
Hari ini Carl memutuskan untuk berdiam diri dirumah bersama sang Oma yaitu mami alin, ia di kerjai oleh mami alin di dandani seimut mungkin.
Karena Justin sedang tidak ada di rumah maka mami alin menjalankan aksi jail nya, jika Justin melihat putranya di dandani bisa di ratakan rumah tempat tinggal nya saat ini.
Dea dan Mae yang melihat mami alin dan Carl pun menghampiri mereka, karena kamar Dea dan mae sudah berada di lantai dasar membuat mereka lebih suka berkumpul di ruang keluarga.
"Mi, anak aku mami apain" tanya Dea membuat mami alin terkejut.
"Mami dandani anak kamu biar cakep, imut gimana gitu" ucap mami alin.
"Mi jangan macem-macem, kalo Daddy nya tau habislah kita" ucap Dea.
"Tidak apa-apa sayang, palingan juga nanti dia akan konser" kekeh mami alin.
"Mi, kalo nanti jatah bulanan mami di stop Daddy nya Carl gimana" ujar Mae yang ikut menimpali.
"Gak akan, dia mana tega liat mami nya kekurangan uang" balas mami alin.
"Mami mana pernah kekurangan uang si, uang papi aja banyak emang mami nya aja lebih suka uang dari Abang" celoteh Dea membuat mami alin tertawa.
"Benar sayang, jika punya anak-anak yang kaya ngapain minta sama papi. lagian Justin sama Julian gak pelit jadi ke mami nya enak gitu" ujar nya.
Saat Dea dan Mae mengalihkan pandangan nya kepada Carl keduanya terkejut, Carl terlihat seperti bocah SD yang begitu polos.
"Mi, anak aku yaampun" pekik Dea.
"Lucu de, mami kan udah lama gak mainin anak kecil" ucap mami alin, mengingat kedua putranya sudah dewasa.
"Mami keren" ujar Mae, ia memotret Carl dan itu membuat Carl mencebikan bibirnya.
"Aunty jangan di posting ya, nanti aku malu" ucap Carl, membuat Mae dan mami alin tertawa.
"Nggak sayang mau aunty cetak foto nya, buat di pajang disini" ucap Mae, membuat Dea menepuk dahinya.
"Mom" rengek nya.
"Lihat sini nak, mau mom kasi liat Daddy kamu biar dia kalang kabut liat anak nta di manin Oma kaya boneka" kekeh Dea, membuat mami alin dan Mae terbahak.
"Jangan nanti dad marah" rengek nya.
"Nggak bakal, mana ada raja singa marah sama pawang nya" kekeh mami alin.
"Benar, Daddy kamu mah paling takut sama mommy kamu Carl" ucap Mae memeluk Dea tertawa.
Dea pun memotret Carl sambil cekikikan bahan geli, sementara Carl ia memanyunkan bibirnya karena merasa kesal kepada emak-emak di hadapan nya itu.
Tanpa menunggu lama Dea mengirimkan foto Carl Kepada Justin, ia ingin tahu bagaimana suaminya itu akan merasa kesal putra tampan nya di kerjai oleh mami alin.
***Pesan chat*
Dea**: πππ
Justin: yaampun sayang, anak aku kamu apainπ΅
Dea: kerjaan mami kamu itu π
Justin: anak gue ganteng macho ngapa jadi begitu bentuk nyaπ©
__ADS_1
Dea: π€£π€£π€£ aku aja kaget itu di kerjai sama mami bang π
Justin: liat aja mami, berani-berani nya dia ubah Carl jadi Clara π
Dea: wowww cocok tuh kita punya anak kembar bang π€£π€£π
Justin: rese kamu, anak kamu itu anak digituin malah ketawa-ketawa π
Dea: Abang yang bikin aku ketawa π€£π€£π€£
Justin: lagian itu anak mau aja di kerjai sama mami πͺ
Dea: Carl mah nurut sama mami, tapi sekarang anak nya lagi merengut bang π
Justin: sekarang dia bukan Carl tapi Clara π
Dea: bang cakep gak π€£
Justin: cakep sii, tapi tetep aja gak terima itu anak aku ganteng-ganteng jadi begitu π
Dea: ya kan bukan sama aku itu π€£
Justin: aku pulang sekarang!
Dea: lah jangan bang.
Namun pesan terakhir Dea tidak di balas lagi oleh Justin, ia merasa lucu dengan suaminya itu.
"Mi, Abang pulang masa" ucap Dea, membuat mami alin dan Mae menoleh.
"Kenapa, kok pulang" tanya mami alin.
"Marah dia anak nya mami kerjai" jawab Dea membuat mami alin terkikik geli.
"Mamiiiiiiiiii" pekik Justin, membuat semua orang menoleh kemudian tertawa.
Sementara Carl ia melihat Daddy nya dengan wajah memelas, Justin melihat tatapan Carl pun merasa lucu.
Bagaimana ini kenapa jadi marah campur lucu begini, anak itu begitu tampan dan menggemaskan.
"Daddy" panggil Carl memelas.
"Clara" sahut Justin, yang mana membuat Mae, mami alin dan Dea terpingkal-pingkal.
"Clara?" tanya Carl, ia merasa bingung dengan Daddy nya.
"Ya lihat lah kamu, begitu lucu dan menggemaskan. siapa yang melakukan ini kepadamu" ucap Justin, menghampiri putranya dan juga Dea.
"Oma" jawab Carl cepat, membuat Justin menatap mami nya itu.
"Mi kenapa mami merubah Carl menjadi Clara" kesal Justin.
"Aku sudah lama tidak memainkan anak kecil, jadi aku mengerjainya" ucap mami alin.
"Tapi Carl bukan anak kecil lagi, lihat lah putra ku yang tampan ini menjadi begitu menggemaskan" ucap Justin, ia melepaskan pernak-pernik yang ada di kepala putranya itu.
"Jika Oma mu meminta hal seperti ini lagi jangan di turuti, jika kau selalu menuruti nya kau bisa g*la" ucap Justin.
__ADS_1
"Haaaaahhhhhh, akhirnya aku terlepas dari kelakuan oma yang di luar akal sehat" ucap Carl membuat justin terkekeh.
"Aku sangat menyayangi mu, mangkanya aku melakukan itu" ucap mami alin.
"Tapi kau membuat ku malu Oma" lirih Carl.
"Maafkan Oma sayang, meskipun begitu kamu tetap terlihat tampan nak. bahkan Daddy mu saja kalah tampan nya" ucap mami alin, yang di angguki oleh Dea dan Mae.
Mereka terus saja berbincang, sesekali Carl bertingkah yang membuat semuanya tertawa bahagia karena tindakan nya itu. beruntung nya Dea memiliki putra setampan dan sebaik Carl.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mom
Dad
Happy reading ππ€
***N**: aaaaaaaaaa gue gemes sama Carl Thorπ
A: ganteng gemes pen gue karungin Mun π€£
N: dibikin oleng Mulu gue sama Lo Thor ππ
A: cuci mata un biar kaga sepet π€£
N: terpesona gueπ lagian itu mami alin usil banget dah π€£
A: jangan kan mami alin gue aja bakal kaya gitu kalo Carl tinggal sama gue π€£
__ADS_1
N: haha sue Lo π€£
A: πππ*