Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

"Dasar mesum!" Sentak Nata segera turun dari ranjang demi menghindari kelakukan Jackson yang pasti akan membuatnya tak bisa menolak.


"Mau ke mana sayang?" Tanya Jackson menarik Nata kembali ke pelukannya.


"Lepaskan! Aku lapar mau makan yang banyak," jawab Nata dan Jackson pun langsung melepaskanya.


Jackson mengekor di belakang Nata hingga tiba di ruang makan. Baru selangkah menuju ruang makan, Nata menghentikan langkahnya dengan menutup mulutnya rapat.


"Kenapa Sayang?" Tanya Jackson heran. Nata mudur dan memilih menyingkir ke ruang tamu, Jackson berlari mengejar Nata yang sebelumnya juga berlari. "Kamu kenapa, Sayang?" Tanya Jackson khawatir.


"Jackson, makanan apa yang ada di meja makan tadi?" Tanya Nata membuka kembali mulutnya yang tadi ditutup rapat.


"Steak kesukaanmu, Sayang," jawab Jackson mendekat.


"Apa bosan?" sambungnya bertanya.


"Tidak suka. Aromanya membuatku mual," tutur Nata kembali menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan kala rasa mual kembali dia rasakan saat mengingat aroma steak yang Jackson buatkan untuknya.


"Baiklah, aku akan menyingkirkannya. Jadi, malam ini kamu mau makan apa?"


"Mie instan," jawab Nata dengan air liur yang hampir mengalir.


"Tidak boleh, Sayang. Kamu dilarang makan makanan cepat saji begitu," Nata menjatuhkan tubuhnya kasar di sofa kala tak suka dengan jawaban Jackson yang melarangnya untuk makan mie instan.


"Kamu bilang akan memberikan apa pun yang aku inginkan," Nata mengyilangkan kaki serta berpangku tangan seraya tak berhenti bergerutu tak jelas.


"Dia selalu menggunakan cara itu untuk membuatkan tidak dapat menolak," ucap Jackson dalam hati.


"Baiklah, tunggu di sini sambil menonton. Aku akan buatkan mie instan seperti yang kamu inginkan. Ingat, jangan tertidur lagi," kata Jackson sebelum pergi dan Nata pun mengangguk patuh.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Jackson kembali ke ruang tamu dengan membawa semangkuk mie instan persis seperti yang Nata inginkan sebelumnya.


"Silahkan sayang, makanlah dengan perlahan," kata Jackson meletakkan mangkuk itu ke atas meja di hadapan Nata. Tanpa berlama-lama, Nata pun langsung melahapnya dengan tergesa-gesa.


"Apa se-enak itu?"


"Iya. Sangat enak, mau coba?" Tawar Nata mengulurkan sesendok mie ke mulut Jackson.


"Kamu saja yang makan, sayang. Aku tidak suka," tolak Jackson lembut.


"Ini perintah. Kamu harus mencobanya," paksa Nata membuat Jackson akhirnya menerima.


"Enak, bukan?" Tanya Nata memastikan.


"Tetap saja aku tidak suka," jawab Jackson yang memang tidak terlalu menyukai makanan sejenis itu.


"Sayang, apa kamu merasa lelah malam ini? Bagaimana kalau kitaโ€”"


"Aku lelah," potong Nata cepat membuat Jackson menghela napas.


Duaaarr!


Suara petir yang menggelegar.


"Akhh!" Pekik Nata langsung memeluk Jackson dengan eratnya.


"Tidak usah takut, Sayang. Hanya suara petir saja, tidak akan terjadi apa-apa," Jackson membalas pelukan erat Nata seraya mengelus punggung Nata agar tak lagi ketakutan.


"Apakah akan ada badai?" Tanya Nata masih ketakutan.

__ADS_1


"Tenanglah, sekarang lanjutkan makanmu," titah Jackson melonggarkan pelukannya.


"Tidak ingin lagi, aku sudah kenyang," jawab Nata cepat.


"Ya sudah, ayo kita istirahat ke kamar sekarang," ajak Jackson langsung menggendong tubuh Nata dan Nata langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Jackson.


Tiba di kamar, Jackson meletakkan Nata dengan perlahan. "Jackson, mau ke mana?"


"Ke kamar mandi sebentar, Sayang," jawab Jackson tetap pergi.


"Jackson, cepat sedikit aku takut!" Teriak Nata membuat Jackson menghela napas panjang dan akhirnya memilih keluar dari kamar mandi sebelum memulai ritual mandinya.


"Sekarang tidurlah, aku ada di sinj," ujar Jackson memeluk Nata.


"Besok jangan lupa bangunkan aku," ujar Nata mengingatkan sebelum memejamkan matanya.


.


.


.


guys, cus mampir ke karya Author-Author keren ini, dijamin nggk bakal nyesel deh๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜




__ADS_1


__ADS_2