Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku
Bab 85. Tentang Kenzo


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


"Kamu mau denger ceritanya?"


Maura menganggukkan kepalanya, dia agak terkejut karena ternyata kekasihnya itu bukanlah anak tunggal dan punya adik laki-laki.


Tiba-tiba saja Bryan mengangkat tubuh Maura dan mendudukkan tubuh mungil kekasihnya itu di pangkuannya. "Bry! Kenapa kamu--"


Bryan meletakkan jarinya pada bibir cantik Maura. "Ssstt...katanya kamu mau mendengar ceritaku?"


"Iya aku mau dengar, tapi kenapa aku duduk disini?" Tanya Maura keheranan.


"Aku mau cerita sambil meluk kamu." Ucap Bryan terang-terangan pada Maura.


"Bry..." Maura menoleh ke arah Bryan yang tepat berada dibelakangnya.


"Oke, aku mulai cerita ya." Bryan memeluk Maura dengan lembut dan hangat.


#FLASHBACK


Terlihat dua orang anak kecil sedang bermain di halaman depan rumah. Satu orang anak yang lebih besar dan lebih tinggi darinya memilik paras kebarat-baratan, dilihat dari warna matanya yang berwarna biru dan dia adalah Bryan Seager Xander yang baru berusia 9 tahun. Sedangkan adiknya berusia sekitar 4 tahunan, dia memiliki paras dan kulit sawo matang berbeda dengan kakaknya yang memiliki kulit putih dan bersih. Dia adalah Kenzo Alharaz Xander yang biasanya disapa dengan panggilan Ken atau Kenzo.


Kenzo lebih mirip dengan mamanya yang orang Indonesia sedangkan papanya


Bryan dan adiknya Kenzo selalu rukun dan tidak pernah bertengkar. Apalagi Bryan yang usianya lebih tua dari Kenzo, selalu menjaga adiknya dengan baik. Dia sangat sayang pada adiknya itu.


Hari itu, hari dimana Kenzo menghilang. Tepat saat hari ulang tahunnya dirayakan di rumah besar keluarga Xander. Semua teman-teman dan kerabat terdekat Kenzo hadir di acara pesta ulang tahun itu.


Setelah tiup lilin, semua orang ikan kado dan memberikan ucapan selamat kepada yang berulang tahun.


"Nah ini buat Kenzo dari kakak, selamat ulang tahun ya Kenzo!" Ucap Bryan sambil menyerahkan sebuah bungkusan berwarna merah berbentuk persegi panjang pada Kenzo.


Terlihat senyuman mengembang di bibir Kenzo, dia terlihat manis dengan satu lesung di pipinya. "Ini dari kakak? Buat aku ya kak?" Tanya Kenzo pada kakaknya.


"Iya, ini buat Kenzo dari kak Bryan." Ucap Clara pada anak bungsunya itu.


"Makasih ya kak Bryan!" Kenzo tersenyum lebar.


"Iya sama-sama, semoga kamu suka ya Kenzo." Bryan tersenyum lebar.


Diantara semua kado yang ada, Kenzo membuka kado dari Bryan lebih dulu. Dia tidak sabar untuk membuka kado dari kakaknya. "Wah, ini kan robot-robotan yang aku mau? Makasih ya kak!" Kenzo tersenyum lebar ketika dia melihat robot-robotan besar yang diberikan kakaknya. Robot Transformer yang selalu dia inginkan, yaitu robot' Optimus prime.


"Hehe, jangan makasih sama aku aja. Aku kan cuma pilihan kadonya, mama yang kasih uang buat beli kadonya!" Bryan tersenyum seraya menatap mamanya dengan lembut.


"Jangan bilang makasih ke mama, Ken! Kakak kamu yang paling perhatian sama kamu, dia tau banget apa yang kamu inginkan." Clara menepuk-nepuk punggung putranya itu.


"Makasih ya kakak, aku sayang kakak." Kenzo memeluk kakaknya itu dengan penuh kasih sayang.


Sama halnya seperti Bryan, Kenzo juga sayang pada kakaknya. Dia tak mau terpisah dari kakaknya sedikitpun. "Aku juga sayang kamu, Kenzo."


"Oh ya sayang, selamat ulang tahun...ini kado dari mama. Maaf ya mama telat kasih kadonya." Clara memberikan sebuah kotak kecil berbentuk persegi panjang pada Kenzo.


Kenzo langsung membukanya saat itu juga. Terlihatlah sebuah kalung berbentuk gembok di sana. "Mama kasih aku kalung?" Tanya Kenzo terheran-heran.

__ADS_1


Clara tersenyum, lalu dia mengambil kalung gembok itu dan membukanya dengan kalung berbentuk kunci. "Bryan, sini kamu juga lihat!"


"Apa ma?" Bryan mendekat ke arah mama dan adiknya.


Kalung gembok itu bisa dibuka dan didalam sana ada foto Bryan juga Ken. Kenzo sangat senang dengan hadiah itu dan dia langsung memakai kalung gemboknya, sedangkan Bryan yang diberikan kalung kunci oleh mamanya, menolak memakai kalung itu. Dia memberikan kalung kunci itu pada mamanya.


Malam pun tiba, Kenzo masih terjaga dan belum tidur di hari ulang tahunnya. Clara dan Bryan menanyakan apa yang terjadi pada Kenzo. "Kamu kenapa belum tidur, sayang?"


"Ma...kenapa papa belum pulang?"


"Papa kamu masih ada di kantor, sayang. Mungkin sebentar lagi papa kamu pulang."


Ken tersenyum kecut. "Tapi ini kan hari ulang tahun aku, kenapa papa tidak datang?"


"Papa pasti datang kok, hanya hanya saja papa sedikit terlambat...kamu sabar ya dek." Bryan berusaha menenangkan hati adiknya yang sedang resah itu.


Kenzo hanya mengangguk-angguk dengan wajah cemberut. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 malam, Kenzo merengek saat itu tak sabar ingin dipertemukan dengan papanya. Dia merengek pada Clara dan kakaknya.


Akhirnya, Clara, Kenzo dan Bryan pergi ke kantor papanya di Xander grup. Tepat ketika mereka sampai di depan kantor, terlihatlah sosok pria tampan bertubuh tinggi dan tegap berdiri disana bersama Dion.


Tak lama setelah itu, Dion masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana meninggalkan pria itu sendiri di sana. "Papa!" Kenzo berlari menghampiri papanya.


"Eh, ada anak-anak papa? Kok kalian bisa ada disini sih?" sambut pria itu sambil menggendong Kenzo dengan tangan kekarnya. Pria ini benar-benar mirip dengan Bryan, terutama matanya.


"Ini nih pa, Kenzo gak sabar pengen ketemu sama papa." Ucap Bryan memberitahu papanya bahwa Kenzo ingin bertemu dengan papanya.


"Maafin papa ya sayang, kamu pasti mengira papa lupa ulang tahun kamu ya? Papa gak lupa kok. Papa juga sudah siapkan hadiah buat Kenzo."


"Beneran pa? Asyik!! Yee!!" Kenzo tersenyum ceria.


Mereka pun pulang naik mobil bersama, naik mobil Franz, sedangkan mobil yang dibawa Clara dibawa pulang oleh sekretarisnya.


Dalam perjalanan, semua baik-baik saja dan keluarga Xander bercanda ria. Hingga beberapa saat kemudian ketika mobil yang membawa mereka menuruni sebuah turunan. "Sayang, pegang Bryan sama Kenzo erat-erat!" Frans terlihat menahan panik, dia menginjak pedal rem dan tidak berfungsi.


"Ada apa pa?" Clara heran melihat suaminya yang tiba-tiba saja bicara begitu.


"Lakukan saja!" Ujar Frans tanpa banyak bicara lagi.


"Iya pa!"


Kenzo dan Bryan juga bisa merasakan kepanikan papanya Itu, mereka tidak banyak bertanya dan patuh pada perintah papanya. Clara memeluk kedua anaknya dengan erat.


Tiba-tiba ada sebuah truk melaju kencang dari arah berlawanan ke arah mereka. Truk itu berada di jalur yang salah dan hendak menabrak mobil yang dibawa Frans.


"PAPA!" Bryan dan Kenzo berteriak panik, ketika sinar mobil truk itu menyinari mereka.


"Kalian pegangan!! Nunduk!!" Terikat Frans panik.


Demi menghindari tabrakan, Frans banting stir ke arah kiri yang menuju ke arah jurang. Akhirnya mobil itu jatuh ke dalam jurang, entah harus bersyukur atau tidak. Mereka jatuh ke dalam air dan tidak langsung mati saat itu juga.


Frans berhasil menyelamatkan istri dan kedua anaknya yang tidak sadarkan diri, menarik mereka ke pinggir sungai. "Clara! Bryan, Kenzo!!" Frans berusaha membangunkan anak dan istrinya.


Entah apa yang terjadi saat itu, Bryan yang sedang tertidur mendengar suara tembakan. Lalu suara orang yang tertawa-tawa. "Dia sudah kita bereskan, haruskah kita bunuh anak dan istrinya juga?"

__ADS_1


"Perintah dari bos Dion hanya membunuhnya saja. Sudahlah biarkan saja--"


Ketika mereka sedang mengobrol, Kenzo tercengang dan dia sudah bangun. Tidak seperti Bryan yang pura-pura tidur.


Karena kedua anak itu sudah melihat wajah si pelaku. Akhirnya Kenzo dan Bryan ditangkap oleh penjahat itu dan diculik. Sementara itu Clara masih terbaring lemah tak berdaya disana.


Bryan dan Kenzo di sekap selama beberapa hari didalam lemari yang sempit tanpa makan dan minum. "Kamu tenang ya Kenzo, ada kakak disini...kamu tenang ya?" Bryan yang ketakutan berusaha menahan rasa takutnya dan menenangkan Kenzo yang ketakutan. Dia sudah berjanji akan menjaga adiknya.


"Kakak...aku takut..." Kenzo kecil menangis memeluk kakaknya..


Ketika Bryan menemukan celah untuk melarikan diri dari sana saat para penculik itu lengah. Memang ekstrim caranya untuk melarikan diri dari sana, tangan Bryan sampai terkena pecahan kaca dan berdarah-darah. Dia membawa adiknya yang sudah lemas itu.


"Kamu harus bertahan ya dek! Kita akan segera sampai ke jalan raya!" Seru Bryan sambil menggandeng tangan adiknya.


"Iya kakak."


Para penculik itu masih mengejar Bryan dan Ken, hingga akhirnya mereka sampai di keramaian. Disanalah Bryan dan Ken terpisah, dan disana juga Bryan melihat sosok yang tidak asing yaitu Dion.


#ENDFLASHBACK


"Setelah itu aku tidak melihat lagi adikku sampai sekarang. Dia masih belum ditemukan." Ucap Bryan sedih.


Maura meneteskan air mata saat mendengar cerita Bryan. "Hey, little girl? Kamu nangis?"


"Hiks... huuhhh...ma-maaf.. harusnya aku gak nangis...hiks...harusnya aku hibur kamu."


Dengan gentle, Bryan mengusap air mata Maura. "Eh...harusnya aku yang minta maaf, aku malah buat kamu nangis kayak gini. Maafin aku ya harusnya aku gak cerita."


Maura menggelengkan kepalanya dia sesenggukan. "Kasihan banget kamu sama adik kamu...hiks...cerita kalian sama kayak si drakor drakor itu."


Ternyata Maura orangnya baperan dan mudah tersentuh, tidak heran dia mudah di rayu oleh si Bara bajingan itu.


"Gak apa-apa, aku gak apa-apa karena ada kamu."


"Hiks...tapi soal kalung itu? Kalung gembok itu, kayak gimana Bry?" Maura penasaran dengan kalung gembok yang disebutkan oleh Bryan.


Kenapa kalung gembok itu mengingatkan aku pada seseorang?


"Kalung itu, adikku pasti masih memilikinya. Kamu mau lihat foto kalungnya?"


"Oh, kamu ada foto kalungnya?'


"Ada sama foto adikku juga." Jawab Bryan.


"Aku mau lihat."


Bryan membuka dompetnya, dengan maksud menunjukkan foto adiknya dan kalung itu. Bryan mengambil selembar foto disana, ketika Bryan hendak memberikannya pada Maura. Suara ketukan pintu membuyarkan semuanya.


Tok, tok, tok!


...****...


Maaf ya readers, untuk selanjutnya jadwal update novel ini sore atau malam..πŸ₯ΊπŸ€§πŸ€§ author sibuk paginya tak sempat mengetik.. makasih..maaf ya author agak lambat.

__ADS_1


Up sehari 2 bab


__ADS_2