
Sisil yang terus membalas tatapan Rio pun merasa sangat tidak senang dengan jantung nya yang tidak bisa di ajak kompromi....
sehingga membuat Sisil memaki jantung nya yang berdebar seperti sedang berdisko...
(hey apakah kau tidak bisa tenang sedikit, aku tau kau menyukainya tapi setidaknya jual mahal lah sedikit dan bekerja lah seperti biasanya) batin Sisil
dan Rio mendekatkan wajahnya dengan wajah Sisil bersama tatapan lembut nya yang membuat Sisil mematung Rio pun mendarat kan bibir nya dengan bibir Sisil...
tentu saja membuat sisil kaget dan ingin menjauh tubuhnya, namun dengan cepat Rio menahan tengkuk kepala Sisil sehingga membuat Sisil tidak bisa bergerak...
Rio pun men**** bibir Sisil dengan lembut, Sisil yang merasakan sentuhan Rio pun cukup membuat nya canggung, disaat fikiran nya ingin menolak namun hati dan tubuhnya bereaksi bahwa iya sangat menginginkan nya...
sehingga keduanya pun terus menikmati sampai Sisil merasa sesak karna kehabisan nafas, Rio pun melepaskan nya dan mengatur nafas yang terengah-engah....
Sisil menundukkan kepalanya karna malu, sementara Rio menarik Sisil kedalam pelukannya...
"maafkan aku, tolong maafkan aku" ucap Rio lirih
"maaf untuk apa kau minta maaf tuan" tanya Sisil sambil melepaskan diri dari dekapan Rio
"aku membuat kesalahan besar dengan tidak mempercayai mu bahkan aku memaki dirimu" balas Rio dengan penuh rasa bersalah
Sisil yang mendengar itu pun menunduk dan tersenyum tipis, akhirnya kata-kata yang selalu ia harapkan hari ini di ucapkan oleh Rio langsung di hadapannya itu cukup membuat perasaan Sisil membaik...
"ya aku sudah memaafkan mu" tambah Sisil sambil menatap Rio...
"terimakasih aku sangat mencintaimu...aku mencintaimu" ucap Rio lirih kembali memeluk Sisil...
__ADS_1
Sisil terkejut mendengar kata-kata yang Rio ucapkan ia berfikir mungkin Sisil salah mendengar tapi kata-kata itu terdengar sangat jelas di telinga Sisil, sehingga membuat Sisil bimbang...
💞 💞 💞
Sisil memutuskan untuk bertanya kepada Rio...
"apa yang kau katakan tuan" tanya Sisil penasaran, dan Rio pun melepaskan pelukannya
"apa? aku tidak berkata apapun" balas Rio mengelak
"sungguh apa kau tidak berkata apapun?" tanya Sisil semakin penasaran
"apa telingamu bermasalah sehingga orang tidak berbicara apapun kau anggap ia sedang berbicara" balas Rio terkekeh, ya karna Rio merasa ini bukan saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Sisil
(apa aku salah, tapi itu terdengar begitu jelas di telinga ku, araaagghhh bahkan setelah jantung ku yang tidak bisa di ajak kompromi sekarang telingaku juga sama gilanya tidak bisa di ajak kompromi) batin Sisil menggerutu
tak lama Sisil pun memutuskan untuk kembali keruang kerja nya dan melanjutkan lamunannya sehingga waktu menunjukkan pukul 4 sore waktunya pulang kerja...
Rio keluar dari ruang kerja nya mendapati Sisil yang masih melamun, tentu saja itu membuat Rio ingin tertawa namun ia menahannya...
sehingga Rio menghampiri Sisil dan menggodanya...
"apa kau masih melanjutkan lamunan mu" ucap Rio yang membuat Sisil kaget
"ehh tuan, ti....tidak tuan saya tidak melamun" jawab Sisil terbata-bata dengan pipinya yang merona
"apa kau sungguh berharap kalau aku mencintaimu" tanya Rio terus menggoda Sisil
__ADS_1
"tentu saja..... ehhh maksudnya tentu saja tidak tuan" balas Sisil sambil menundukkan kepalanya karna menahan malu...
"bersiaplah apa kau tidak ingin pulang" ucap Rio sambil berjalan meninggalkan Sisil...
sementara sisi mengambil tasnya lalu menyusul Rio dengan gerutuan hatinya...
(araaagghhh bahkan untuk membencinya saja aku tidak mampu! apalagi saat dia menggunakan tatapan nya sebagai senjata itu benar-benar membuat tidak bisa mengendalikan diriku huuufft sudahlah jika dia tidak memiliki perasaan yang sama maka aku harus berusaha menguburnya) batin Sisil...
semua karyawan pun keluar kantor dan pulang ke tempat tinggalnya masing-masing, begitupun dengan rio, Sisil dan dua sahabatnya...
.
.
.
.
.
.
***Betsambung.....
jangan lupa like sama vote nya juga ya 🙏😁
dan mon maaf jika masih banyak kesalahan dan typo🙏***
__ADS_1