
...🍁🍁🍁...
Arya mendorong kursi roda yang diatasnya ada Samuel, lalu dia membawanya ke dekat anak tangga. Samuel sudah berkeringat dingin, namun dia tak bisa bergerak.
Ingin sekali rasanya aku menghabisi si Arya!
"Ada apa pak Samuel? Kenapa anda menatap saya seperti itu?" Arya melihat raut wajah Samuel yang panik dan pucat seperti akan menghadapi malaikat maut saja.
"Hmphh...kamwuuu...maupun apwwaa.."
"Oh...jadi pak Samuel mau bermain dengan saya, ya? Oke, saya akan melayani bapak!"
Samuel tersentak kaget dengan ucapan Arya yang amat menyeramkan, terlebih lagi raut wajahnya yang seperti mengalami gangguan mental. 'Anak gila ini? Apa lagi yang mau dia lakukan padaku?' Batin Samuel panik.
"Ssttt...bapak tenang saja ya. Saya akan ajak bapak jalan-jalan." Arya mendorong kursi rodanya, bukan mendorong tapi menendang menuju ke anak tangga.
Samuel semakin ketakutan, dia takut jatuh dari tangga. Arya rupanya sudah benar-benar gila, dia menakuti Samuel dengan sangat kejam. Membuat jantung Samuel berdebar kencang ketakutan, seakan jantungnya bisa berhenti kapan saja olehnya.
__ADS_1
"Hahaha! Gimana pak? Seru kan?" Arya tertawa terbahak-bahak melihat Samuel yang ketahuan.
"Breng...sweekk..." Samuel menatap Arya dengan sinis dan marah.
"Aduh pak Samuel, bapak ini lagi diajak main kok sempat-sempatnya mengumpat saya. Tenang pak! Saya akan lakukan lagi yang buat jantung bapak senam!"
Arya mendekati kursi roda yang membawa Samuel, dia mendorong kursi roda itu dan mendekatkannya ke anak tangga. "Lepwass...jangwaann..." Samuel bergidik ketakutan lagi melihat anak tangga yang banyak itu.
"Menurut bapak, apa yang akan terjadi pada bapak...kalau bapak jatuh ke bawah sana?" Ucap Arya sambil tersenyum menyeringai.
"Twiii...dwaaakk!!" Samuel menggelengkan kepalanya.
Arya tersenyum lagi, dia pun memajukan kursi roda itu dan memundurkan nya lagi. Membuat Samuel jantungan saat itu juga. Di dipermainkan oleh Arya. "Cup cup cup...aduh si bapak ini, diajak main bentar kok udah keringatan kayak gini?"
"Gimana kalau kita pindah tempat aja pak? Ada tempat yang lebih seru loh? Dijamin jantung bapak akan lebih sehat!" Arya nyengir dan itu membuat Samuel semakin ketakutan.
Samuel masih ingat berdoa pada Tuhan nya, dalam hati dia berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkannya dari pria yang memiliki dendam lama padanya.
__ADS_1
Benar saja, Arya membawa Samuel pergi ke taman dengan bantuan Mang Udin. Satpam di rumah itu. "Makasih ya mang Udin, saya berniat membawa bapak jalan-jalan. Kasihan dia di kamar terus."
"Ya pak Arya, beruntung ya pak Samuel memiliki perawat seperti bapak!" Kata mang Udin melontarkan pujian pada Arya yang terlihat baik didepan semua orang di rumah itu.
Beruntung? Hah beruntung apa? Dia ini malaikat pencabut nyawa yang bersiap mengambil nyawaku kapan saja.
"Tidwakkk...gak...mwaaau..." Samuel meracau tidak jelas.
"Baik pak, bapak tenang saja...saya akan membawa bapak jalanan. Hehe iya pak Udin, saya juga beruntung mendapatkan pasien seperti pak Samuel. Karena beliau tidak rewel dan tidak terlalu menyusahkan saya!" Arya tersenyum ramah dan hangat pada mang Udin.
"Oh begitu ya pak Arya...hehe , kalau begitu, jalan-jalannya mau saya temani pak?" Udin menawarkan diri untuk mengantar Samuel dan Arya.
"Tidak usah pak, saya bisa sendiri. Lagian jalan-jalannya juga gak jauh!" Ujar Arya pada Mang Udin.
Arya membawa Samuel setelah berpamitan dengan mang Udin. Dia melihat banyak mobil berlalu kalau didepan jalan ujung kompleks. "Pak Samuel yang terhormat, gimana ya rasanya kalau bapak saya dorong kesana?" Bisik Arya pada Samuel.
Dasar orang gila!
__ADS_1
...****...
Hai Readers, Samuel mau dibikin mati apa gimana nih 😂 di siksa dulu kah!