Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

2 Minggu berlalu sejak Jackson membawa pulang Nata ke kota. Tidak ada hal istimewa yang terjadi karena Jackson yang terlalu sibuk mengurus perusahaan yang kini semakin jaya.


Beberapa cabang baru pun sudah berdiri di beberapa negara besar juga negara berkembang. Banyak perusahaan lain yang ingin bekerjasama dengan PT Samudera Raya karena kesuksesannya. Namun, tak semua yang Jackson terima, hanya beberapa yang memang dia percaya.


Hari itu, kebetulan adalah hari Minggu dan Jackson ada di rumah sedari pagi hingga malamnya. Jackson menemani Nata yang kini kondisinya sudah membaik. Jika sebelumnya Nata Hanya makan nasi yang di campur susu, tapi kini Nata sudah dapat makan apa pun tanpa takut akan mual apalagi muntah.


Hanya saja, dia masih sering mengalami nyeri pada pay*daranya. Tapi, selama masih ada Jackson itu masih bisa diatasi. Setiap pagi, tak lupa Jackson menyusu pada Nata layaknya seorang bayi. Sedangkan Nata terkadang tak sadar karena tidur terlalu nyenyak.


Jackson, Nata dan Kabut tengah berada di ruang makan sedang menikmati makan malam bersama. "Besok Daddy sama Mommy kamu akan pulang, Kabut." Kata Jackson memberitahu Kabut.


"Iya, Daddy Jack. Tadi Mommy sudah mengatakannya kepadaku," jawab Kabut.


"Aku sudah mengatakannya, Sayang. Ini adalah kabar gembira, jadi aku tidak sabar mengatakannya kepada Kabut," jawab Nata tersenyum senang.


"Baguslah, Sayang," sambung Jackson kembali melahap makan malamnya.


"Apa misi mereka sudah selesai, Sayang?" Tanya Nata penasaran, Kabut yang juga penasaran membuka telinganya lebar-lebar siap mendengarkan.

__ADS_1


"Katanya belum, Sayang. Rencana mereka gagal karena Gore bukanlah lawan yang mudah untuk ditaklukan. Karena kondisi yang tidak baik, untuk sementara waktu Hadden dan Nasa terpaksa pulang dan akan menyusun rencana lain," jelas Jackson menatap Nata serius.


"Benarkah. Tapi, bagaiamana kalau Gore menyerang kita?" Tanya Nata khawatir.


"Aku tidak akan membirarkan hal itu terjadi, Sayang. Kamu tidak perlu khwatir," Jackson membelai rambut Nata yang agak sedikit berantakan.


"Aku harap bagitu," jawab Nata melahap makanannya dengan tak berselera.


"Daddy Jack, Mommy Nata, aku sudah selesai, aku ingin kembali ke kamar sekarang," izin Kabut sebelum pergi.


"Iya, Sayang. Jangan lupa kerjakan Pr-mu, ya," kata Nata mengingatkan dan Kabut pun mengangguk mengerti.


"Kenyang, kalau begitu saatnya kita olahraga," ajak Jackson langsung berdiri dari duduknya.


"Aku mau nemenin Kabut dulu," jawab Nata menguap ngantuk.


"Dia sudah besar, Sayang. Kalau dia minta baru temenin," kata Jackson.

__ADS_1


"Kalau dia nggak bisa tidur gimana?" saut Nata.


"Abis olahraga aku akan mengeceknya," ucap Jackson.


"Ya sudah, sekarang bantuin aku bangun," pinta Nata mengulurkan kedua tangannya. Dan Jackson pun langsung membantu Nata untuk berdiri.


"Gendong, berat banget nih," pinta Nata lagi sambil mengelus perutnya seakan mengatakan beban yang setiap hari dibawanya begitu berat.


"Siap, Sayang."


Tiba di kamar, seperti biasanya kedua sejoli itu benar-benar mengabiskan waktu dengan bergelut di atas ranjang. Kurang lebih setengah jam berlalu, berulah Jackson menyelesaikan permainan karena melihat Sang Istri yang telah kelelahan.


Jackson menyelimuti Nata yang telah terlelap dengan nyenyaknya. Kemudian Jackson keluar dari kamar untuk mengecek keadaan Kabut seperti yang tadinya dia janjikan kepada Nata.


Tiba di depan pintu kamar kabut, Jackson Langsung membuka pintu kamar yang kebetulan tidak dikunci oleh sang pemiliknya.


"Kabut, kamu—"

__ADS_1


"Da-ddy Jack ... A-aku ....


__ADS_2