
pagi hari pun tiba saat Nita dan Mela sibuk bersiap-siap untuk berangkat kerja Sisil masih terlelap diatas tempat tidurnya...
"sil bangun udah siang" ucap Nita yang menggoyangkan tubuh Sisil namun tidak ada reaksi apa-apa
"Sisil bangun" tambah Nita yang tetap tidak ada balasan
Mela pun berinisiatif menempelkan punggung tangan nya di kening Sisil, dan badan Sisil terasa sangat panas, mungkin karna Sisil kelelahan dan karna seharian menangis...
"nta badan nya panas banget" ucap Mela Nita pun ikut memegang kening Sisil
"iya Mel sebaiknya kita panggil dokter sekarang" balas Nita
Mela pun segera menelepon dokter keluarga Sisil, tidak lama dokter pun datang dan memeriksa Sisil dengan telaten setelah selesai dokter menghampiri Mela dan Nita...
"bagaimana dok" tanya Mela antusias
"nona Sisil tidak apa-apa hanya saja ia merasa tertekan atas sesuatu" ucap dokter
"lalu kita harus gimana dok" tanya Nita sambil menatap Sisil
"biarkan nona istirahat dan ini resep obat yang harus dibeli, saya permisi" balas dokter
"baiklah terimakasih" ucap Nita
"yaudah nta kita minta mba aja buat temenin Sisil , sekarang kita ke kantor dulu masalah obat kan bisa minta tolong sama pelayan yang lain" ucap Mela
"ya baiklah, ayo kita berangkat ini udah cukup siang" jawab Nita...
__ADS_1
Mela dan Nita pun keluar kamar dan menghampiri mba yang biasa menemani Sisil dan memberi tau apa yang harus dilakukan, sekalian memberikan resep obat yang harus di beli....
💞 💞 💞
setibanya Mela dan Nita di kantor Ela menghampiri mereka...
"wah wah kaya nya ada yang kehilangan satu anggota ni" ucap Ela sambil tersenyum sinis
"berisik Lo" balas Mela ketus
"haha kemana temen lo yang m****** itu" ucap Ela semakin menjadi
"diem Lo c*be Jan banyak cingcong mending Lo urus Sono kerjaan Lo yang kaga kelar-kelar" celetuk Nita
Ela yang mendengar kata-kata Nita pun semakin geram kepada dua sahabat prisylla, sementara Mela dan Nita lebih memilih ke ruang kerjanya...
(tumben sekali dia belum ada di tempat kerjanya, biasanya jam segini dia sudah sibuk mengurus pekerjaan) batin Rio khawatir
Rey yang melihat Rio pun peka jika bos nya sedang memikirkan Sisil yang tidak masuk bekerja hari ini...
sementara dikediaman Pratama Sisil baru saja terbangun...
uhuk uhuk..... batuk Sisil yang di dengar oleh pelayan nya
"non Sisil sudah bangun" tanya mba ina
"iya, mba ngapain di kamar aku" tanya Sisil heran
__ADS_1
"saya dimintai tolong sama non Mela dan non Nita untuk menjaga non Sisil" jawab mba Ina
"apa ada yang non butuhkan? apa non lapar?" tanya mba Ina lagi
"tidak Sisil cuma haus saja mba tolong ambilkan minum" ucap Sisil pelan
"baiklah" mba Ina pun pergi mengambil kan minum dengan peka mba Ina membawa kan Sisil makanan dan buah-buahan
"ini non minum nya, oiya kalo non lapar sudah saya bawakan makanan, dan saya taruh di atas meja" jelas mba Ina
"iya mba terimakasih, mba boleh keluar" pinta Sisil
"baik non" mba Ina pun bergegas keluar...
waktu begitu cepat berlalu hingga sebentar lagi menunjukkan jam makan siang, para karyawan bersiap-siap untuk beristirahat...
.
.
.
.
***Bersambung.....
mohon jangan lupa like sama vote nya🙏😊***
__ADS_1