
Seorang wanita paruh baya, berparas cantik yang masih terlihat seperti wanita berusia 30-an. Kedua matanya berwarna biru persis seperti mata yang dimiliki oleh Bryan. Dia adalah nyonya Xander grup, Clara Diana Xander itulah namanya.
Wanita paruh baya itu menatap Bryan dengan tajam, dia menyilangkan kedua tangannya didada. Dengan alis terangkat, menunjukkan sikapnya yang tegas. "Bryan Seager Xander!" panggil Clara lagi pada putranya.
Bryan yang akan menaiki tangga, kemudian berhenti melangkah dan membalikkan badannya. Dia melihat sang mama tengah berdiri di ruang tengah dan menatapnya. "Eh mama? Ngapain mama kesini?"
"Apa? Kamu tanya ngapain mama kesini? Begini ya sambutan kamu pada mama yang baru pulang dari LN." Clara mengerucut, dia sebal pada anaknya yang cuek itu.
Bryan menghampiri mamanya, dia memeluk sang mama sambil tersenyum. Dia bergelayut di bahu mamanya. "Mama!"
Clara mengerutkan keningnya, dia merasa ada yang aneh dengan sikap anaknya. Tak biasanya anaknya yang seperti bongkahan es itu akan memeluk dirinya dengan manja. "Wah...wah ada angin apa nih? Kenapa sikapmu berbeda? Pulang-pulang kamu senyum-senyum sendiri dan bersenandung ria!"
Bryan melepaskan pelukannya, dia tersenyum manis menatap sang mama. Menunjukkan wajahnya yang berseri-seri. "Ada apa? Apa kamu menang tender? Atau musuh bisnis kamu bangkrut?" tebak Clara melihat raut wajah Bryan yang tidak biasa. Clara yang tau sifat anaknya, menebak bahwa Bryan senang karena tentang bisnis.
"Bukan itu ma! Bukan!" Bryan menggeleng.
"Terus kenapa? Mana mungkin kan soal wanita, kamu kan sama wanita itu-" Clara tidak melanjutkan ucapannya, saat melihat wajah merona Bryan. "Apa benar karena seorang wanita? Gak mungkin kan?" Tanya Clara tidak percaya.
"Ehem, mama istirahat aja dulu...mama kan baru pulang dari LN." Bryan tersenyum, menepuk kedua bahu mamanya. Dia pun menaiki tangga.
Clara menatap bingung pada putranya itu. "Jadi benar ya seorang wanita? Bryan, cepat kasih tau mama siapa ya sudah buat kamu seperti ini!" teriak Clara pada anaknya.
Namun Bryan hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. Clara bisa melihat ada bunga di wajah anaknya. "Hem, siapa ya wanita itu? Dia pasti sangat cantik sampai Bryan jatuh cinta padanya dan tentunya wanita ini pasti sangat hebat." gumam Clara sambil tersenyum.
🍀🍀🍀
Tak terasa 1 bulan telah berlalu, sejak kontrak ditandatangani, Maura dan Bryan semakin dekat dan sering bertemu secara diam-diam tanpa Bara tau. Maura merasa nyaman dengan Bryan, meski pria itu sering mengatakan gombalan padanya. Dia sudah banyak membantu Maura, terutama masalah Samuel dan Evan.
Suatu siang di kantor Presdir Agradana grup, Bara terlihat sedang mengurus beberapa dokumen di atas mejanya. "Nathan, apa benar pesta ulang tahun Xander grup itu adalah malam ini?" Bara bertanya pada Nathan tentang pesta ulang tahun perusahaan rekan bisnisnya.
"Benar pak, malam ini pestanya." jawab Nathan membenarkan.
"Nathan, kamu suruh Maura kesini sekarang!" titah Bara kepada Nathan untuk memanggil Maura.
Semua orang tau kalau Maura adalah istriku, jadi aku harus bersikap didepan semua orang bahwa dia adalah istriku. Aku harus membawanya ke pesta itu.
"Baik pak!"
Nathan lakukan apa yang diperintahkan oleh bosnya itu, Dia memanggil Maura yang sedang bekerja di bagian tim desain. Tak lama kemudian, Maura segera menghadap pada pria itu. Lagi-lagi Maura melihat Bara sedang berduaan dengan wanita, kali ini Lisa lah wanita yang bersamanya itu.
"Bapak memanggil saya?" Tanya Maura sambil menundukkan kepalanya, setelah dia melihat Lisa duduk dipangkuan Bara.
Kenapa hatiku masih saja merasa tidak nyaman melihat Bara bersama wanita lain? Aku pikir aku akan terbiasa.
Bara melempar black card ke atas mejanya, Maura mendongak melihat kartu hitam itu. "Apa maksudnya ini?"
"Sore ini pergilah ke mall, pergi ke salon,, berdandan yang cantik dan belilah gaun yang bagus. Malam ini aku harus ikut ke pesta bersamaku!" Ucap Bara dingin pada Maura.
Apa pesta itu adalah pesta ulang tahun Xander grup? Pak Bryan juga mengajakku. Aku lebih baik menerima ajakannya saja.
"Maaf pak, tapi saya tidak bisa ikut ke pesta itu." Maura menolak suaminya.
"Kamu mau membantahku?" Bara menaikkan alisnya, dia menatap tajam ke arah Maura.
"Bapak pergi saja dengan pacar bapak," jawab Maura sarkas.
Lisa tersenyum mendengar ucapan Maura. "Istri kamu benar, mending kamu pergi denganku saja. Aku tidak akan menolak ajakanmu," ucap Lisa sambil memeluk Bara.
Kalau aku ikut ke pesta itu, mungkin aku punya kesempatan untuk diperkenalkan sebagai nyonya Bara Rahadian dari Agradana grup.
__ADS_1
"Tidak! Yang harus ikut denganku ke pesta itu adalah kamu, karena statusmu masih istriku. Kamu harus ikut kesana, tidak boleh menolak."
"Tapi aku, aku mau pergi kesana bersama kak Evan! Kak Evan juga akan pergi kesana, karena dia adalah pegawai Xander grup. Kamu tau hal itu kan? Jadi, kita bertemu saja disana."
Aku tidak sudi pergi ke pesta itu denganmu.
"Pokoknya kamu harus pergi denganku!" Bara tidak mau dibantah.
Akhirnya sore itu Maura pergi ke salon seperti apa yang diperintahkan Bara, dia belanja baju dan sepatu yang sudah lama dia tidak bisa beli.
"Kamu ya suruh aku belanja, kan? Baik, aku akan belanja dengan uangmu...tapi aku tidak akan pergi ke pesta bersama denganmu." Maura memegang erat Black card milik Bara yang harusnya milik ayahnya.
Maura berdandan cantik untuk ke pesta itu, dia menata rambutnya di salon. Saat di salon, Maura menerima telpon dari Bryan. "Halo pak Bryan."
["Little girl, kamu jadi kan ke pesta malam ini?"]
"Ya, tentu saja saya akan datang."
["Apa kamu akan menerima ajakan Bara? Dia pasti mengajakmu ke pesta bersama!"] Bryan terdengar kesal saat mengatakannya.
"Menurut bapak apa saya akan datang dengannya?"
["Aku tidak tahu..."]
"Kenapa bapak sangat tidak percaya diri dan tidak percaya pada saya? Saya pikir kita sudah cukup dekat untuk saling mempercayai satu sama lain."
Deg!
Bryan tersipu malu saat Maura mengatakan bahwa mereka sudah cukup dekat untuk saling percaya. Hal itu seperti kesempatan emas baginya.
["Ehem, bukan begitu maksudku...tapi kamu kan selalu menjaga batasan diantara kita. Aku hanya takut kalau kamu tidak berani melangkah maju,"]
"Malam ini, saya akan melewati batasan itu! Pak Bryan, saya ingin anda mengumumkan hubungan kita didepan semua orang."
"Saya akan pergi ke pesta bersama bapak seperti apa yang sudah kita rencanakan, tapi saya ingin meminta bantuan bapak...untuk memperkenalkan saya sebagai pasangan anda!"
["Aku sama sekali tidak keberatan untuk membantumu, tapi apa kamu yakin?"]
"Iya saya yakin, saya ingin membuktikan padanya bahwa saya juga memiliki pria yang menyukai saya dan lebih baik dari dirinya! Meskipun ini hanya pura-pura." Kata Maura pada Bryan, dia sudah sangat sakit pada Bara yang selalu membawa wanita lalu bermesraan didepannya.
["Hem, baiklah, aku akan sekalian menjadikanmu tameng malam itu. Didepan semua orang akan aku katakan bahwa aku punya pacar,"]
Tidak Maura, aku memang menyukaimu dan ini bukan pura-pura. Rupanya kamu masih menganggap hubungan ini adalah bisnis.
Maura dan Bryan pun sepakat untuk mengumumkan hubungan mereka didepan umum. Bryan akan menjemput Maura dan Maura akan beralasan kepada Bara bahwa dia akan pergi bersama Evan ke pesta itu.
🍀🍀🍀
Malam itu Bara tampak kesal, Maura tetap tidak mau ikut dengannya. Dia bergumam terus tentang Maura yang sekarang jadi membangkang dan asyik sendiri. Dia yang selalu memperhatikan Bara, kini terlihat cuek kepadanya.
Akhirnya Bara meminta Lisa berpura-pura menjadi istrinya di pesta itu. Lisa memakai gaun indah berwarna merah, penampilannya tampak seksi dan memukau. "Sayang, gimana penampilanku? Aku sudah cantik, kan?" Lisa berharap pujian dari Bara.
"Jangan banyak bicara, cepat masuk mobil! Aku sudah terlambat!" titah Bara pada wanita cantik itu, dia tidak peduli pada penampilan Lisa.
Lisa mendesah kesal, dia pun masuk ke dalam mobil dengan wajah cemberut. Selama dalam perjalanan, Bara terlihat melamun memikirkan sesuatu.
Sebenarnya akhir-akhir ini kenapa Maura menjauh dariku, kata Nathan dia selalu senyum-senyum sendiri ketika melihat sesuatu di ponselnya, terkadang dia juga menelpon seseorang dan setelahnya dia terlihat bahagia. Apa benar Maura selingkuh? Tapi siapa selingkuhannya itu?
"Bara sayang?" Lisa memanggil Bara seraya menepuk bahunya.
__ADS_1
"Ya Maura?" sahut Bara tanpa sadar memanggil nama Maura.
"Sayang, kok panggilnya Maura sih?! Aku Lisa!" Seru Lisa kesal.
Rupanya di hati Bara, hanya ada Maura. Tidak apa, setelah malam ini aku akan menjadikan Bara milikku dengan menguasai tubuhnya.
Bara terdiam, dia menyadari bahwa hati dan pikirannya memikirkan Maura meski dia berada bersama wanita lain. "Ehem, Lisa...kamu harus menunjukkan sikap elegan didepan semua orang. Ingat, kamu berakting sebagai istriku."
"Ya ya, aku paham." jawab Lisa patuh.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, Bara, Lisa dan Nathan sampai ke gedung hotel tempat berlangsungnya acara ulang tahun Xander grup itu. Semua orang terlihat masuk ke dalam gedung, rata-rata mereka adalah Presdir dari perusahaan besar dan ternama.
Bara sudah memiliki otak bisnis, dia akan mengobrol dengan orang-orang itu, lalu mengambil kesempatan untuk bekerja sama dengan mereka.
Bara dan Lisa bergandengan tangan, mereka berdua masuk ke dalam aula hotel yang mewah itu. Hotel milik Xander grup juga dan Bara ingat Maura pernah kepergok bertemu dengan seorang pria di hotel itu.
"Halo pak Bara! Selamat malam." Sapa seorang pria memakai setelan jas hitam pada Bara.
"Selamat malam juga pak Anton," ucap Bara sambil tersenyum ramah pada rekan bisnisnya itu.
"Wah, ternyata anda tidak datang sendiri. Ini istri bapak? Bu Maura?" tanya Anton sambil melirik ke arah Lisa.
"Iya pak, ini istri saya. Sayang, kenalin ini rekan bisnisku waktu di Singapura...pak Anton dari Antarna grup." Bara berakting dengan alami depan rekan bisnisnya itu. Dia memperkenalkan Lisa sebagai istrinya.
Tidak heran dia bisa menipu istrinya yang polos itu, dia sangat jago akting. Lisa membatin.
Lisa tersenyum kemudian berjabatan tangan dengan Anton, dia mengikuti permainan Bara.
"Halo Bu Maura, saya Anton."
"Saya Maura." Kata Lisa sambil tersenyum lebar.
"Oh ya pak kenapa pak Bryan belum terlihat ya? Bukankah dia adalah tuan rumah di pesta ini?" tanya Bryan pada Anton.
"Katanya pak Bryan agak terlambat, karena dia menjemput pacarnya dulu."
"Benarkah? Jadi pak Bryan sudah punya pacar?" Bara tidak menyangka dengan berita pacar Bryan ini karena dari informasi yang dia dapatkan dari Nathan, Bryan tidak pernah pacaran dengan seorang wanita karena dia orang yang dingin dan selalu menjaga jarak.
"Iya pak, saya dengar ini dari salah satu karyawan di kantornya. Tidak disangka ya pak, akhirnya pak Bryan menemukan belahan jiwanya!" Kata Anton yang juga tidak menyangka bahwa Bryan yang sudah matang dalam hal umur akan mempunyai seorang kekasih.
"Wanita itu pasti pernah menyelamatkan negara dikehidupan sebelumnya, dia sangat beruntung bisa mendapatkan hati pak Bryan." Gumam Bara sambil tersenyum, kemudian dia mengambil air minum di atas meja.
Semua orang penasaran dengan sosok yang akan dibawa Bryan ke pesta itu. Lalu, beberapa saat kemudian orang di obrolkan itu muncul. Semua tatapan mengarah kepadanya dan seorang wanita yang bergandengan tangan dengannya.
Wanita cantik dengan gaun berwarna biru tua, rambut hitamnya di gerai panjang, dia menggandeng tangan Bryan. Semua mata terpana melihat kecantikan wanita itu yang seperti berlian.
"Wah, apa itu pacar pak Bryan?"
"Gila! Cantik banget!"
Ketika semua orang terpesona dengan penampilan Maura dan Bryan yang membawa pasangan ke pestanya, Bara terdiam membeku saat melihat wanita disamping Bryan.
"Sayang, bukankah itu Maura?!" Bisik Lisa pada Bara.
Prang!
Bara menjatuhkan gelas yang sedang dipegangnya itu. "Tidak, itu bukan Maura! Bukan dia!"
Sialan! Jadi selingkuhanmu adalah dia?
__ADS_1
Dia menatap ke arah Maura yang sedang berada didalam kerumunan banyak orang.
...*****...