
tuan gerry yang mengetahui mengenai kecelakaan yang menimpa kanita pun jatuh sakit, ia tidak pernah menyangka kanita akan mengalami hal seperti ini. gadis itu memang keras kepala namun hatinya yang baik membuat tuan gerry hancur karena kanita selalu saja mengorbankan dirinya untuk orang lain.
tuan Gerry menggerakkan seluruh anak buah nya untuk mencari tahu siapa pelaku dibalik semua ini, pelaku yang membuat nyawa putrinya dalam bahaya, tidak hanya tuan Gerry Rio, Eza dan juga Gio melakukan hal yang sama...
mereka semua tidak menerima dengan apa yang telah terjadi saat ini, siapa yang telah berani mengusik pasukan serigala yang terbilang kejam. bahkan dengan percaya diri menjadikan nyawa sebagai taruhannya betutu fikir tuan gerry, Rio, Eza dan juga Gio. apapun akan mereka lakukan untuk mengetahui siapa dalang dibalik semua ini...
...
sudah tiga hari setelah kanita di pindahkan ke ruang perawatan nya Eza terus menemani kanita yang masih terbaring lemah, setelah mendengar penjelasan dokter yang mengatakan bahwa kanita koma dan butuh waktu untuk membuat nya kembali sadar.
"kan bangun sayang plis buat aku kamu bangun kan, kamu kuat kamu gak boleh kaya gini kan bangun" lirih Eza yang tanpa sengaja meneteskan air matanya
seumur hidupnya baru kali ini Eza menangis karena seorang wanita, selama ini ia menangis jika itu menyangkut orang tua atau keluarga nya saja. tapi kali ini Eza benar-benar rapuh melihat kanita yang terbaring lemah seperti saat ini.
Sabil masuk kedalam ruang rawat kanita ia melihat Eza menundukkan kepalanya Kepada tangan kanita yang berada dalam genggaman nya. hatinya sakit Dadanya sesak melihat lelaki yang pernah dicintainya begitu hancur dan berantakan. inikah Eza yang ia kenal sangat berbeda dengan Eza yang saat ini ada di hadapannya.
"kak Eza" panggil Sabil pelan namun Eza tidak bergeming
"kakak" panggil nya lagi dengan air mata yang sudah menetes Eza pun mendongakkan kepalanya menatap Sabil
"kakak aku mohon jangan seperti ini kak" ucap Sabil yang saat ini berada di hadapan Eza
"kak kanita tidak akan suka jika melihat kakak seperti ini, kanita akan kecewa jika kakak menyakiti diri kakak seperti ini" imbuh nya lagi
"aku tidak akan seperti ini jika kanita sudah mulai membuka matanya" jawab Eza datar
"kak aku mohon makanlah akhir-akhir ini Kaka selalu menunda makan bahkan pola makan kakak saja tidak teratur" ucap Sabil
"aku tidak lapar" jawaban Eza membuat Sabil kembali mengingat kejadian diamana sang adik yang terpental demi menyelamatkan dirinya
"harusnya aku yang berada di posisi kanita saat ini, dia terbaring lemah disini karena dia menyelamatkan aku. aku menyesal tidak mendengar kata-kata nya bahkan aku menyesal karena aku tidak bisa menjaganya" lirih Sabil yang membuat Eza kembali menatap kanita dengan sendu
...
di tengah-tengah percakapan mereka Rio dan Sisil datang, tanpa mengetuk pintu Rio dan Sisil pun masuk...
"za" panggil Rio membuat Eza menoleh
"ya" jawab nya, Sisil yang melihat keadaan Eza merasa miris ternyata lelaki ini benar-benar mencintai adiknya sampai tidak mempedulikan dirinya sendiri
"keluarlah ada yang ingin aku bicarakan" ucap Rio
"kenapa tidak bicara disini? aku tidak ingin meninggalkan kanita" balas nya
"tapi ini mengenai kasus kanita za" ucap Rio yang membuat Eza beranjak dari kursinya dan berjalan keluar diikuti oleh Rio, Sisil dan juga Sabil.
diluar ruangan sudah ada gio dan juga Rey tidak hanya itu disana ada juga anak buah Eza dan anak buah Gio...
"ada apa" tanya Eza datar
"maaf tuan sebelum nya saya sudah mendapatkan informasi mengenai kecelakaan yang terjadi kepada nona kanita" jelas anak buah Eza yang di angguki oleh Rey dan anak buah Gio
"lalu" kata Eza lagi
"sebenarnya target si penabrak itu bukan nona kanita tuan" ucap nya lagi, hal itu membuat semua orang terfokus dan mendengarkan dengan baik
"lalu siapa" tanya Rio
"maaf tuan sebenarnya target mereka itu nona Sabil, berhubung nona kanita bergerak lebih cepat untuk menyelamatkan nona Sabil maka mereka tidak bisa menghindari nya sehingga nona kanita lah yang tertabrak" ujar Rey hal itu membuat semua orang menatap Sabil.
"Sabil apa kau punya musuh?" tanya Rio dengan tatapan mengintimidasi
"yang aku tahu hanya Jeje lah yang selalu berusaha menyingkirkan aku, kak Eza pun tahu akan hal itu" jawab Sabil
__ADS_1
"tidak seperti nya bukan Jeje, dia tidak mungkin bertindak secepat itu Yo ini seperti sudah di rencanakan dari lama" kali ini gio ikut angkat suara
"ya itu benar" ucap Eza membenarkan
"maaf tuan tapi saya mencurigai satu orang yang sangat membenci nona Sabil" ujar Rey membuat semua kembali terfokus
"siapa" tanya Rio cepat
"nona naina tuan" ucap Rey yang sontak membuat Rio terkejut
"kenapa harus dia" tanya Rio lagi
"maaf tuan dari informasi yang saya dapat nona naina tidak suka kepada nona Sabil yang terus membela nyonya muda (Sisil), nona naina merencanakan ini agar ia lebih mudah untuk merebut tuan dari nyonya muda (Sisil)" ucap Rey menjelaskan
"tapi dia sudah menghilang beberapa waktu lalu kan" balas Rey bingung
"benar tuan mungkin itu salah satu dari rencana nya agar saat ia kembali tidak ada yang mencurigai dirinya, karena yang saya tahu kendalanya mendekati tuan adalah nona Sabil namun saat ia menjalankan aksinya dengan cepat nona kanita yang menggantikan posisi nona Sabil hingga dirinya yang mengalami kecelakaan itu" jelas Rey
"itu bisa jadi Yo ko tau sendiri kan gimana g*la nya si naina" ucap gio
"naina siapa" tanya Sisil bingung
Rio pun menjelaskan soal naina teman perempuan nya yang dulu sempat dilihat oleh Sisil di mall saat Rio sedang berjalan-jalan dengan nya, setelah mendengar penjelasan sang suami Sisil pun mengangguk mengerti...
di sisi lain Eza menahan amarahnya naina gadis yang sungguh tidak ia sukai sejak lama sekarang menjadi penyebab kanita kerbaring lemah. Eza bersumpah dimana pun naina bersembunyi ia akan mencarinya dan mendapatkan nya, siapa dia beraninya mengusik orang-orang tersayang Eza...
...
saat mereka memutuskan untuk mencari keberadaan naina pengawal tuan gerry datang menghampiri, karena tuan Gerry yang kesehatan nya menurun akibat kabar kecelakaan kanita ia langsung memutuskan kembali ke tanah air. tuan Gerry sering pulang pergi ke luar negri karena ia pun harus mengurus perusahaan yang di tinggalkan oleh orang tua kanita, Kaka dari itu ia selalu saja sibuk. namun saat ia sampai di tanah air dirinya langsung di larikan ke rumah sakit tempat kanita di rawat...
"permisi non maaf mengganggu" ucap pengawal
"iya ada apa pak" tanya Sisil
Eza Bingung kenapa dirinya ikut di sangkut kan juga, padahal ia tidak tau apa-apa soal ayah Sisil.
"baiklah kita aku segera ke ruangan papah" balas Sisil yang di angguki oleh pengawal..
.
.
.
"ada apa pah" tanya Sisil saat tiba di ruangan sang papa
"nak bagaimana keadaan adikmu?" tanya tuan Gerry
"papa gak usah banyak fikiran kanita akan baik-baik saja" ucap Rio
"iya lebih baik papa sehat dulu" tambah Sisil
"nak apakah ini nak Eza yang sering nak Rio ceritakan" tanya tuan Gerry. ya sebelum Rio memberikan lampu hijau Kepada Eza ia selalu bercerita kepada sang papa apalagi jika itu menyangkut soal kanita, Rio bercerita soal sahabatnya yang terus memperhatikan sang adik ipar dan tuan Gerry tidak ingin menghalangi nya. ia selalu membuka jalan untuk kebahagiaan putri-putrinya.
tuan Gerry yang jarang sekali berada di rumah menyerahkan kepercayaan kepada Rio sebagai pengganti dirinya saat tidak ada, Rio pun menyanggupi nya tapi ia tidak ingin mengambil keputusan sendiri maka dari itu Rio selalu menceritakan kepada papa mertuanya mengenai kanita, hal itu membuat tuan Gerry bangga kepada Rio yang sudah memerankan sosok seorang kakak yang baik.
"iya pah ini Eza" jawab Rio, sedangkan Eza hanya tersenyum tipis
"nak apa kau menyukai kanita" tanya tuan gerry yang membuat Sisil dan Eza terkejut, tidak hal nya dengan Rio ia merasa biasa saja.
"a...i...iya om sa...saya menyukainya" jawab Eza gugup
"nak apa kau juga menyayangi dan mencintai kanita" tanya nya lagi
__ADS_1
"te...tentu om" jawab Eza lagi
"nak jika kamu sungguh mencintai dan menyayangi kanita om berharap kamu bisa menjaga kanita dengan baik, selama ini om, Sisil dan juga nak Rio selalu berusaha untuk menjaga kanita om harap kamu dapat melakukan lebih baik dari yang kami lakukan" ujar tuan Gerry
deegg...
ucapan itu membuat sisil meneteskan air matanya, apa maksud dari semua ini Sisil masih sanggup menjaga dan melindungi kanita dan papa pun selalu mengawasi kanita tapi kenapa papah mengatakan itu pikiran Sisil berlarian kesana kemari
"pa ap...apa maksud papa" tanya Sisil
"sill papa sudah tidak muda lagi dan kamu sudah memiliki keluarga, maka dari itu kita membutuhkan seseorang untuk menjaga adikmu. selain itu papa juga selalu sibuk kesana kemari nak" jawab tuan Gerry
"pa tapi aku bisa jaga kanita" ucap Sisil menatap sang papa dan Rio bergantian
"sekarang saja kita sudah gagal dalam menjaga nya sehingga membuat ia tak berdaya" balas tuan gerry dengan bibir gemetar dan airmata yang menetes
"pah kita semua akan menjaga kanita" ucap Rio
"tapi anak itu sekarang sedang terbaring menutup matanya dengan lemah, aku selalu berusaha menjaga nya seperti aku menjaga putri ku Sisil. aku menjaganya untuk adikku yang sudah tiada dan untuk mendiang istri ku yang sangat menyayangi nya tapi hari ini aku gagal dalam tugas ku" balas tuan Gerry Sisil terus menangis memeluk Rio di samping nya
"om sudahlah saya akan menjaga kanita, om tidak perlu khawatir bukan hanya menjaganya bila perlu saya akan segera menikahi kanita" ucap Eza membuat Rio dan Sisil terkejut
"nak saya percaya padamu" balas tuan Gerry
setelah dari ruangan tuan gerry Eza kembali ke ruangan kanita, dengan setia Eza menunggu kanita...
"bangun lah kan aku sangat merindukanmu, merindukan bicaramu bangunlah" lirih Eza mengecup kening kanita
Eza berjanji jika kanita sadar ia akan mengungkapkan semua perasaan termasuk niat nya yang ingin segera menikahi kanita. namun tidak hanya itu kenyamanan kanita tentunya yang akan ia utamakan saat ini...
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Thor si nenek lampir ngapa nongol lagi siiπ£
A: huhu dia kan belum metong ya pasti nongol lah π
N: udah kaya jailangkung datang tak di undang pergi tak di antar π
A: ah elah suka-suka dia ngapa Lo yang ribet Mumunπ*
*N: kali Deket udah gue sledging tu orang π
A: ππ kaya apa tuhπ
N: kaya Lo tar gue gebok Lo Thor yang bikin si kanita menderita π
A: nanti-nanti kanita nya bahagia kok tenang aja yaπ
N: awas ya Thor dibikin menderita lagiπ
A: iya gak bakal Mumun gue gak sejahat emak tiriπ
**N: π€£π€£π€£***
__ADS_1