
...🍀🍀🍀...
Vera melihat Bara sedang mengacak-acak rambutnya, mengusap wajahnya kasar. Gadis itu bingung ,kenapa Bara seperti itu? Apa dia melakukan kesalahan?
Ah sial! Jadi selama ini aku sudah salah mengira Vera... ternyata dia masih virgin. Tapi bagaimana bisa? Bukankah dia bekerja di club malam? Tidak tidak! Bukan itu yang penting sekarang. Yang penting adalah bahwa aku brengsek, bagaimana bisa dan bagaimana aku pantas mendapatkan seorang wanita yang masih suci padahal aku kotor!.
Batin Bara kesal sendiri. Baginya dia tak berhak untuk mendapatkan seorang perawan. Dirinya yang kotor dan penuh dosa ini.
"Bara...kamu kenapa? Apa karena aku yang masih perawan? Kamu jadi--"
Bara melihat ke arah Vera, lalu dia mencium bibirnya lembut. Vera balas mencium Bara dengan lembut juga. "Maafin aku ya Ver, aku sudah terbawa hawa naf_su. Tapi kamu gak usah khawatir, aku pasti akan menikah sama kamu."
"Iya aku percaya, tapi kenapa tampaknya kamu kecewa dan sedih? Apa kamu mau melanjutkan yang barusan?" Tanya Vera bingung dengan sikap Bara ini.
__ADS_1
Pria itu kembali mengancingkan kembali kemeja kekasihnya dengan telaten. Menyiratkan bahwa dia layaknya adalah pria yang bertanggungjawab. "Aku tidak akan melakukannya lebih jauh lagi, maaf aku sudah mengambil keperawananmu...aku akan meneruskan ini saat kita sudah menikah nanti." kata Bara tulus.
Bara mengancingkan kembali bajunya, juga resleting celananya yang sempat dia buka tadi.
"Bar, kamu gak jawab pertanyaanku. Kenapa kamu terlihat sedih?"
"Lebih tepatnya aku merasa bersalah Ver. Aku yang orang jahat dan kotor ini, tidak seharusnya mendapatkan seorang wanita suci bersih sepertimu." tutur Bara tanpa melihat ke arah Vera, dia tidak berani menatap wanita yang hampir saja melakukan hal lebih jauh dengannya.
"Tapi--" Bara meragukan dirinya sendiri bahwa dia adalah orang baik.
"Bara, dengerin aku--setiap orang pasti punya kesalahan. Tapi tidak selamanya salah dan bagiku kamu orang baik, karena orang baik pasti akan menyadari kesalahannya lalu memperbaiki kesalahannya." jelas Vera pada kekasihnya.
Ya, jujur saja dalam hati Bara. Dia merasa tak pantas mendapatkan seseorang yang berharga. Setelah apa yang ia lakukan di masa lalu pada Maura. Namun dia memilih untuk mengakhiri pembicaraan ini.
__ADS_1
"Ver, aku cinta kamu...dan aku akan menikah sama kamu. Kamu adalah wanita terakhir dalam hidupku, aku janji akan selalu membahagiakan kamu." Bara memeluk wanita itu ke dalam pelukannya.
"Aku percaya kamu, tapi gimana sama mama kamu? Mama kamu masih belum setuju dengan hubungan kita." Kata Vera sedih, karena Clara masih belum memberi restu.
"Soal mama...aku akan minta bantuan kak Bryan dan Maura, mama pasti akan mendengar mereka." ucap Bara sambil tersenyum.
"Ya udah deh, aku percaya sama kamu dan aku akan tetap nunggu kamu." ucapnya sambil tersenyum dan balas memeluk Bara.
Ya, aku harus minta bantuan pada Kak Bryan dan Maura... mereka pasti bisa membujuk mama.
Bara yakin dengan bujukan dari Bryan dan Maura, mamanya akan setuju dengan pernikahan ini. Dia akan mencobanya, mencoba bicara pada kakaknya.
*****
__ADS_1