Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku
Bab 109. Ingin taubat


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Pria paruh baya yang sudah tidak muda lagi itu, baru menyadari kesalahannya di saat dirinya telah menderita seperti ini. Kenapa tidak dari dulu? Ketika sakit, pria itu baru ingat dosa?


Lalu apa kabar dengan para wanita yang telah digagahinya? Alina...sampai bunuh diri karena dirinya, Jessica wanita gila yang mendekam di rumah sakit jiwa karena kelakuan bejatnya. Dan ada beberapa wanita lainnya yang telah menjadi korban dari penjahat wanita Samuel. Termasuk adik Arya, Arya adalah perawat kenalan Bryan yang ternyata menyimpan dendam pada Samuel, adiknya yang juga bunuh diri karena di perkosa oleh pria bejat itu.


Malam itu Samuel tidur dengan keadaan tersiksa karena ulah Arya yang sengaja membuatnya tertidur di atas jarum suntik. Bagian bokongnya berdarah-darah, dia menahan sakit semalaman dan Arya senang melihat samuel seperti itu.


"Selamat pagi pak Samuel... hoaaamm..." Arya membuka matanya, dia menguap. Dia pun menghampiri Samuel yang dalam kondisi tidak baik. Wajah Samuel pucat karena mungkin dia menahan tubuhnya untuk tidak terkena jarum suntik. "Woah...bapak hebat juga ya menahannya? Darahnya tidak terlalu banyak," Arya tersenyum melihat darah yang ada di seprai dari bokong Samuel.


"Two...long... jangan sikswaa.. saya lagwih...saya akan taubat, saywaa...akan mati kalau kamu menginginkannya, tapwi...izinkan swayaah...memwinta maaf padwa...semua orang yang saya sakwiti..." dengan susah payah Samuel merangkai kalimat itu. Dia benar-benar tulus, jika dia harus mati sekarang juga di tangan Arya. Memang sudah banyak keburukan dan dosa yang tidak bisa dimaafkan.


Akan tetapi, sebelum itu Samuel ingin bertaubat dan meminta maaf kepada semua orang yang pernah dia sakiti. Termasuk adiknya Arya dan putrinya Maura. Karena jika bukan karena dirinya yang bejat, Maura tidak akan terjebak dendam suaminya yang saat itu suaminya adalah Bara.


"Beneran bapak mau taubat? Haha...tapi maaf ya pak, saya gak percaya!" Arya menatap tajam pada Samuel, dia tidak mempercayai ucapan pria itu

__ADS_1


Tak lama kemudian, Arya dengan sengaja menyuntik tangan Samuel dengan jarum suntik. "Aahhh..." erang Samuel kesakitan.


Ya Allah... tolonglah aku, aku janji jika engkau menginginkan kematianku. Silahkan cabut nyawaku, tapi sebelum itu izinkan aku bertaubat dan meminta maaf pada semua orang yang telah ku sakiti.


Pinta Samuel dengan tulus dari dalam lubuk hatinya. Ia sudah pasrah apabila Malaikat maut datang untuk mencabut nyawanya. Asalkan dia sudah meminta maaf dan menebus semua dosanya pada orang-orang yang telah dia sakiti.


"Baiklah, kalau bapak ingin mati sekarang. Saya akan wujudkan!" Arya mengambil sesuatu dari kotak obatnya. Dia mengambil jarum suntik dan mengisi jarum suntik itu dengan cairan yang berwarna kuning, entah apa.


Mata Samuel melebar, Arya mendekat dan hendak menyuntikkan cairan itu kepadanya. "Twii dakkk!!"


Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka seakan menjawab doa Samuel. Maura, Bryan, Evan berada di ambang pintu, mereka bertiga melihat apa yang akan Arya lakukan pada Samuel. Selain Maura, Bryan dan Evan ada juga di petugas polisi yang datang bersama mereka.


Sial! Kenapa pagi-pagi sekali mereka sudah datang kemari?!. Arya panik melihat Maura dan Bryan juga polisi itu di sana.


Maura menghampiri ayahnya yang terlihat berkeringat dan ketakutan itu. "Ayah? Ayah gak apa-apa?"

__ADS_1


Samuel melotot, tubuhnya kejang-kejang tak terkendali dan membuat anaknya panik.


"Pak! Tangkap dia!" titah Bryan seraya menunjuk ke arah Arya.


Arya yang hendak kabur, akhirnya di tangkap oleh polisi. Dia pun pasti akan berakhir di penjara.


"Bry...ayah..." Maura panik melihat ayahnya kejang-kejang.


"Kamu tenang sayang, kita bawa ayah ke rumah sakit..." ucap Bryan yang kemudian menggendong ayah mertuanya di punggung.


Mereka pun pergi dan membawa Samuel ke rumah sakit.


...*****...


Hai Readers 😍😍 sambil nunggu update lagi,mampir ke sini ya

__ADS_1



__ADS_2