Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 404


__ADS_3

Kisah ana!


Hari ini sesuai dengan ucapan Julian jika dirinya dan Justin akan pergi ke luar negeri, sementara Dea, Mae dan Mei menyidang ana agar menceritakan apa yang di alaminya.


Hal itu Dea lakukan atas perintah dari Justin karena ia bisa merebut balik apa yang harus menjadi milik ana, meskipun ana menolak hingga menangis namun itu tidak membuat ketiga ibu muda menyerah.


"Ana" panggil Dea.


"Ya nona" sahut ana menghampiri ketiga ibu muda itu bersama Aiden


"Berikan Aiden kepada suster lain dulu na, saya perlu bicara dengan kamu" ucap Dea lembut namun terdengar tegas.


"Baik nona" ucap ana, dalam hatinya ana merasa tidak tenang tenatang pembicaraan nya dengan Dea.


"Duduk na" ucap Dea, sementara Mae menutup pintu kamar yang di tempati Dea untuk sementara.


"Ba_baik" ucap ana gugup.


"***Clara Ariana Alirez**" ucap Dea membuat ana tersentak kaget, ana langsung menundukkan kepalanya dalam*.


"Apa kamu mengenal nama itu" tanya Dea.


"Ti_tidak" jawab ana dengan suara yang bergetar.


"Bohong jika kamu tidak mengetahui nya" tegas Dea.


"Udah na cerita aja gak apa-apa kok, kita gak akan lukain kamu na Justru kita akan melindungi kamu" ucap Mei.


"Sa_sa...ya" ucap ana, ia ingin menceritakan semuanya namun tenggorokan ana terasa tercekat. Mae yang menyadari posisi ana pun langsung memberikan ana air minum.


"Minum dulu na" ucap Mae, ana oun menurutinya.


"Nona saya minta maaf jika nona merasa di bohongi, tapi sungguh saya tidak ada niat untuk berbohong. saya ingin menceritakan semuanya sejak awal namun saya belum punya keberanian" ucap ana.


"Katakan" ucap Dea.


"Nona tapi nona jangan beritahu kepada siapapun mengenai keberadaan saya, selama ini saya hidup sebatang kara hanya untuk hidup damai" lirih nya.

__ADS_1


"Jadi" tanya mei, yang ikut bersuara.


"Kedua orang tua saya pergi meninggalkan saya untuk selamanya, dan saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa nona. maka dari itu saya memilih untuk pergi agar mereka mengira bahwa saya bernasib sama seperti mama dan papa" lirih ana.


"Siapa nama orang tua kamu" tanya mei, membuat Mae dan Dea menatap ana.


"Merry Alirez dan Jordan Alirez nona" Jawab ana membuat Mei terbelalak.


"Merry, Jordan" tanya mei.


"Hmmmmm" sahut ana masih tetap menunduk.


"Lalu apa yang membuat kamu ingin bekerja bersama kami" tanya Dea.


"Papa bilang pernah bilang pergilah ke tanah air, dan carilah keluarga Abrisham atau Artadinata disana. lindungilah dirimu dalam kuarga itu. karena dulu papa berteman baik dengan om Gio Pradanta, ba...bahkan saat om Gio kecelakaan papa sempat ingin merawat nona Mei, namun mama mengingatkan jika keluarga papa tidak jauh berbeda dengan keluarga onty Nita. maka dari itu papa mendukung keras nona Mei untuk tinggal bersama tuan Artadinata" lirih ana, kini pipi ana sudah basah dengan air mata yang mengalir.


"Saya tidak ada pilihan lain saya menyembunyikan nama keluarga saya hanya tidak ingin jika mereka mencelakai saya seperti mereka mencelakai orang tua saya, nona Mei anda beruntung disaat orang tua anda pergi anda memiliki Oma yang begitu menyayangi anda. namun apalah saya Oma saya pergi saat saya berusia lima tahun. dan tidak ada yang membela saya hal itulah yang membuat saya memilih untuk menghidupi diri saya sendiri. bagi saya harta bukan yang pertama tapi disini saya mendapatkan kebahagiaan dan kenyamanan" ucap ana, tanpa ana sadari suara ana di rekam oleh Dea untuk di kirimkan kepada Justin. ana harus mendapatkan keadilan, bukan terbuang seperti ini.


"Ana" panggil Dea, membuat ana menatap Dea dan menghapus air matanya.


"Jika kamu bisa mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milik kamu, lelaki seperti apa yang kamu inginkan" tanya Dea.


"Tentu saja lelaki yang bisa menerima saya dan menyayangi saya, tanpa memandang apa yang saya miliki" jawab ana.


"Apa kamu ada berharap kepada seseorang" tanya mei.


"Tidak, saya tidak pantas untuk berharap kepada seseorang" jawab nya.


"Ana kamu tau, dari pertama saya melihat kamu saya merasa tidak ada wajah suster dalam diri kamu. saya merasa kamu dari kalangan atas namun kenyataannya kamu benar-benar bekerja disini" ucap Dea.


"Saya dari kalangan atas itu dulu sewaktu mama dan papa saya masih hidup, tapi sekarang saya bukan lah apa-apa nona" ucap ana.


"Jika aku memintamu untuk menerima seseorang apa kau mau" ucap Mae, yang memang sudah merundingkan hal ini dengan keluarga besar nya.


"Tidak, saya tidak mau jika hal itu memaksa seseorang dan mengorbankan kebahagiaan seseorang" jawab nya lantang.


Tepat sekali, ana bukan wanita jahat ana memang baik. namun jika ana yang baik ini harus menderita lagi rasanya keluarga Abrisham dan keluarga Artadinata akan merasa bersalah. dari sini dea paham bagaimana beban yang ana tanggung, ia beruntung karena dinya dan adik-adiknya nya berada di keluarga yang baik.

__ADS_1


Dea bersyukur karena kedua orang tua nya anak tunggal, ana harus mendapatkan kebahagiaan karena selama ini gadis itu selalu menyembunyikan kesedihannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Clara Ariana Alirez (Ana)



***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: neh gaes jadi ana itu berawal dari holang kayah. tapi karena keserakahan om nya ia harus mengalah hanya untuk hidup damai 😊


N: kalo gue mah gak bakal ngalah da Thor 😂


A: gak bisa gitu Malih, ya harus ngalah dulu baru menang 😂


N: eh, bener juga 🤣


A: sue Lo 😒


N: 🤣🤣🤣*

__ADS_1


__ADS_2