Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
Bab 41


__ADS_3

"Pergi ke luar kota dan menggoda lelaki lain. Cecilia, kamu kekurangan uang atau kekurangan pria?"


Aku mengubah raut wajahku, “Kamu mengikutiku?”


Jackson menyandarkan diri ke belakang kursi kerja berbahan kulit yang didudukinya dengan pelan. "Saat itu aku juga berada di cefe itu untuk membahas masalah investasi dan kebetulan  melihatmu sedang menggoda Erwin."


Aku mengepalkan tangan dan aku merasa seperti terjebak lebih dalam daripada menjebak Jackson. Siapa pun akan sulit melepaskan diri kalau sudah jadi target yang dijebak. Kami saling terdiam dan saling berpandangan. Aku sangat paham kalau sekarang aku sudah dikuasai oleh Jackson.


Aku lihat Jackson memandangku, pandangan Jackson sangat dalam seperti tidak ada dasarnya. Lalu dia mengerutkan alis seperti seekor serigala yang punya hasrat tinggi. Mata Jackson menatapku seakan mampu menelanj*ngiku hanya dengan kilatan mata. Aku terpaku diam membisu saat Jackson memelukku dan berbisik, “Apakah sudah tidak sakit lagi?”


Tentu saja aku mengerti apa yang dimaksud oleh Jackson. "Masih sakit," jawabku menghindari tatapannya. Sedikit banyak, perlakuan kasarnya meninggalkan trauma padaku, membuatku menjadi seperti seorang gadis perawan yang takut disetubuhi.


"Aku tidak peduli, aku tetap akan datang malam ini. Persiapankan dirimu," ucapnya berbisik membuatku merinding.

__ADS_1


Saat ini pikiranku berkecamuk. Jujur aku takut pada Jackson. Aku tidak ingin dia memperlakukanku seperti malam terakhir. Rasa perih yang tersisa masih aku rasakan, dan aku tidak ingin mengulangi hal itu lagi.


Aku merasa Jackson adalah pria paling liar saat sedang menahan gairah dan nafs*. Dia adalah definisi lelaki yang punya hasrat tinggi dan dapat menggila kapan saja.


"Uh, Tuann," Des*hku saat Jackson menj*lat daun telingaku. Aku tidak ingin mencegah Jackson, aku takut membuatnya semakin emosi karena kebohonganku tadi. Sekarang apa yang harus aku lakukan?.


Aku beruntung, karena saat ini direktur Humas tiba-tiba menerobos masuk. Aku segera keluar dari pelukan Jackson. Namun, kakiku tidak sengaja tersandung meja, Jackson segera menahan badanku. Dan aku langsung menghempaskan tangan Jackson dan mundur ke belakang.


Kulihat Jackson mengernyit pada Koenarto yang ketakutan, “Kenapa menerobos masuk?”


"Untuk apa ditahan, biarkan berita ini menyebar, karena itulah yang aku inginkan." Ujar Jackson dengan segala kearoganannya. Rencana Hadden untuk menjebak Jackson tentu saja gagal. Karena Jackson telah memberikan Angkasa Grup kepada Andreas, dan kini, Andreas lah yang harus menanggung semua tuduhan. Jackson berhasil membuat Andreas menjadi kambing hitamnya.


Aku keluar dari ruangan Jackson. Dan aku begitu terkejut dengan kehadiran 2 orang pria berseragam polisi datang ke PT. Samudera Raya.

__ADS_1


"Apa anda adalah Nona Cecilia?" Tanya salah satu dari mereka membuatku mengangguk membenarkan.


"Kami datang kemari dengan membawa surat penahan atas nama Nona Cecilia Humeera. Dan kami akan membawa Nona Cecilia untuk dibawa ke kantor polisi guna dimintai keterangan lebih lanjut," ucap salah satu dari kedua pria berseragam itu.


Aku begitu terkejut mendengar hal itu, aku benar-benar tidak menyangka Brigta akan tidak tahu malu seperti ini, Brigta juga berstatus sebagai pelakor dan masih berani balas dendam padaku dengan terang-terangan.


"Iya, Tuan. Saya memang sempat bertengkar dengan Nyonya Brigta," jawabku mengakui perbuatanku.


"Tapi, kalau saya ditahan, maka Nyonya Brigta juga harus ditahan. Karena dia juga melakukan tindakan kekerasan kepada saya," jawabku tegas, aku memperlihatkan lukaku kepada kedua pria berseragam itu, tapi kenyataannya Brigta terluka lebih parah dibandingkan denganku. CCTV di salon kecantikan tidak bisa membuktikan kalau Brigta yang lebih dulu memarahiku.


Saat aku sedang berhadapan dengan pria berseragam itu, Jackson keluar dari ruangannya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Jackson saat melihat semua kejadian ini.

__ADS_1


Pria berseragam itu berkata dengan dingin, “Nona Cecilia dituduh sengaja melukai orang.”


Senyum Jackson yang terukir karena berhasil melumpuhkan Andreas seketika langsung menghilang.


__ADS_2