Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku
Bab 87. Little girl cemburu


__ADS_3

Wanita itu tengah melabrak Vera didepan semua orang. Bara yang melihat itu tidak diam saja, dia menolong Vera dan mengatakan pada orang-orang disana bahwa Vera adalah pacarnya.


"Maaf ya Bu, tidak mungkin pacar saya menggoda suami ibu yang sudah tua ini. Dia sudah memiliki saya sebagai pacarnya," Bara merangkul tubuh Vera. Gadis itu menatap ke arah Bara dengan tatapan yang sulit diartikan.


Pacar? Bara bilang aku pacarnya?


Si wanita itu terdiam melihat Bara, sosok pria tampan yang memiliki kulit sawo matang dan mengaku sebagai pacar Vera. "Eh...kalau gitu jaga dong pacar kamu supaya gak gangguin suami saya!"


"Maaf Bu, bukan saya yang gangguin suami ibu. Tapi suami ibu yang ganggu saya, dia juga sudah melecehkan saya!" Seru Vera tajam pada suami-istri itu.


Sontak saja keributan itu menjadi tontonan semua orang yang berada disana. Si bapak itu langsung membawa istrinya untuk pergi dari sana, ia seperti merasa bersalah dan menyembunyikan sesuatu. Akhirnya keributan itu usai, dengan perginya pasangan suami istri yang membuat ribut.


"Memang aku sebegitu mempesonanya ya? Sampai-sampai pria beristri saja menggodaku." Vera menyisihkan rambutnya ke belakang.


"Hah? Kamu masih sangat percaya diri ya?"


"Tentu saja, aku kan cantik." Vera tersenyum lebar. "Oh ya Bara, apa kamu sendirian?"


"Hem, mau ikut minum denganku?" Bara yang sedang kesepian dan galau itu mengajak Vera untuk minum dengan tujuan berbincang atau mungkin curhat.


Vera menyetujui ajakan Bara, ya dia juga senang bisa bertemu dengan Bara lagi setelah sejak kejadian Maura keguguran. Dia tak bertemu lagi dengan Bara. Wanita itu tersenyum menampakkan kebahagiaan saat dia diajak oleh Bara.


Mereka berdua pun duduk di satu meja yang sama, Bara langsung memesan minuman yang Vera inginkan. "Kamu mau makan juga, Ver?


"Gak usah, aku gak laper kok."


"Oh ya Ver, by the way...sorry nih aku nanya begini, tapi apa kamu kembali lagi ke dunia hitam itu?" Bara bertanya dengan hati-hati pada Vera, takut melukai hatinya.


Dunia hitam yang dimaksud oleh Bara disini, adalah pekerjaan Vera yang dulunya adalah seorang pemandu lagu di tempat karaoke dan Bara tau dia pernah hampir di perkosa oleh kliennya. Disaat itu Bara sayang menyelamatkannya dan mengeluarkannya dari dunia yang bernama dunia hitam itu lalu menawarkannya untuk menjadi pacar pura-pura didepan Maura.


Vera tercekat mendengar ucapan Bara. "Kamu gila ya? Aku udah gak mungkin kesana lagi, gak akan pernah. Kamu yang bawa aku keluar dan aku gak akan pernah kesana lagi. Aku mau jadi cewek yang melakukan pekerjaan halal, meski aku udah gak suci lagi." Perih hati Vera saat mengatakannya, dia teringat bahwa dia pernah satu ranjang dalam keadaan telanjang bersama kliennya di tempat karaoke. Saat itu dia dicekoki miras dan obat perangsang. Teringat semua itu, Vera merasa kotor dan tidak pantas bersama siapapun juga.


"Ma-maaf ya aku malah menyinggung soal itu. Oke, skip aja deh! Jangan ngomongin itu lagi ya." Bara merasa bersalah, manakala mungkin dia sudah menyinggung perasaan Vera.

__ADS_1


Tanpa sadar aku malah menanyakan pertanyaan yang membuka luka hatinya lagi.


"Its okay Bar, aku gak apa-apa kok. Santai aja ya."


Mereka berdua sempat terdiam sejenak dan menyeruput minuman yang mereka pesan. Hingga Vera memulai bicara dengan bertanya tentang Maura, hubungan Bara dengan Maura sangat membuat wanita itu penasaran. "Oh ya Bar, gimana hubungan kamu sama mantan istri kamu?"


"Menurut kamu...hubungan seperti apa yang mungkin aku dan mau memiliki sekarang?" Senyum getir terlihat dibibir Bara.


"Hem...apa kamu masih belum menyerah mendapatkan dia kembali? Bara...apa sebaiknya kamu melupakan dia?" Saran Vera yang iba melihat Bara terus menerus memikirkan Maura yang sudah jelas-jelas tidak mau kembali padanya.


"Aku sedang mencoba. Maura...katanya dia akan menikah dengan Bryan, ya mungkin ini sudah waktunya aku melupakan dia." Bara lagi-lagi tersenyum pahit, dia terlihat stress memikirkan mantan istrinya yang masih ada didalam hatinya.


"Sabar Bara... yang kamu lakukan ini sudah benar. Kamu sayang sama Maura dan kamu ingin dia bahagia, maka kamu harus hargai pilihannya. Di luar sana kamu masih bisa menemukan cinta." Vera tersenyum seraya menyemangati Bara.


Ya, aku lah orang itu Bara. Tapi kamu...jangan sampai tau.


"Makasih Ver, tapi kayaknya akan sulit buatku mendapatkan cinta baru."


Bara dan Vera pun mengobrol sampai malam disana, saling curhat kehidupan mereka masing-masing.


Sementara itu di dalam kamar Maura.


Ia baru saja keluar dari kamar mandi, dia mengenakan kimono handuknya. "Duh, baru sempat mandi jam segini...tadi aku ketiduran lumayan lama banget." Maura langsung duduk diatas ranjang dan mengambil ponselnya.


Tak lama kemudian, sebuah pesan masuk ke ponselnya dari nomor tak dikenal. Maura melihat foto-foto Bryan bersama seorang wanita cantik dengan rambut pirang. "Jadi kliennya Bryan itu cewek? Kok dia gak bilang sih sama aku? Hem...ini pasti omnya Bryan yang kirimi aku pesan. Apa dia pikir aku akan terpengaruh oleh foto ini?" Maura cuek dan meletakkan ponselnya kembali, lalu dia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


Ting!


Ada pesan masuk lagi ke ponselnya. Kali ini fotonya sungguh mengejutkan Maura. "Ish...apa apaan ini?"


Saat itu juga Maura langsung menelpon Bryan dengan wajah kesal. Hanya terdengar suara dering saja disana. "Kenapa teleponku gak diangkat? Apa dia lagi sibuk sama perempuan itu?" Gerutunya kesal.


Lalu dia pun mengirimkan balik foto yang dikirim si om Dion pada Bryan dengan caption. "Enak banget ya, yang lagi berduaan sama cewek pakai kecup kecup segala. Semoga kalian bersenang-senang."

__ADS_1


Maura pun meletakkan ponselnya di atas ranjang, dia mengambil baju dan mengganti kimono handuk dengan piyama tidur. Setelahnya ponselnya berdering. "Halo." jawab Maura ketus


"Little girl, kamu dapat darimana foto itu?!"


Bukannya jelasin siapa cewek di foto itu dan apa yang dia lakukan dengan cwek itu, tapi dia malah nanyain siapa yang kirim foto? Lucu banget. Batin Maura sebal.


"Gak tau."


<"Little girl, kamu marah?">


"Gak."


<"Aku akan jelasin semuanya nanti ya, aku meeting dulu sama klienku.">


"Ya udah sana." Jawabnya ketus lagi.


<"Cewek itu cuma klien,">


"Bodoh amat!"


Bryan terdiam sejenak, dia menelan ludah mendengar ucapan ketus dari Maura. Sungguh hatinya tidak enak mendengar Maura begitu.


<"Little girl--">


"Ya udah kalau mau meeting, selamat meeting ya. Aku mau tidur, ngantuk!"


Tanpa mendengar jawaban dari Bryan, Mayra langsung menutup telponnya. Dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang lalu menutup wajahnya dengan bantal. "Ish! Bryan nyebelin! Dasar bule setengah!!"


...****...


...Bonus ...


...Visual Maura Syanita Agradana...

__ADS_1



__ADS_2