
Deerrtt
Hadden segera mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya, tak lupa dia juga menekan tombol speaker.
"Taun, tolong bantu kami, kami berada di atap gedung!" Teriak pengawal Hadden. Mendengar itu, Jackson langsung berlari keluar dari ruangan untuk menuju atap gedung PT. Samudera Raya. Meninggalkan Hadden yang masih menunggu pengawal agar mengamankan Kabut.
Menggunakan lift, Jackson naik ke atap. Dan betapa terkejutnya dia karena saat tiba, dia langsung melihat pemandangan Peter yang ingin menembak mati Cecilia atau Nata yang kini berada di atas pinggiran gedung. Sedikit saja Cecilia bergerak, maka hidupnya akan berakhir.
"Kalau kalian mendekat, maka wanita ini yang akan mati!" Ancam Peter sambil mengulurkan tangannya bersiap mendorong Cecilia.
Jackson mengurungkan niatnya untuk ikut bergabung dalam perkelahian itu. Dia memilih bersembunyi, kemudian membidik dari jauh tepat mengenai kepala Peter. Dan sialnya, sebelum benar-benar kehilangan nyawanya. Peter berhasil mendorong Cecilia hingga terjun bebas dari gedung pencakar langit itu.
Jackson segera berlari, namun dia tak dapat menyelamatkan Cecilia. Semua sudah terlambat, Cecilia sudah jatuh ke bawah sana.
"Cecilia!" Teriak Jackson histeris dengan tangisan yang begitu lepas.
Jackson menjatuhkan dirinya kasar ke lantai, dia tidak ingin melihat ke bawah sana, sangat sakit hatinya memikirkan akan kembali kehilangan wanita yang dicintai tanpa sempat berjumpa walau sebentar saja.
"Jackson tenanglah, semua akan baik-baik saja," ujar Hadden menenangkan.
Jackson berdiri, lalu mencengkram kerah baju Hadden sambil berkata, "Apa yang kau katakan? Kenapa aku harus tenang ketika kembali kehilangan wanita yang aku cintai lagi dan lagi!" Teriak Jackson murka.
"Ya, kau harus tenang karena itu Cecilia," tunjuk Hadden pada parasut yang diapit dua helikopter.
__ADS_1
Jackson mengerutkan alisnya, lalu melepaskan cengkramannya pada kerah baju Hadden. Jackson memutar badannya, dan betapa bahagianya dia kala melihat dua helikopter yang membawa parasut dengan Cecilia di dalamnya.
Semua orang menyingkir ke tepi, memberi ruang kepada dua helikopter itu. Begitu parasut di lepaskan, kedua helikopter itu pun langsung pergi. Jackson berlari menghampiri Cecilia. Tiba di sana, dia langsung mengangkat kepala wanita yang dia rindukan itu, menjadikan pahanya sebagai bantal. Jackson menyalurkan napasnya ke pada Cecilia langsung dari mulutnya.
Hingga tak berselang lama seorang Dokter pun tiba dan langsung memeriksa keadaan Cecilia, dia juga memasang oksigen pada Cecilia. Sedangkan Jackson terus membelai serta memeluk Cecilia dengan penuh kasih sayang. Jackson tampak begitu senang, beribu rasa syukur dia panjatkan akan keselamatan wanita yang dicintai.
Selesai diberikan pertolongan pertama, Hadden meminta Jackson membawa Cecilia ke ruangannya untuk beristirahat dengan tenang. Sama seperti Jackson, Hadden juga menggendong Nasa yang kakinya terkilir saat berkelahi.
***
"Kenapa Cecilia belum juga sadarkan diri?" Tanya Jackson khawatir.
"Daddy, tium dulu Mommy na, nanti pasti Mommy cadar," (Daddy, cium dulu Mommy-nya. Nanti pasti Mommy sadar) pinta Kabut pada Hadden untuk mencium Cecilia. Hal itu, tentu saja membuat raut wajah Jackson menatap Kabut tak suka.
"Tentu saja bukan. Kabut adalah Putraku bersama dengan Nasa," jawab Hadden membuat wajah Jackson kembali berubah.
"Lalu, Putraku?" Tanya Jackson sedih sambil memandang wajah teduh Cecilia yang masih belum sadarkan diri.
"Aku terlambat menyelamatkan Putramu. Maaf, aku menemukan Cecilia saat dia telah keguguran," jelas Hadden merasa bersalah.
"Dengarkan aku Jackson, Cecilia sangat mencintaimu. Jadi, aku mohon jagalah dia, aku menyembunyikannya atas permintaan dia sendiri yang belum siap untuk bertemu denganmu. Kau meninggalkan trauma padanya, belum lagi trauma kahilangan janinya. Kau tau, dia selalu menyalahkan dirinya atas kepergian kanduangnnya. Dan saat ini, setelah bertahun-tahun meyakinkan hatinya, dia ingin kembali padamu, dia tidak bisa melupakanmu, dia tetap mencintaimu meski kamu meninggalkan luka yang begitu dalam di hatinya. Setelah ini, aku harap kamu sadar, dan tidak lagi menyia-nyiakan ketulusannya. Karena seorang wanita yang mencintaimu dengan tulus, tidak akan datang dua kali. Jangan sia-siakan dia. Oh ya, satu hal lagi, Keponkanku ini adalah Boss-mu mulai saat ini. Karena dia adalah Aleenata Talsen yang selama ini kamu cari," jelas Hadden menepuk pelan pundak Jackson. Kemudian menggendong Putranya, kabut. Segera keluar dari kamar, menghampiri Nasa yang duduk di sofa luar.
Jackson menengadahkan kepalanya seakan menyesali perbuatannya yang dulu begitu kejam kepada Cecilia. Juga tidak memperhatikan janin yang Cecilia kandung. Setetes air mata Jackson terjatuh di telapak tangan Cecilia.
__ADS_1
Saat itu juga Cecilia mengerjakan matanya. "Ya Tuhan, sebegitu dalamnyakah cintaku kepadanya? Bahkan, di akhirat pun hanya wajahnya yang dapat kulihat," gumam Cecilia didengar oleh Jackson.
Mendengar suara Cecilia yang bergetar, Jackson menurunkan pandangan, menatap Cecilia dalam, dengan air mata yang terus berjatuhan deras.
Jackson meraih, merangkul, serta memeluk Cecilia dengan penuh kasih sayang. Rasa syukur yang begitu besar dia panjatkan saat pada akhirnya kembali dipertemukan dengan wanita yang dicintai juga sangat dia rindukan.
Cecilia hanya terpaku diam membisu, dia seakan masih mengira kalau saat ini dia masih berada di akhirat.
"Terima kasih sudah bangun, terima kasih sudah mau kembali lagi kepadaku, dan terima kasih sudah mencintaiku. Aku juga sangat-sangat mencintaimu, Cecilia. Aku sangat-sangat mencintaimu Aleenata Talsen. Maaf karena terlambat menyadari itu," ujar Jackson dengan banjir air mata.
Cecilia terdiam, mendengar Jackson yang mengucapkan cinta kepadanya barulah dia menyadari bahwa dia masih hidup.
Cecilia bangkit, meraih dan memeluk erat tubuh kekar Jackson dengan tangisan yang begitu histeris. Tentu, tentu Cecilia sangat bahagia. Tidak ada hal yang lebih membahagiakannya, selain dicinta oleh pria yang begitu dia cintai.
Keduanya saling berpelukan erat dengan tangisan yang begitu histeris hingga terdengar oleh Kabut di luar sana. "Plia dewaca kok nangis. Dacal Om ahat cengeng," (pria dewasa kok nangis. Dasar Om jahat cengeng) Celetuk Kabut sukses membuat Hadden dan Nasa saling bertukar senyum.
TAMAT!
Hallo guys. Alhamdulillah akhirnya tamat juga🤗 Tapi, tenang dulu, ya, guys. karena nanti akan ada ekstra part yang isinya sudah pasti bucin plus uwu. jadi, jangan dibuang dulu dari Favorit🥰
Tapi nanti ya, guys. Sekarang Othor mau fokus dulu ke novel Othor disebelah. jangan lupa dibaca juga ya guys😍
Ini dia novelnya🤗
__ADS_1