Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 442


__ADS_3

Mei yang kasihan kepada Dena pun menghampiri adik ipar nya itu di kamar, Mei merasa tidak enak karena Dio membuat Dena kesal.


"Dek, kakak boleh masuk" tanya mei di luar pintu kamar Dena, Dena pun membuka pintu kamarnya tanpa berbicara.


"Hei, kenapa cerita sama kakak" ucap Mei.


"Gak apa-apa" jawab Dena santai, saat Mei membujuk Dena Dea pun datang karena Dio menelpon Dea agar membujuk Dena.


Dio tau Dena dan Dea seperti ibu dan anak, karena Dea membantu merawat Dena waktu kecil. maka dari itu Dio berharap Dea yang bisa membuat adik nya itu baik lagi.


"Dena kenapa mei" tanya Dea, membuat Mei menoleh.


"Ngambek kak" ucap Mei, Dea berjalan mendekati Dena dan merengkuh pundak adik nya itu.


"Sayang nya kakak kenapa hmmmm, cerita diapain sama Dio" ucap Dea seperti menenangkan seorang anak kecil.


Bukannya menjawab pertanyaan Dea tapi Dena malah menangis yang membuat Dea ingin tertawa, Dena dan Keanu belum ada hubungan apapun tapi kenapa Dena jadi cengeng seperti ini.


"Dena ingat kalo kakak nanya ya di jawab" ucap Dea, ia tau Dena merasa tidak nyaman di lingkungan nya saat ini. ia terbiasa kesana kemari bersama temannya, bahkan terbiasa di datangi kerumah oleh Keanu.


"Aku pengen pulang aku gak mau disini, Abang nyebelin tau gak gangguin ketenangan Dena Mulu. kalo ngomong tuh gak pernah pake filter" cerocos nya.


"Ya kan keluarga Dena kumpul nya disini masa Dena mau disana sendiri" ujar Dea, ia mencoba membujuk agar adik nya tidak minta pulang.


Dena merasa tidak nyaman karena ia merasa Carl berbeda, padahal Carl tidak memberi tahu pernikahan nya kepada Dena karena merasa takut Dena kecewa.


Padahal jika Carl mengatakan nya Dena orang pertama yang paling bahagia, bahkan Dena orang pertama yang mendukung Carl dan ana.


Kisah cinta Dena bukan lah dia kisah cinta Dena baru saja dimulai, dan itu yang membuat Dena tidak ingin meninggalkan kisah nya.


"Kamu marah karena Carl tidak memberi tau kamu" tebak Dea.


"Hmmmmm" balas Dena.


"Kamu marah atau cemburu" goda Dea.


"Aku ingin dia berkata, Aunty kembali lah ketanah air, aku akan menikah dan aku ingin aunty hadir di hari pernikahan ku" celoteh Dena membuat Mei dan Dea tertawa.


"Aunty berhentilah marah karena kau lah orang yang paling aku tunggu di hari pernikahan ku, dan maaf jika aku tidak memberi tahu kamu" ucap Carl dan ana yang berdiri di ambang pintu, membuat Dena terlonjak kaget.


"Wooow, amazing! baru saja aku berbicara seperti itu sekarang bukan hanya ponakan lucknut ku yang mengucapkan nya, tetapi juga ponakan ipar ku" ujar Dena girang, ia seakan lupa dengan kekesalan nya.


"Aku merindukan mu" ucap Dena memeluk ana, dan ana pun membalas pelukan Dena.


"Akupun merindukan aunty kecilku ini" kekeh ana.

__ADS_1


"Hey, aku bukan lagi anak kecil" cebik Dena.


"Tetap saja usiaku berada di atasmu" ceplos ana.


"Ya ya ya, kalian memang sudah tua. Abang seperti om-om dan mbak seperti tante-tante culik aku dong hahahaha" ucap Dena, dan tiba-tiba ponselnya berdering.


Saat Dena melihat nama kontak si penelepon wajah Dena langsung berubah menjadi gembira, ia buru-buru meminta semua orang yang ada di kamar nya untuk diam.


"Siapa" tanya Dea.


"Sttttttt" ucap Dena, Dea dan Mei pun tertawa.


*Panggilan telepon


Mas ganteng: hallo.


Dena: hmmmmm. (sok cuek cuy padahal nunggu 😂🤣).


Mas ganteng: anak singa apa yang sedang kau lakukan?


Dena: berfikir!


Mas ganteng: ah ya, kau pasti selalu memikirkan aku yang beberapa hari ini tidak memberi kabar kan.


**Blussshhh***... wajah Dena langsung merona, padahal gak berhadapan.


Mas ganteng: jangan bohong wajah kamu aja pasti sudah memerah.


Dena: apasi orang enggak. (berjalan menutupi wajahnya dengan bantal*)


sementara Dea dan yang lainnya merasa geli dengan tingkah Dena, Dena seperti anak kecil yang baru mendapatkan hadiah.


*Mas ganteng: kapan saudara mu itu menikah?


Dena: kenapa memang nya?


Mas ganteng: tidak, aku hanya ingin tau saja agar nanti saat aku menikahi anak singa ku tidak gugup lagi.


Dag....dig...dug...


Dena: siapa yang mengajarkan kakak untuk menggombal?


Mas ganteng: tidak ada, aku hanya melakukan sesuatu yang akan membuat mu bahagia dan jantung mu berdebar.


Ingat pesan ku jaga dirimu baik-baik, dan ingat jika aku akan menjemputmu untuk kembali kedalam hiduku dan duniaku.

__ADS_1


**Tut...Tut..Tut***...


Keanu mematikan panggilan nya sementara Dena terdiam memegangi dada nya, Mei dan ana menepuk pipi Dena.


"Dek kenapa" tanya mei.


"Kakak, tampar aku kak tampar aku masih hidup kan" ujar nya polos, membuat Dea tertawa. sementara Carl merasa bingung sebenarnya siapa yang menelpon Dena, dan kenapa mom dan aunty nya terlihat santai.


Bukannya menampar Dea justru mencubit hidung Dena, seperti yang biasa dilakukan oleh Keanu.


"Araaagghhh, sakit" desis nya.


"Hahaha, lagian kamu ini ya ngarang. memang nya dia ngomong apa sampai buat putri Artadinata melayang" tanya Dea.


"Ada deh, hahhhhhh intinya aku akan melupakan kekesalan ku hari ini. aku memaafkan bang Dio, dan aku juga memaafkan mu ponakan tua" ucap Dena kepada Carl membuat Carl menganga.


"Tua?" tanya Carl.


"Ya kau tua" balas nya, baiklah mengalah saja biarkan Dena bahagia untuk hari ini.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: jangan bapeuureeeuu gaes 😂


N: mana sempat udah keburu jedar-jeder jantung gue 😭


A: terlalu aktif 😂


N: kalo udah bagian Dena Keanu mah ya lord lemah cuy 🤣


A: wadaaaw 🤣

__ADS_1


N: 🤣🤣🤣*


__ADS_2