Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 166


__ADS_3

setelah menangis yang cukup melelahkan Dea di antar oleh kanita ke kamarnya, mata nya Terlihat bengkak dan wajah sembab banyak bekas air mata di wajah Dea.


"de tenang sayang, gaada yang mau bohongin Dea" ucap kanita membuat Dea menatap nya sebagai tanda penasaran.


"denger Tante, kita semua sayang sama Dea kita gak mau Dea salah pilih sayang. soal Oma yang nggak kasi tau mengenai pertunangan karena Oma tau kalo kamu maupun Justin akan menolak" menangkup wajah Dea.


"jangan takut ponakan Tante nggak boleh cengeng, kita disini keluarga kamu sayang sama kamu apalagi Oma dia sangat menyayangi Dea, kita semua tameng nya kamu pelindung kamu termasuk Oma yang selalu membela kamu kan. bahkan ayah sama bunda nggak bisa berkutik kalo Oma udah ada di depan kamu, jadi mulai sekarang kamu harus ceria lagi jangan murung kaya gini nanti cantik nya hilang. dan ya kalo kamu murung nanti Dio murka sama Oma kamu nggak mau itu kan" ucap kanita menjelaskan.


"iya aku akan berusaha menerimanya Tan" balas Dea kembali meneteskan air mata. dan kanita pun memeluk Dea untuk menenangkan nya.


...


di tempat lain gadis cerewet tidak bisa berhenti bicara, ia terus saja bertanya.


"Abang kak Dea Napa bang?" tanya Mei kepada Dio.


"nangis dia" jawab Dio datar.


"terus ini orang-orang Napa pada tegang kaya mau pembagian raport?" tanya Mei lagi.


"bukan pembagian raport meimunah" gereget Dio.


"terus apa bang? ada yang meninggal?" tanya Mei yang membuat Dio geram.


"hilih, iya" jawab nya asal.


"hah? sapa hang yang mati bang" tanya Mei


"pasukan Ultraman" jawab Dio ketus. membuat Mei menganga


"nggak sekalian aja pasukan ultraflu begitu" kesal Mei.


"sekalian noh ultramilk nya bawa sama Lo di mini market" ketus Dio.


"abaaaaang! ih nyebelin orang akunya serius" teriak Mei

__ADS_1


"jangan sok mau serius. tar pas disuru tunangan Lo mewek kaya Dea" ucap dio


"emang Abang mau tunangan sama Mei?" tanya Mei antusias, dan kali ini Dio yang menganga.


"hilih pede Lo anak uncal" jawab Dio.


"Abang nggak sekalian aja rusa nya di ajak" cetus Mei.


"iya temen lo itu" ujar Dio.


"Abang Mei seriusan ini" ucap Mei.


"apa?" tanya Dio


"Abang mu tunangan sama Mei" tanya nya lagi.


"jika tuhan menghendaki" jawab Dio


"yaudah, kalo gitu Mei akan terus berdoa agar Tuhan menghendaki Abang tunangan sama Mei" ucap nya membuat Dio mengangkat sebelah alisnya.


"kenapa begitu?" tanya Dio.


"memang Lo tau gue yang terbaik apa bukan?" tanya Dio lagi, Mei menggeleng.


"tapi Mei akan terus berdoa agar Abang dijadikan yang terbaik untuk Mei" jawab nya.


Dio menghela nafasnya dan kembali menatap Mei, gadis ceria seperti kakak nya yang super bawel.


"kalo gue bukan yang terbaik gimana?" tanya Dio


"ya kan Mei bilang Mei akan doain Abang biar jadi yang terbaik. ih Abang Bolot ya" kesal Mei


"hahaha terserah Lo meimunah" ucap Dio berjalan diikuti Mei.


"meitha Abang bukan meimunah" ujar Mei membenarkan.

__ADS_1


"Yaya terserah Lo anak curut" ucap Dio membuat Mei mencebikan bibir nya.


"Abang anak tikus" balas Mei berlalu meninggalkan Dio.


"CK. ngambek bocah" gumam Dio.


Dio memandangi tubuh Mei yang terus bergerak menjauh dari pandangan nya, ia menghela nafasnya saat tubuh Mei benar-benar menghilang dan tidak terlihat lagi.


Dio duduk di salah satu kursi, ia memikirkan hati nya dan juga prasaan Mei. gadis itu selalu mengganggu ketenangan nya namun jika Mei tidak ada Dio merasa hari nya sepi.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


A**: jangan lupa vote nya๐Ÿ˜


N: iya nanti gue vote๐Ÿ˜


A: yang banyak๐Ÿ˜‚


N: nawar mele๐Ÿ˜’


A: suka-suka Eike lah๐Ÿ˜œ

__ADS_1


N: serah Lo ketemi๐Ÿ˜


A: ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚*


__ADS_2