
Sedingin apapun Justin ia tetap menunjukkan senyum nya jika di hadapan keluarga dan orang terdekat anak nya itu, Justin duduk di dekat Dea dan berbincang dengan penuh canda tawa.
Tiba-tiba ada dua orang anak kecil berlari ke arah Julian dan Justin, dua bocah itu melompat ke atas pangkuan Daddy nya masing-masing.
"Daddy" teriak Aiden dan Aleta, kedua bocah itu tidak tahu jika Abang yang di rindukannya pulang.
"Hey boy" ucap Justin, dengan sigap ia menangkap putranya itu begitupun dengan Julian.
"Daddy mobilan Abang nyemplung" celoteh nya membuat Dea tersenyum, karena putranya itu tidak ingin dibilang baby lagi. meskipun Dea dan justin selalu memanggil nya baby ai.
"Benarkah" tanya Justin pura-pura terkejut.
"Ya, Daddy ambilkan" rengek nya membuat Carl terkekeh.
"Kenapa harus di ambil, minta belikan lagi saja" ucap Carl, yang membuat Aiden dan aleta yang tengah sibuk dengan Daddy nya itu menoleh.
"Siapa? kenalkah" tanya nya, karena lama tidak bertemu Abang nya itu.
"Gaya mu boy, itu Abang Carl" ucap Justin mencium pipi gembul Aiden.
"Hah" tanya nya terkejut, Aiden pun langsung turun dari pangkuan Justin dan berjalan ke arah Carl.
"Abang" pekik nya, Carl yang melihat itu langsung menggendong Aiden.
"Wahhh kamu semakin tampan" kekeh Carl, yang membuat Dea mendengus.
"Berhenti mengajarkan adik mu seperti itu bang" dengus Dea, membuat Carl semakin tertawa.
"Apa dia sudah mulai membanggakan ketampanan nya" tanya Carl.
"Bahkan dirinya berkata bahwa ia yang paling tampan" kesalnya.
__ADS_1
"Wow" ucap Carl, sementara Kevin dan syerli merasa gemas kepada Aiden.
"Adik Lo rel" tanya Kevin.
"Hmmmmm" jawab Carl, membuat Justin tersenyum.
Setelah selesai berbincang merekapun memutuskan untuk maka siang, karena Justin dan Julian akan kembali ke kantor nya.
Setelah selesai makan siang Dea meminta Carl dan teman-teman nya beristirahat, dan itu bertepatan dengan ana yang baru saja kembali jadi toko buku.
"Assalamualaikum" ucap ana.
"Walaikumsalam" jawab semuanya, ana pin berjalan menyalami tangan semua orang yang ada di meja makan.
Kevin mematung melihat kecantikan ana begitupun dengan Carl, dulu ana tidak secantik ini. namun karena Dea yang merawat nya seperti anak sendiri maka ana tumbuh menjadi gadis yang cantik dan anggun.
"Kakak ana udah pulang" ucap mami alin.
Keluarga Justin tidak menganggap ana hanya seorang pengasuh, karena seorang pengasuh pun jika di beri pendidikan yang tinggi dan di arah kan untuk menjadi seorang wanita karier itu akan jauh lebih baik bukan.
Dan itulah yang di lakukan oleh Justin dan Dea, anggap saja mereka menganggap ana sebagai adik nya. maka dari itu ana menjadi tanggung jawab Justin, bukan hanya Justin Julian yang ingin memiliki adik wanita pun begitu menyayangi ana dan menganggap ana adik nya. namun hal itu tidak membuat ana besar kepala dan melupakan jati dirinya, ia di rawat dan di didik dengan baik oleh keluarga itu terutama mami alin, Dea dan Mae.
"Makan dulu na" ucap Dea kepada ana.
"Udah makan tadi di luar kak" balas nya, ana membantu Dea merapikan meja makan.
"Kakak istirahat saja biar ana yang merapikan nya" ucap ana kepada Dea dan Mae.
"Nggak apa-apa na" ucap Dea dan Mae.
"Kakak lagi hamil istirahat lah" ucap nya, hal itu membuat Dea dan Mae pasrah. merekapun beristirahat seperti permintaan ana.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: ini ya selalu di usahakan up meskipun Menurut kalian sedikit buat aku yang nulis lumayan bikin tangan pegel 😂 tapi gpph aku seneng kok 😁
N: semangat lah Thor 💪
A: kalo gak semangat ya gak bakal up lh gue Uun 😁
N: oiya bener 😂*
__ADS_1