
#Kisah Carll Yudistira
Carll Yudistira adalah putra bungsu dari tuan Yudi dan nyonya Tiara, Carl memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Jeselin Yudistira.
Dari kecil Carl sudah di perlakukan tidak adil oleh sang papa, bahkan Carl sempat akan di titipkan pada panti asuhan oleh papa nya.
Beruntung saat itu nyonya Tiara selaku mama Carl tidak menyetujui niat suaminya, nyonya Tiara bersikeras ingin merawat putranya meskipun Carl tidak mendapatkan kasih sayang dari papa nya.
Selama 11 tahun Carl hidup dengan kesakitan yang di berikan oleh kakak dan papa nya, bahkan kakak Carl merasa sirik terhadap adiknya karena Carl lebih sering mendapatkan perhatian dari mama nya.
Sampai suatu hari Jeselin berniat untuk mencelakai Carl, Jeselin menyewa mobil untuk ia gunakan menabrak Carl. namun naas kejadian itu justru mencelakai ketiganya, bahkan mama Carl menjadi korbannya.
Semenjak kejadian itu papa Carl berlaku semakin kejam, bahkan ia tidak mengakui Carl sebagai anak nya. ia hanya mengaku bahwa dirinya memiliki satu anak saja yaitu Jeselin.
Ngenes bukan? maka dari itu wajar jika Carl membenci ayah nya.
Saat usia nya 12 tahun Carl di aniaya dengan kekerasan, bahkan ia sampai memohon kepada sang papa untuk mengampuni nya.
"Pah hiks...mohon pa maafkan Carl" ucap Carl kesakitan.
"Jangan memanggilku dengan sebutan papa, aku bukan papa mu anak tidak tau d*ri" teriaknya terus memukuli Carl.
"Pa mama meninggal karena kecelakaan pa, dan itu sudah takdir" ucap Carl terus memohon.
"Jika bukan karena menyelamatkan anak seperti dirimu, ibumu tidak akan pergi jika saja aku tahu bahwa bayi yang di kandung oleh ibumu itu laki-laki sudah aku lenya*kan kau dari dulu" teriaknya dengan suara yang melengking.
Sungguh perkataan papa nya itu membuat hati Carl sakit, ia bahkan tidak tahu akan di lahirkan di tengah keluarga yang seperti ini.
Jika boleh memilih Carl lebih baik tidak di lahirkan, toh ia hidup pun percuma fikirnya papa yang harusnya ia hormati malah menoreh luka yang mendalam hingga Carl merasa benci kepada papa nya.
"Pa hiks...maaf" lirih nya lagi.
"Pergi kau dari sini, jangan pernah kembali dan jangan pernah menunjukkan wajah si*l mu itu di hadapan ku" teriaknya.
"Nggak pa, Carl gak mau hiks... Carl gak punya siapa-siapa lagi selain papa. tolong pa jangan usir Carl" mohon nya.
Di usianya yang ke 12 tahun Carl mengalami kehancuran dalam dirinya, dengan penuh amarah tuan Yudistira menyeret Carl dan memasukkan ke dalam mobilnya, ia membawa Carl jauh dari rumah nya dan menurunkan nya di pinggir jalan.
"Pa jangan Carl mohon, Carl akan lakuin apa aja yang mama minta tapi jangan usir Carl" ucap Carl, anak lelaki itu sudah terlihat kuat selama ini. ia menanggung beban dan kesakitan di usianya yang masih terbilang kecil.
"Tutup mulutmu, dan pergilah jangan pernah kembali lagi kerumah ku. aku tidak Sudi memiliki anak seperti dirimu" ucap nya dan berlalu meninggalkan Carl.
Sampai akhirnya Carl di temukan oleh Justin dan di rawat dengan baik, anak yang ketampanan nya beliau terlihat karena wajah yang lebam dan penuh memar itu saat ini menjadi anak yang tampan.
Justin mencari tau tentang kehidupan Carl hingga ke akar nya, setelah mengetahui semua betapa murkanya Justin mendengar putranya itu menderita.
Ia berjanji akan membalas semua perbuatan papa Carl nanti saat Carl dewasa, sekarang belum saat nya toh Carl masih sekolah.
__ADS_1
Justin akan membuat Carl menjadi orang yang sukses dan bermartabat melebihi papa nya, Justin tidak ingin Carl di pandang rendah oleh orang lain.
...
Di tempat lain terlihat Carl yang tengah duduk di ruang tamu bersama Mei, ya sepulang sekolah Mei menghampiri Carl kerumah Dea.
"Carl" panggil Mei.
"Ya aunty" sahutnya.
"Kita ngemall yuk aunty bosan" ucap Mei.
"Aku gak boleh kemana-mana sama momy aunty" jawab Carl.
(Haih anak ini nurut sekali kepada momi nya, Carl kamu itu ganteng banget ihh gumush gue) batin Mei.
"Gimana kalo kita main nya sama uncle Dio" ucap Mei.
"Hmmmmm, tapi aku belum bilang momy" ujar Carl.
Tak lama kemudian Dio dan Dena datang ke rumah mami alin, Dena berlari ala kecentilan nya.
"Abang calel" teriak nya.
"Hay girls" ucap Carl memeluk Dena.
"Abang Dena nunggu Abang di lumah, tapi Abang nggak datang juga" celoteh nya.
"Hmmmmm iya, aku lagi gak boleh keluar rumah sama momy" balas Carl.
"Hei bocil kamu itu aunty nya Carl, kenapa kau bertingkah seakan kamu itu adiknya" cetus Mei.
"Aku nggak mau di bilang aunty, aku masi kecil" dengus Dena.
"Gimana kalo aku memanggil mu aunty cilik" ledek Carl.
"No. aku tidak ingin di panggil aunty" kesal nya.
"Masi kecil tau aja sama yang ganteng" dengus Dio.
"Itulah adik kamu bang, gak ada ahlak emang centil pisan" ucap Mei.
"Abang calel nanti kalo kak Dea pulang kita main yuk" ajak nya.
"Boleh kamu mau main apa?" tanya Carl.
"Paling main masak-masakan" ledek mei.
__ADS_1
"Bukan aku mau ajak Abang calel ajalin aku naik sepeda" ucap Mei.
"Hei kau ini masih kecil udah main mepet-mepet aja" ucap Dio.
"Bilang aja Abang silik sama aku" Ucap dena.
Dena terus saja berceloteh membuat Carl merasa gemas, ia tidak sabar untuk memiliki adik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: aku udah jelasin sedikit mengenai Carl ya 😊
N: sedih gue Thor baca nya😭
A: nyes gitu ya 😁
N: iya sian banget dah 😪
A: yang penting sekarang bahagia Uun 😁
N: iya bener 😂
Carl Yudistira A*.
Dena Anggia
__ADS_1