
Dena kembali ke rumah nya dengan wajah murung dan kesal, hal itu membuat sang bunda bingung dengan wajah anak bontot nya.
Bunda Dena menghampiri putrinya yang pulang dan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa, sang bunda duduk di samping Dena dan memegang kening Dena. ia merasa takut jika putrinya itu sakit.
"Eh, bunda" ucap Dena.
"Gadis bunda ini kenapa si hmmmmm, pulang-pulang kok mukanya di tekuk gitu sayang" ucap sang bunda.
"Gak apa-apa kok Bun, cuma lagi kesel aja Dena nya" balas Dena.
"Cerita dong sama bunda, cantik nya bunda ini kenapa? bunda lihat akhir-akhir ini Dena tuh banyak diam. dan kemana itu sikap galak nya" ucap Sisil tertawa di akhir kalimat nya.
Eh, bener juga Dena sekarang udah gak bar-bar kaya waktu sekolah. sekarang Dena lebih baik dari masa-masa sekolah nya, memang ya pergaulan itu mempengaruhi keseharian kita.
Untung saja Dena, Daniel Andrea tidak satu kampus. kalo soal David jangan di tanya lelaki itu melanjutkan kuliah nya di Swiss.
"Bundaaa, kok gitu si" rengek nya.
"Kenapa cerita sama bunda" ucap Sisil.
Dena pun terdiam, ia mengingat kembali percakapan nya dengan Keanu. Keanu yang menolak untuk mengikuti jejak sang ayah sampai berdebat karena Keanu yang memilih untuk menjadi seorang dokter.
"Bunda, jika kita tidak mengikuti keinginan orang tua kita. tapi kita memiliki jalan hidup kita sendiri itu salah tidak" tanya nya.
"Tentu saja tidak, disaat anak-anak sudah dewasa ia berhak menentukan jalan hidupnya asal itu hal yang positif" jawab Sisil, baiklah dari sini Dena paham keingin seorang Keanu yaitu membantu banyak orang.
"Ohh gitu, lalu kenapa bunda melarang keinginan Dena?" tanya nya.
"Karena keinginan kamu menjadi DJ, bukan buruk tapi sebagai orang tua bunda khawatir karena kamu itu anak gadis nya bunda" ucap Sisil menangkup wajah putrinya, doa sisil ia berharap siapapun yang bisa merubah sikap putrinya ia berharap itulah pendamping hidup putrinya jika itu seorang lelaki.
"Dena sayang bunda" lirih nya.
__ADS_1
"Bunda lebih menyayangi Dena dong, Dena segalanya untuk bunda" ucap Sisil.
"Benarkah, lalu Abang dan kakak" kekeh Dena.
"Tentu saja Abang dan Kaka, juga Dena adalah harta berharga milik bunda" ucap Sisil.
"Bunda" panggil Dena, anak gadis itu memeluk Sisil dan bersandar di dada sang bunda.
"Iya sayang" Sahut Sisil.
"Bagaimana bunda bisa menikah dengan ayah" tanya Dena mendongak menatap wajah sang bunda, hal itu membuat Sisil tersenyum mengelus kepala putri nya.
"Tidak mudah untuk bunda menikah dengan ayah kamu nak" jawab nya.
"Boleh kah aku tau kisah bunda dan ayah" tanya Dena membuat Sisil tertawa kecil, dari ketiga anak nya hanya Dena lah yang bertanya perjalanan kidal Sisil dan Rio. karena jika Dea Sisil lah yang akan bercerita itupun bukan soal perjalanan kisah nya sebelum menikah.
"Apa putri bungsu ku ini sudah mulai kepo" ucap Sisil membuat Dena menganga.
Sisil menatap wajah Dena dengan intens sebelum bercerita, ia tersenyum lalu mengelus kedua pipi Dena dan mencium setiap inci wajah putri nya itu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: hai Uun ku tersayang 😂
N: hai author bobrok ku 🤣
A: jahat nya kamu 😒
N: maaf lah Thor 😂
A: baiklah aku maafin kamu oke 😂
N: uwwwuuu terhura aku 😂
A: 😂😂😂*
__ADS_1