
setelah kejadian kemarin mengenai pertunangan yang menurut Dea seperti drama ala-ala. dan setelah mendapat kan kultum dari sang adik yaitu Dio Dea memutuskan untuk menemui Justin.
ucapan Dio selalu terngiang di telinga nya yang mengatakan. tidak usah takut Dea. Justin akan pergi ke luar negeri dengan waktu yang cukup lama, maka Dea harus manfaatkan waktu yang diberikan oleh Justin. lebih baik Dea ketemu sama Justin dan omongin apa yang Dea mau. itu yang di ucapkan Dio kepada Dea.
***pesan chat.
Dea**: Abang!
Justin: ya?
Dea: Dea mau ketemu sama Abang!
justin: ngapain?
Dea: nggak usah banyak tanya! intinya Dea tunggu Abang di caffe xx sekarang*!
tanpa menunggu balasan dari Justin Dea bergegas pergi, Dea pun ijin kepada orang-orang yang masih berada di rumah nya yaitu Tante, om dan orang tuanya. namun Dea tidak memberi tahu jika ia akan menemui Justin.
Dea itu orang yang lebih suka tindakan daripada omongan, karena jika tindakan ia bisa menilai dengan sendirinya namun jika omongan itu terlalu banyak kebohongan dan buaian.
...
setelah beberapa menit Dea tiba di caffe tujuannya, Dea memilih tempat duduk di belakang dan pojok tepat nya di dekat jendela karena disitu Dea akan merasa aman dan nyaman.
tidak lama kemudian Justin pun tiba di caffe. dan ia mengedarkan pandangannya mencari Dea saat sudah menemukan sosok gadis yang ia cari Justin pun bergegas menghampiri nya.
"ada apa kamu minta ketemu?" tanya Justin to the points.
"cih. Abang duduk dulu apa bang" jawab Dea dan Justin pun menurut.
"katakan" ucap Justin datar membuat Dea geram.
"Abang Kenapa terima pertunangan ini?" tanya Dea.
"saya tidak tahu. jika saya tau dari awal maka saya tidak akan datang" jawab Justin.
"Abang tau Dea nggak pernah ngebayangin bakal terikat dengan hubungan seperti ini!" ucap Dea.
"kamu Fikir saya mau?" tanya Justin.
"ya kalo Abang gak mau kenapa nggak di batalin aja" balas Dea.
"cih. saya tidak sebodoh itu Dea!" ujar Justin membuat Dea menatap nya penasaran.
__ADS_1
"maksud Abang apa?" tanya Dea.
"saya sibuk. jika sudah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan saya pergi" ucap Justin tanpa menjawab Dea.
"gak usah sok sibuk bang! aku tau Abang presiden direktur. sesibuk-sibuk nya Abang aku yakin Abang pasti ada waktu luang" geram dea.
"apalagi yang mau kamu omongin?" tanya Justin.
"oke. karena Abang nggak mau batalin pertunangan ini maka Dea minta sama Abang. Dea masih ingin bebas tanpa di Kekang, Dea ingin kuliah selayaknya anak-anak lain, Dea nggak mau karena ikatan ini menghalangi jalan Dea untuk kejar mimpi dan cita-cita Dea" jelas Dea membuat Justin tersenyum tipis.
"saya tidak peduli" balas Justin.
"oke satu lagi, Dea nggak mau ya bang kalo Abang atur-atur Dea. gak apa-apa kita udah tunangan tapi Dea harap Abang bersikap kalo kita nggak ada hubungan apa-apa" ucap Dea lagi.
"lalu" balas Justin.
"Dea benci hubungan ini bang, Abang tau Dea pernah berharap kalo Dea akan jadi diri Dea sendiri. Dea akan bantu ayah di kantor Dea akan jalani apapun yang ayah minta tapi bukan saat ini. Dea akan lakukan itu semua nanti saat Dea udah kejar mimpi' Dea, tapi sekarang apa? Dea malah terikat dengan ikatan pertunangan yang konyol seperti ini" jelas Dea membuat Justin menatap nya tajam.
"kamu bilang apa? pertunangan konyol" tanya Justin.
"iya karena ini bukan yang Dea mau" jawab Dea.
"kamu denger Dea seperti apapun saya di mata kamu hubungan bukan hal yang main-main buat saya. dan kamu tau kenapa saya menerima semuanya?" ujar Justin dan Dea pun menggelengkan kepalanya.
"saya yakin jika sudah ada hubungan maka kamu tidak akan di dekati oleh siapapun, harusnya kamu bersyukur meskipun kamu berstatus sebagai tunangan saya tapi saya tidak mengekang kebebasan kamu. dan saya akan pergi dengan urusan saya, kejar cita-cita kamu sekalipun kita harus menikah dengan usia kamu yang masih muda saya tidak akan merenggut kebahagiaan kamu jika bukan pada saatnya. jelas Justin yang membuat Dea membuka mulutnya.
"Abang nggak lagi becanda kan ya?" tanya Dea.
"Dea saya bukan orang jahat yang suka memaksa, saya normal tapi saya tau jika usia kamu belum cukup. dan satu lagi kamu bebas melakukan apapun asal itu hal-hal yang baik dan positif!" tegas Justin
"Abang Dea pegang kata-kata abang ya" ucap Dea.
"beda lagi kalo kamu yang minta dan kamu yang jatuh cinta kepada saya" ujar Justin membuat Dea menganga.
"idih Abang ngimpi. mana ada Dea jatuh cinta duluan! Abang denger ya fikiran Dea saat ini cuma belajar dan kejar cita-cita bukan kejar cinta-cintaan!" dengus Dea membuat senyum Justin menyungging.
"yasudah kalo gitu kamu tenang saja. besok saya akan kembali ke luar negeri menyelesaikan studi dan pekerjaan saya disana" ucap Justin berlalu dan dea menatap kepergian Justin.
"haruskah begini? Dea jahat gak si. Dea nggak yakin kalo Dea bisa tahan" gumam Dea menatap cincin di jari manis nya. begitupun Dea yang tadi tidak sengaja jika Justin menggunakan cincin nya dan tidak melepas nya.
"Abang itu baik tapi Dea belum bisa terima semuanya, maafin Dea mungkin Abang bener suatu saat Dea akan Lulu dengan kebaikan Abang. entah berapa lama Abang pergi baik-baik bang inget songong-songong begini kan gue tunangan elo" fikir Dea.
Dea bukan tipe anak yang keras kepala, dan bahkan jika ia egois ia akan segera menyadarinya. meskipun Dea tidak menginginkan nya selama masih berstatus sebagai tunangan Justin, Dea akan berusaha untuk menjaga hubungan nya. dan ia bersyukur jika Justin pergi dan masih ada urusan.
__ADS_1
tuhan jika dulu perjodohan bunda dan ayah itu di dasari oleh cinta yang tidak di sadari, mungkin Tuhan mengganti semuanya kepada Dea dengan menjalin hubungan tanpa ada rasa satu sama lain. Dea yakin Tuhan akan melancarkan semuanya dan rencananya selalu baik. semangat Dea semua pasti indah pada waktunya seperti ayah dan bunda.
begitulah isi fikiran Dea. mungkin akan sulit bagi dirinya tapi Dea menjalankan semuanya dengan ikhlas tanpa beban. anggap saja jika Justin sedang menunggu berlian yang sedang ia tanam. karena mengikat Dea dari masa sekolah dan ia tunggu hingga nanti dewasa.
.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: ditunggu dari bocah ya Thor😂
A: iyalah biar kaga di sentuh orang woee🤣
N: itumah sama aja ngukut kalo kata sudah mah😂
A: lah Lo kira ayam di kukut🤣*
***N**: gpph dah menang untung bang tintin😂
A: aslinya🤣
N: ngapa nggak nunggu dari bayi aja🤣
A: ketuaan ntar Tintin nya jamileh😒
N: yang penting Masi ganteng 🤣
A: hilih😒
N: 🤣🤣🤣*
__ADS_1