Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku
Bab 25. Pernyataan cinta Bryan


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Kenapa dia ada disini? Ah bodoh amat dia ada disini atau tidak, aku tak peduli. Terakhir kali, dia sudah menghinaku.


Maura menatap pria itu dengan tajam, dia menepis tangan Bryan. Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Bryan. Akan tetapi Bryan tidak menyerah begitu saja.


"Woah...nona Maura, sepertinya anda punya kebiasaan melarikan diri setelah bertemu kreditor Apa anda takut bertemu saya lagi?" tanya Bryan pada Maura.


Dia membuat gadis itu berhenti melangkah karena kata-katanya. "Tentang hutang itu, saya akan membayarnya. Berikan nomor rekening anda." Maura meminta nomor rekening Bryan.


"Maaf, tapi aku tidak terbiasa memberikan nomor rekening kepada orang asing. Siapa tau orang itu akan menipuku dan menyalahgunakan nomor yang kuberikan?" Bryan tersenyum saat melihat ke arah Maura.


Maura malas berdebat, dia pun bertanya tanpa basa-basi."Lalu mau anda apa?" tanyanya ketus.


"Aku kan sudah bilang kita harus makan bersama, setidaknya sampai hutangmu lunas." jelas Bryan sambil tersenyum tipis.


"Saya menolak, saya mau bayar saja dengan uang." ucap Maura sambil mengambil bolpoin dan kertas kecil. "Tulis, nomor rekening anda!" serunya tegas.


Aku tidak mau berhubungan dengan pria ini lagi.


"Aku bilang aku mau waktu makan bersama, ditemani olehmu. Apa menurutmu aku seperti kekurangan uang?" Bryan meletakkan satu tangannya dipinggang.


Maura pun tertawa getir. "Haha benar juga, anda pasti tidak kekurangan uang sampai anda bisa menghina orang lain dengan uang yang anda miliki."


Bryan tercekat mendengar sindiran dari Maura. Dia jadi teringat saat kejadian di hotel, saat Bryan menghina Maura, mengira wanita itu menggodanya.


Jadi dia masih marah atas perkataan ku waktu itu.


"Oke, Maura aku minta maaf ya karena aku sudah mengatakan hal yang menyakiti hatimu. Aku salah paham padamu saat itu, aku yakin kamu adalah wanita cantik yang berhati besar dan mau memaafkanku." Bryan mengatupkan kedua tangannya seraya memohon maaf pada Maura


"Anda benar-benar percaya diri ya. Apa gunanya saya memaafkan anda dan apa gunanya jika anda meminta maaf pada saya? Kita hanya orang asing, tidak perlu saling minta maaf seperti ini!" Kata Maura ketus.


Bryan mendekati Maura, hingga wanita itu bersandar ke tembok. "Oh justru itu aku harus meminta maaf, karena aku pikir kita bukan orang asing."


"Apa maksud anda?"


Tangan Bryan meraih tangan Maura yang lembut itu. Maura tercengang tangannya dipegang lagi oleh Bryan. "Tentu saja karena di masa depan kita adalah jodoh, kan sudah kubilang pertemuan kita ini adalah takdir."

__ADS_1


Cup!


Punggung tangan Maura dicium oleh Bryan. Sontak saja hal itu membuat Maura kaget, dia menyingkirkan tangannya. "Apa yang anda lakukan pak Bryan?!" Maura mendorong tubuh Bryan yang memojokkannya ke tembok.


"Maura, apa kamu tidak paham arti dari tindakanku padamu?" Bryan menatap Maura dengan serius.


"Saya tidak mengerti." Maura memalingkan matanya kemana-mana. Dia melangkah pergi, namun Bryan memeluknya dari belakang.


Grep!


"Pak Bryan, tolong lepaskan saya!" pinta Maura memohon pada Bryan untuk melepaskannya. Namun Bryan malah memeluknya semakin erat.


Apa yang si gila ini lakukan di tempat umum?


Bryan berbisik pada Maura. "Maura, ini adalah rahasia, hanya kamu yang tau...aku punya mysophobia, aku tidak bisa bersentuhan dengan sembarang orang...aku akan gatal-gatal bahkan sampai jatuh pingsan jika bersentuhan dengan sembarang orang."


"Lalu, apa hubungannya denganku?" tanya Maura heran.


"Aku hanya bisa menyentuhmu saja dan sejak pertama kali kita bertemu aku sudah menyukaimu little girl." Ucap Bryan penuh kesungguhan.


Deg!


"Aku tau kamu sudah menikah, tapi pernikahan kamu tidak bahagia."


Maura melepaskan tangan Bryan yang memeluknya, dia kesal. "Jangan sembarangan bicara!"


Bryan meraih tangan Maura lagi, dia melihat pergelangan tangan Maura yang memar. "Jika kamu bahagia bersama suamimu, maka tidak akan ada luka-luka seperti ini? Apalagi ada luka bakar ditangan cantikmu itu." Bryan terlihat kesal melihat ada luka bakar ditangan kanan Maura.


"Anda tidak berhak ikut campur urusan saya." sorot mata Maura gemetar saat menatap Bryan.


"Mulai sekarang aku akan ikut campur urusanmu."


"Kenapa anda melakukan ini pak Bryan?"


"Karena aku menyukaimu, aku ingin membuat kamu bahagia. Aku bisa membuat kamu bahagia, asalkan kamu setuju...aku akan membantumu membalas dendam pada suamimu. Kamu hanya perlu bilang iya dan datang padaku!" Kata Bryan bersungguh-sungguh.


"Anda sudah gila!"

__ADS_1


"Aku serius, aku tidak akan membuatmu menderita sama seperti dia. Jadi, pilihlah aku!"


"Saya akan anggap ini hanya lelucon anda." ucap Maura sambil memalingkan wajahnya.


Bagaimana bisa aku menerima cinta dari pria lain? Walau dia serius sekalipun...hatiku masih belum usai dengannya.


Bryan mengepalkan tangannya dengan gemas, dia kesal langsung ditolak oleh Maura. Namun dia paham kenapa wanita itu menolaknya dengan cepat, mungkin dia terlalu terburu-buru.


"Baiklah, kita skip dulu pembahasan tentang ini. Mari kita bertaruh, kalau kita bertemu lagi... maka kamu harus pikirkan tawaranku baik-baik dan tentu saja dengan makan siangnya juga," ucap Bryan sambil memiringkan wajahnya.


"Terserah."


Bryan mengambil tangan Maura dan berjabatan tangan dengannya. "Aku anggap kamu setuju."


Pria ini, apa dia serius dengan ucapannya? Atau dia menipuku?. Maura menatap pria itu dengan bingung.


****


Di salah satu meja, Nathan, Bara dan Ferry berada disana. Mereka menunggu presdir Xander grup dan juga Maura yang katanya sedang berada di kamar mandi.


"Nathan, pergi cari Maura..." bisik Bara pada Nathan, meminta Nathan untuk mencari Maura.


Saat Nathan beranjak dari bantalan tempat duduknya, seseorang datang membuka pintu yang diseret kepinggir itu. Seorang pria tampan berdiri disana dengan wajah datarnya.


Bara dan Nathan langsung menyapa pria itu dengan sopan. "Selamat siang pak Bryan."


Bryan mengacuhkan Bara dan langsung duduk di bantalan duduknya. Bara menahan kesal dengan sikap cuek Bryan padanya. Tak lama kemudian setelah Bryan duduk, Maura datang ke ruangan itu. "Maaf saya terlambat." Maura melirik ke arah Bryan yang ternyata ada diruangan itu juga.


Kenapa dia juga ada disini?


"Kenapa kamu terlambat Bu Maura? Cepat duduk!" seru Bara dengan ketus pada Maura.


"Iya maaf." jawab Maura sambil menundukkan kepalanya.


Si sialan ini, beraninya dia berkata kasar dan ketus padanya. Lihat saja, akan aku balas kamu.


...*****...

__ADS_1


Mau up lagi nih, jangan lupa komennya ya πŸ˜πŸ˜πŸ™β˜ΊοΈ mau kasih gift atau vote juga boleh


__ADS_2