Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
Bab 77


__ADS_3

"Aku menunggumu, Cecilia," ujar Jackson tersenyum smirik. Tak lama berselang, suara musik dj yang tadinya memekakkan telinga, kini sirna. Suasana menjadi begitu gelap saat semua lampu tiba-tiba mati.


Semua tampak terdiam dan perasaan yang was-was. Hanya Jackson yang masih tersenyum dan tetap duduk tenang menghadap panggung.


"Aku yakin kamu akan muncul walau bersama Hadden," ujar Jackson dingin.


Tepat setelah Jackson mengucapkan Kalimatnya, lampu dipanggung tiba-tiba menyala, menyorot tiga sosok manusia di sana. Semua mata tertuju pada tiga sosok orang yang salah satunya mereka kenali. Ya, dugaan Jackson tidaklah salah. Hadden memang hadir di acara malam ini. Tapi, ada sesuatu yang aneh di mata Jackson, yaitu dua sosok wanita culun dan Putra kecil yang ada di samping Hadden.


Tentu Jackson mengingat wanita culun dan seorang anak lelaki yang ada di gendongan wanita culun itu. Jelas itu adalah anak lelaki yang hampir dia tabrak beberapa hari lalu.


"Hallo semuanya, apa kabarnya kalian? Maaf, karena sudah lama saya tidak muncul. Saya hadir di sini, sebagai pemilik saham tertinggi serta akan menggantikan posisi Tuan Jackson Baldev sebagai Presdir. Kedepannya, sayalah yang akan menjadi Presdir di PT. Samudera Raya, jadi, mohon kerja samanya, ya. Oh iya, saya datang tidak sendiri. Tapi, bersama kedua belahan jiwa saya, kedua orang yang sangat saya sayangi, yaitu Istri saya Nasa juga Putra saya Kabut. Maaf, karena baru menampakkan diri, selama ini saya memang pergi ke luar negeri karena ada masalah pada kesehatan Istri saya, tapi syukurlah saat ini dia telah kembali sembuh seperti sedia kala. Maaf juga karena baru mengabari kalian semua tentang pernikahan saya. Setelah ini, mari kita bersenang-senang untuk merayakan ulang tahun PT. Samudera Raya yang ke XX tahun!" Ucap Hadden bersemangat disambut teriakan oleh para karyawan yang hadir.

__ADS_1


Jackson mengepalkan tangannya murka, berlari menuju panggung siap memberikan bogem mentah ke wajah Hadden. "Nasa, bawa Kabut pergi," ujar Hadden pada Nasa yang tak lain adalah Istrinya sendiri.


"Baik, berhati-hatilah," jawab Nasa lalu pergi di kawal beberapa bodyguardnya.


Tiba di atas panggung, Jackson berlari mendekat pada Hadden sambil mengeluarkan pistolnya.


Jackson melepaskan tembakkan jarak dekat, Hadden yang adalah seorang ketua Gangster, tentu dapat mengelak dengan mudahnya. Jackson banar-benar telah kehilangan akalnya. Lihatlah betapa gilanya dia menyerang Hadden dengan pukulan, tendangan, bahkan tembakkan jarak dekat. Jackson seakan melupakan beberapa media yang mengabadikan momen perkelahian itu bak sedang melakukan syuting film-film laga.


Hadden tampak tak melawan, dia hanya berusaha menghindari serangan-serangan Jackson yang membabi buta.


Beberapa kamera para wartawan hancur ketika Jackson bidik dengan tepat. Sedangkan para pegawai yang lain berhamburan mencari jalan keluar dari Aula, karena tak ingin menjadi korban keganasan Jackson.

__ADS_1


"Berhenti Jackson, hentikan tindakkan gilamu!" Bentak Hadden mengunci kedua tangan Jackson, hingga Jackson tak dapat bergerak.


"Katakan, di mana Cecilia?" Teriak Jackson berontak hingga berhasil lepas dari jeratan Hadden.


"Melihat dirimu yang begitu, aku yakin dia kembali mengurungkan niatnya untuk menemuimu," sahut Hadden tersenyum licik.


"Apa maksudmu?" Bentak Jackson heran.


"Akan aku jelaskan kalau kamu mau diam dan tenangkan dirimu," ujar Hadden memberikan syarat.


"Kau ingin menipuku! Jelas kau sudah berhasil merebut PT. Samudera Raya."

__ADS_1


"Ada hal penting yang ingin aku katakan kepadamu Jackson. Tapi, tidak saat emosi saat ini dan di tempat begini," ujar Hadden membuat Jackson penasaran, Jackson pun menurunkan senjatanya dan mengekor di belakang Hadden, hingga tiba di ruangan Presdir yang dulunya Hadden tempati.


__ADS_2