
...🍀🍀🍀...
"Vera, kenapa tiba-tiba kamu begini? Apa kamu minta putus sama aku karena ucapan mama?!" Bara memegang tangan Vera, gadis itu tidak mau melihatnya dan sedari tadi memalingkan wajah.
Vera terdiam, dia menepis tangan Bara. "Lebih baik kamu pergi dari sini, aku mau kerja!" seru gadis itu sinis.
Vera berjalan pergi meninggalkan Bara setelah dia mengunci pintu kamar kosannya. Bara mengejar gadis itu, meminta penjelasan padanya kenapa dia meminta putus.
Ya, alasan Vera meminta putus adalah sebagian besar karena Clara.
#Flashback
Beberapa hari sebelumnya, Bara mengajak Vera dan mamanya makan malam bersama di luar. Maksud Bara adalah memperkenalkan Vera sebagai calon istrinya. Namun respon Clara tidak terlalu baik akan hal itu.
Mungkin latar belakang Vera yang pernah bekerja di bar, membuat Clara sedikit enggan menerima Vera.
"Menikah? Apa gak terlalu cepat?" tanya Clara yang tidak langsung merestui hubungan Vera dan Bara. Sikapnya berbeda kepada Maura dan Bryan saat anak sulungnya meminta menikah, langsung disetujui.
"Ma, usiaku sudah hampir 26 tahun....Vera juga seumuran denganku. Aku rasa kamu sudah cukup umur untuk menikah, Ma." tutur Bara sambil melihat ke arah Vera dengan tatapan cinta.
"Maaf Bara, tapi mama belum bisa mengizinkan kamu menikah." Clara menentang keputusan Bara untuk menikah.
Ya, memang bagus ih kalau Bara menikah cepat....dia bisa melupakan kakak iparnya dengan cepat. Tapi kenapa harus dia orangnya?
Clara menatap tajam ke arah Vera yang duduk tepat di samping Bara.
"Kenapa Ma?" Kening Bara mengerut dengan jawaban mamanya.
"Kamu mau mama kasih jawaban yang jujur atau bohong?" Tanya Clara seraya melirik ke arah Bara dan Vera secara bergantian.
"Jujur dong ma, pertanyaan mama aneh deh?" sahut Bara heran.
__ADS_1
"Kamu bisa menikah tapi bukan dengan wanita ini," ucap Clara dengan nafas berat yang membuat Vera juga Bara tersentak kaget mendengarnya.
Sudah kuduga, Tante Clara tidak setuju karena aku. Batin Vera sedih.
"Apa maksud mama? Mama tidak setuju aku menikahi Vera? Kenapa Ma?" tanya Bara terheran-heran.
"Bara...mama gak usah jelasin semuanya, kamu juga udah tau kan? Sudahlah, mama mau pulang!" Clara mengambil tas selempangnya, kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Sakit hati Vera seperti dihantam benda berat di dadanya begitu dia mendapat penolakan dari Clara. "Ma! Tunggu dulu dong!"
"Tante...saya memang tidak memiliki masa lalu yang bersih, tapi saya mencintai anak Tante dengan tulus. Apa Tante bisa mempertimbangkan sekali lagi mengenai saya?" bujuk Vera yang tidak mau menyerah sebelum berusaha. Seperti Bara yang mencintainya, Vera juga sama. Bahkan Mungkin perasaan Vera lebih besar kepada Bara karena dia sudah menyukai pria itu sejak lama.
"Maaf Vera, saya tidak bisa." jawab Clara menolak.
Bara mulai geram, dia mengepalkan tangannya dengan erat. Tak terima dengan penolakan dari ibunya. "Ma! Kenapa mama seperti ini? Kenapa saat kak Bryan meminta menikahi Maura yang seorang janda, mama langsung setuju? Kenapa Mama tidak menerima pilihan Bara?!" tanya Bara kesal.
"Maafkan mama, tapi kamu dan Bryan itu berbeda...begitu pula dengan pilihan kalian. Ya, memang benar bahwa Maura adalah seorang janda. Tapi kamu sendiri kan? Maura adalah gadis baik-baik dan kamu dulu yang menghancurkan dia." jelas Clara dengan wajah dinginnya.
#End Flashback
Bara masih berusaha membujuk Vera untuk bicara dengannya. Namun wanita itu tetap menolak, akhirnya Bara memaksa Vera untuk masuk kembali ke dalam kosan Vera supaya mereka bisa berbicara di sana.
"Bara! Apa yang kamu lakukan? Aku harus pergi kerja!"
Vera berteriak, dia pun semakin terkejut manakala Bara mengunci pintu kosannya dari dalam. Bara menatap Vera dengan di penuhi kabut gairah. "Bar...kamu mau ngapain?!"
Pria itu berjalan mendekati Vera, dia seperti dirasuki setan. Vera mulai menegang, jantungnya berdegup dengan kencang saat melihat Bara menatapnya begitu. Tiba-tiba saja Bara merengkuh tubuh semok Vera dengan satu tangannya.
"Bara...kamu--hmph---"
Pria itu membungkam bibir Vera dengan ciuman panas. Dia membawa tubuh Vera sampai ke ranjang kamar kosan yang sempit itu. Keduanya ambruk di sana dengan posisi Bara di atas tubuh Vera.
__ADS_1
"Bar...kamu mau apa? Jangan--"
"Ver, maaf..." ucap Bara lalu kembali mencium bibir Vera. Entah apa yang merasuki Bara, hingga dia melakukan itu.
Mereka berdua sudah sama-sama polosan tanpa sehelai benang. "Bar...jangan lakukan ini," Vera mulai tergoda dengan sentuhan-sentuhan yang dilakukan oleh Bara kepadanya.
Dia terangsang dan mengikuti setiap permainan yang Bara lakukan. Bahkan saat Bara mulai mengobrak-abrik miliknya yang berharga, Vera pasrah dan melemah. Mungkin karena dia cinta atau karena naluri wanita yang sensitif. Yang jelas mereka berdua sudah terdorong oleh n*fsu setan yang laknat sampai-sampai mau melakukan itu sebelum menikah.
"Kamu tenang saja, aku akan bertanggungjawab. Aku pasti akan menikahi kamu, walau tanpa restu mama sekalipun." Bara mengecup kening Vera dengan lembut.
Pria itu pun menunjukkan kebanggaannya yang sudah menegang membutuhkan pelepasan. Vera sadar bahwa ini salah, tapi entah kenapa dia menikmatinya. Daging tegap tak bertulang itu akhirnya memasuki tubuh Vera. Bara pikir semuanya akan baik-baik saja karena dia mengira Vera sudah pernah melakukan hal ini dengan pria lain sebelum dirinya.
Namun alangkah terkejutnya dia saat ia menancapkan kebanggaannya itu pada Vera, ia mendengar Vera menjerit kesakitan. "AKHHH!!"
Bara pun membungkam bibir Vera dengan ciuman lembut agar suara Vera tak terdengar keluar. Karena kosan itu berhimpitan dengan kosan lainnya dan tidak kedap suara.
"Kenapa Ver?" tanya Bara cemas.
"Sa-sakit...Bar...ugh..." rintih Vera kesakitan.
Akhirnya Bara mengeluarkan miliknya dan melihat ada darah pada seprai juga pada miliknya. Wajahnya langsung berubah menjadi panik. "Ver...kamu masih virgin?" tanya Bara tidak menyangka.
"Euh...iya..." jawab Vera sembari meringis menahan sakit di bagian inti tubuhnya. Dia menatap Bara yang duduk di ranjang.
"Astaga!" pekik Bara terkejut, dia tidak menyangka bahwa wanita itu ternyata masih perawan. "Sial!" umpat Bara sambil meremass tangannya.
"Bara? Kamu kenapa?" tanya Vera dengan kening berkerut.
Apa dia marah karena aku masih perawan dan dia jadi sulit melakukannya?
Vera bingung dengan sikap Bara saat ini. Dia mencoba menerka apa maksud dari raut wajah itu.
__ADS_1
...*****...