat muda, usianya satu tahun di bawah Carl Dea begitu menyayangi nya karena ia selalu menjaga Aiden dengan baik.


"Na" panggil Dea.

__ADS_1


"Eh, nona" jawab nya.


"Sudah saya bilang jangan panggil saya nona, panggil saya kakak aja" ucap Dea, membuat ana tersenyum tipis.


"Baiklah non_eh kakak" ujar nya.


"Saya mau ambil baby ai, kamu pergilah bukan kan kamu ada ke sekolah" ucap Dea, ia tahu jika ana harus mengikuti ekskul di sekolah nya untuk kegiatan ujian akhir nanti. ana gadis yang cantik juga cerdas anggap saja Dea menyayangi ana seperti ia menyayangi Carl.


"Tidak, saya bisa mengerjakan semuanya tanpa harus meninggalkan pekerjaan saya" ucap ana.


"Yasudah kalau begitu kamu istirahat lah, dan ya katakan kepada suster lain untuk segera makan. kalian belum makan baby ai biar saya yang jaga lagi pula ada Mei di depan" ucap Dea berjalan, dan ana mengikuti Dea dari belakang.


Setibanya di dalam rumah Mei dan Mae menatap wajah cantik ana, mereka semua kagum kepada ana yang hidup kerja keras setelah kepergian orang tuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***happy reading 😊🤗


A**: semoga kalian suka terus sama cerita nya ya 😊


N: udah gue tunggu-tunggu padahal mah ya 😁

__ADS_1


A: sabar ya Uun sabar 😁


N: siap Thor 😂*


__ADS_2