Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku
Bab 112. Dosa pada Jessica


__ADS_3

POV Samuel


...🍁🍁🍁...


Aku akui aku adalah seorang buaya darat yang memangsa semua wanita. Entah kenapa hasratku kepada wanita tidak pernah berhenti, apalagi sejak istri keduaku meninggal dunia.


Dia adalah wanita cantik, baik, lembut dan plus dia juga berasal dari keluarga kaya raya. Tidak seperti aku yang berasal dari keluarga pas-pasan.


Aku jatuh cinta padanya sampai aku meninggalkan istri dan kedua anakku begitu saja untuk mendapatkan cinta mamanya Maura. Ku tinggalkan kedua anakku dan istriku, aku menikah lagi dan aku menjadi kaya juga.


Namun kebahagiaanku tak berlangsung lama, saat Maura berusia 10 tahun, istriku meninggal dunia. Selama itu aku kesepian dan aku bermain bersama wanita-wanita di luar sana yang menarik perhatianku. Jangan salahkan aku begini, aku lelaki normal dan butuh kehangatan.


Ada satu wanita yang menarik perhatianku, dia adalah sekretaris baruku. Namanya Jessica, dia selalu perhatian padaku. Aku rasa perhatiannya ini bukan hanya sekedar perhatian biasa. Mungkin dia menyukaiku!


Jessica, gadis cantik dan manis ini memiliki rambut panjang, senyumannya begitu menawan. Aku pasti akan membuat dia berada di bawah tubuhku.


Di setiap kesempatan, aku selalu berusaha mendekatinya. Tak jarang aku mengajaknya makan bersama dan jalan-jalan. Dia terlihat senang dengan perhatian yang aku berikan.


"Terima kasih pak, bapak sudah mengajak saya makan dan jalan-jalan. Tapi bukankah kita harus pergi ke tempat pak Santoso?" tanya Jessica padaku.


Ya memang hari ini aku ada pertemuan dengan dengan klien ku yang bernama pak Santoso. Namun dia sudah membatalkan janji kami. Lalu terpikirkan sebuah ide licik di kepalaku, bahwa aku harus menerobos keperawanan Jessica dan aku yakin dia mau karena dia suka padaku.


Akhirnya aku dengan pikiran laknat ku berhasil membawa Jessica ke sebuah penginapan kecil agar tak ada yang tau n*fsu bejatku. Ya, Jessica berhasil aku tipu dan dia masuk ke dalam kamar penginapan itu.

__ADS_1


Sumpah demi Tuhan!


Malam itu aku menemui Jessica di kamarnya, salivaku naik turun begitu melihat kecantikannya dan saat ini dia tengah mengenakan handuk kimono.


"Pak Samuel, kenapa bapak bisa ada disini?"


Kulihat mata yang polos dan indah itu melihatku dengan bingung. Dia pasti kaget melihatku berada disini, bahkan aku bisa masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu.


Setan didalam diriku sudah terlampau kuat, aku mendekati Jessica. Aku memeluknya, lalu mencium bibirnya yang selama ini kudambakan itu. Jessica meronta-ronta, mendorong, bahkan memukul-mukul dadaku. Namun aku memeluknya dengan erat dan menciumnya semakin dalam.


"Pak! Apa bapak sudah gila? Apa yang bapak lakukan--hmph--"


Aku kembali menyambarnya dengan ciuman panas, lidah kami berpagutan dan saling berdansa. Gila! Wanita ini benar-benar cantik, manis dan pastinya akan membuatku puas.


Kini Jessica sudah berada di bawah tubuhku, aku mengukung tubuhnya dengan tubuhku di atas ranjang. Aku mengunci tangannya dengan tanganku dan tentunya dengan erat. "Lepaskan saya pak! Saya mohon!" pinta Jessica sambil menangis, matanya melotot takut padaku.


"Pak--saya mohon jangan lakukan ini! Bapak akan menyesalinya seumur hidup bapak! Saya adalah anak bapak, kita adalah ayah dan anak pak...saya mohon..."


"Hah? Ngomong apa sih kamu? Ngaco deh!" ucapku yang terus melanjutkan apa yang harus aku selesaikan saat ini juga. Tak peduli Jessica menangis atau bagaimana, aku hanya ingin terpuaskan.


Aku terus melanjutkan jamahanku pada tubuh cantiknya, aku cium bibirnya, setiap sudut tubuhnya tak lepas dari bibirku yang panas. Dia menangis dan aku senang melihatnya begitu. Lalu ku lepas baju dan celanaku, aku mulai menerobos masuk miliknya dengan paksa. Dia meringis kesakitan dengan mengatakan bahwa dia adalah putriku dan berdosa bola aku melakukan ini dengannya.


Ah! Tapi aku tak peduli!

__ADS_1


Setelah berhasil menerobos lubang surgawi itu, kulihat ada bercak darah di seprai yang berwarna biru. Ya itu darah keperawanan Jessica, entah kenapa aku senang melihatnya. Seperti ada kepuasan dan kemenangan di dalam diriku karena berhasil menjadi orang yang pertama menjamah tubuhnya.


"Pak...saya ini putri bapak, kenapa bapak tega pada saya? Hiks...hiks...saya putri bapak dan Amira." Jessica menangis dengan sekujur tubuh penuh tanda cinta yang ku berikan. Pastinya dia sangat kesakitan akibat permainanku semalam. Tapi aku bahagia dengan dosa yang paling indah dan paling nikmat ini.


Deg!


Jantungku berdegup kencang begitu mendengar nama Amira disebut oleh Jessica. Amira adalah istri pertamaku. Bagaimana Jessica bisa tau? Sontak, aku yang sedang merokok melihat ke arahnya. "Kamu jangan ngaco deh! Kamu itu bukan anakku, kamu kekasihku sekarang!" ucapku padanya.


"Tapi saya memang anak bapak....saya--hiks..."


Awalnya aku tak percaya dengan apa yang dikatakan Jessica. Namun setelah Jessica diketahui hamil anakku, aku diam-diam melakukan tes DNA padanya. Ternyata benar dia adalah darah daging ku! Astaga! Ini sudah gila!


Setelah itu aku merencanakan untuk mengugurkan kandungan Jessica, berkali-kali aku mencoba mencelakainya. Aku yang di dorong oleh setan, bahkan menjamahi tubuhnya lagi dengan paksa walau sudah tau dia adalah putri kandungku dan Amira. Aku tau aku bejat, aku akui itu. Tapi aku senang dan aku puas bisa bermain dengan putri kandungku sendiri, ah...rasanya begitu menantang.


Jika ada julukan ayah paling bejat, itu mungkin AKU.


Aku berhasil menggugurkan kandungan Jessica, setelah itu Jessica yang benci padaku langsung menghilang dari pandanganku dan entah pergi kemana. Aku tak peduli sih, yang penting dia tidak muncul lagi di hadapanku dan mengatakan kebejatanku pada Maura, putri kesayanganku.


Namun Maura mendapatkan balasan atas semua perbuatanku, pada salah satu korban n*fsuku. Dia terjebak dendam suaminya sendiri. Stroke ringan yang menimpaku, siksaan Nathan, siksaan Arya, lalu perlahan aku sadar, bahwa selama ini aku telah berdosa. Aku ingin menebus semua dosaku pada wanita-wanita itu, terutama Jessica yang paling aku sakiti.


Aku yang seharusnya menjadi ayah yang baik, menjaga putrinya, malah menjadi ayah brengsek dan menggagahi putrinya sendiri. Samuel! Terkutuklah kau!


Sudah tau itu dosa, tapi tetap saja kau lakukan! Dan itu yang paling membuatku menjadi manusia paling brengsek di muka bumi ini.

__ADS_1


Semoga tuhan memaafkan diriku! Semoga aku masih bisa mendapatkan maaf dari yang KUASA, sebelum aku menemui ajalku. Ya, buatku tak ada gunanya hidup di dunia ini lagi. Terlalu berat dosa yang kulakukan, aku bahkan malu setiap melihat Maura.


...*****...


__ADS_2